Newest Post

PELAPISAN SOSIAL DAN KESAMAAN DERAJAT


1. PELAPISAN SOSIAL
     a. Pengertian
        Masyarakat terbentuk dari individu-individu. Individu-individu yang terdiri dari berbagai latar belakang tentu akan membentuk suatu masyarakat yang heterogen yang terdiri dari kelompok-kelompok sosial. Dengan adanya atau terjadinya kelompok sosial ini maka terbentuklah suatu pelapisan masyarakat atau terbentuklah masyarakat yang berstrata.
     b. Pelapisan sosial ciri tetap kelompok sosial
         Pembagian dan pemberian kedudukan yang berhubungan dengan jenis kelamin nampaknya menjadi dasar dari seluruh sistem sosial masyarakat kuno. Tetapi hal ini perlu diingat bahwa ketetentuan-ketentuan tentang pembagian kedudukan antara laki-laki dan perempuan yang kemudian menjadi dasar daripada pembagian pekerjaan, semata-mata adalah ditentukan oleh sistem kebutuhan itu sendiri.
     c. Terjadinya pelapisan sosial
        Terjadinya pelapisan sosial ini terjadi antara lain oleh :
          - Karena sendirinya
- Karena kesengajaan
     d. Pembedaan sistem pelapisan menurut sifatnya
          Menurut sifatnya, maka sistem pelapisan dalam masyarakat dapat dibedakan menjadi :
1. Sistem pelapisan masyarakat yang tertutup
2. Sistem pelapisan masyarakat yang terbuka
3. Bebarapa teori tentang pelapisan sosial

2. KESAMAAN DERAJAT
     Siafat perhubungan antara manusia dan lingkungan masyarakat pada umumnya adalah timbal balik, artinya orang seorang itu sebagai anggota masyarakat, mempunyai hak dan kewajiban, baik terhadap masyarakat maupun terhadap pemerintah dan negara. Kesamaan derajat ini dijamin oleh Undang-undang, yaitu dalam kesamaan derajat yang terwujud dalam jaminan hak yang diberikan dalam berbagai sektor kehidupan. Hak ini yang kemudian dikenal dengan Hak Asasi Manusia.

3. ELITE DAN MASSA
     a. Elite
         Dalam pengertian yang umum elite itu menunjuk sekelompok orang yang dalam masyarakat menempati kedudukan tinggi. Dalam arti yang khusus dapat
diartikan sekelompok orang terkemuka di bidang-bidang tertentu.
Dalam hal ini kita dapat membedakan elite pemegang strategi secara garis
besar sebagai berikut :
a. Elite politik (elite yang berkuasa dalam mencapai tujuan)
b. Elite ekonomi, diplomatik dan cendekiawan
c. Elite agama, filsuf, pendidik dan pemuka masyarakat


ISD BAB 6 pelapisan sosial dan kesamaan derajat

Sabtu, 03 Januari 2015
Posted by Unknown
 Warganegara dan Negara

Negara dan Warganegara adalah suatu kata yang saling berkaitan,karena disuatu Negara pasti terdapat masyarakat yang kita sebut dengan warganegara. Banyak orang yang masih tidak tahu menahu mengenai arti dari suatu warga Negara dan perbedaannya dengan masyarakat. Warganegara adalah suatu kumpulan masyarakat yang mempunyai ikatan secara hukum dengan Negara dimana ia berasal.

Kita sebagai warganegara mempunyai beberapa hak dan kewajiban terhadap negara kita,disini saya akan beri contoh pada Negara Indonesia. Didalam Undang Undang 1945,diatur mengenai hak dan kewajiban suatu warganegara Indonesia,hak Warganegara Indonesia adalah

1. Hak atas pekerjaaan dan penghidupan yang layak
2. Hak atas pendidikan yang baik
3. Hak perlakuan yang adil dan sama didepan hukum
4. Hak kelangsungan hidup
5. Hak untuk hidup dan mempertahankan hidup

Dan kewajiban warganegara adalah :

1. Warganegara harus menaati hukum yang berlaku
2. Warganegara ikut dalam upaya bela negara
3. Wajib menghormati hak asasi manusia (HAM)
4. Wajib ikut serta dalam upaya keamanan dan pertahanan Negara
5. Wajib tunduk pada pembatasan yang ditetapkan oleh Undang Undang 1945

Dijelaskan bahwa seluruh warganegara Indonesia mempunyai hak atas pendidikan yang layak dan baik namun dibeberapa daerah khususnya daerah pedalaman belumlah mendapatkan kualitas pendidikan yang baik. Entah itu fasilitasnya atau sarana yang ada. Kemudian kewajiban warganegara contohnya adalah kita mentaati hukum yang berlaku. Sebagai warganegara yang baik,sudah menjadi kewajiban untuk mentaati hukum dan tidak melanggar hukum yang ada. Banyak dari kita yang mengaku warganegara Indonesia,namun ada beberapa dari kita yang belum menjadi seorang warga negara yang baik dan teladan dikarenakan ada beberapa dari kita yang pasti melanggar aturan hukum tersebut.

·  Pembagian hukum
Pembagian Hukum Menurut Isinya
1. Hukum Privat(Hukum Sipil), yaitu hukum yang mengatur hubungan antara dua orang atau lebih dengan menitikberatkan masalah kepada kepentingan perorangan.
2. Hukum Publik(Hukum negara), yaitu hukum yang mengatur hubungan antara Negara dengan alat-alat perlengkapan kenegaraan atau hubungan antara negara dengan perorangan(warga negara)

Pembagian Hukum Menurut Tempat Berlakunya
1. Hukum nasional, yaitu hukum yang berlakubagi seluruh warga negara di dalam suatu negara.
2. Hukum Internasional, yaitu hukum yang mengatur hubungan hukum dalam dunia internasional.
3. Hukum Asing, yaitu hukum yang berlaku di negara lain yang harus ditaati apabila warga negara masuk ke wilayah negara negara lain.
4. Hukum Agama, yaitu kumpulan norma-norma yang ditetapkan bersama oleh masing-masing agama untuk para anggota pengikutnya.


PEMUDA DAN SOSIALISASI

1. Internalisasi Belajar dan Spesialisasi
Internalisasi adalah proses norma-norma kemasyarakatan yang tidak berhenti sampai institutisionalisasi saja, akan tetapi mungkin norma-norma tersebut sudah mendarah daging dalam jiwa anggota masyarakat.

a. Masalah-masalah Kepemudaan
    Problema yang dialami pemuda disebabkan karena sebagai akibat dari proses pendewasaan seseorang, penyesuaian dirinya dengan situasi yang baru timbullah harapan setiap pemuda akan mempunyai masa depan yang lebih baik daripada orang tuanya.

b. Hakikat Kepemudaan
Hakikat Kepemudaan ditinjau dari 2 asumsi :
·         Penghayatan mengenal proses perkembangan manusia bukan sebagai suatu kontinum yang sambung menyambung tetapi fragmentaris, terpecah-pecah, dan setiap fragmen mempunyai artinya sendirisendiri.
·         Merupakan tambahan dari asumsi wawasan kehidupan ialah posisi pemuda dalam arah kehidupan itu sendiri.

2. Pemuda dan Identitas
     Kaum muda dalam setiap masyarakat dianggap sedang mengalami apa yang dinamakan “moratorium”, yaitu merupakan masa persiapan yang diadakan masyarakat untuk memungkinkan pemuda-pemuda yang bersangkutan dalam jangka waktu tertentu mengalami perubahan, dengan sekalian kesalahan yang mereka buat dalam mengalami perubahan itu Menurut pola dasar pembinaan dan pengembangan generasi muda bahwa permasalahan generasi muda dapat dilihat dari beberapa aspek sosial, yakni :
1) Sosial Psikologi
2) Sosial Budaya
3) Sosial Ekonomi
4) Sosial Politik

3. Perguruan dan Pendidikan
     Sebagai satu bangsa yang manetapkan Pancasila sebagai falsafah hidup bangsa dan negara Indonasia, maka pendidikan nasional yang dibutuhkan adalah pendidikan dengan dasar dan tujuan menurut Pancasila. Dalam implementasinya, pendidian tersebut diarahkan menjadi pendidikan pembangunan, satu pendidikan yang akan membina ketahanan hidup bangsa, baik secara fisik maupun secara ideologis dan mental. Melalui pendidikan itu diharapkan bangsa Indonesia akan mampu membebaskan diri dari belenggu kemiskinan dan keterbelakangan, melalui suatu alternatif pembangunan yang lebih baik, serta menghargai kemajuan yang antara lain bercirikan perubahan yang berkesinambungan. Faktor yang penting dalam pembangunan
·           Pendidikan Formal
·           Pendidikan Nonformal
·           Pendidikan Informal
·           Lembaga-lembaga Pendidikan di Bawah Departemen dan Nondepartemen

4. Peranan Pemuda Dalam Masyarakat
·         Peranan pemuda yang didasarkan atas usaha pemuda untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan lingkungan.
·         Peranan pemuda yang menolak untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Beberapa Asas Pembinaan dan Pengembangan Generasi Muda
1) Asas Edukatip
2) Asas Persatuan dan Kesatuan Bangsa
3) Asas Swakarsa
4) Asas Keselarasan dan Terpadu

5) Asas Pendayagunaan dan Fungsionalisasi
INDIVIDU, KELUARGA DAN MASYARAKAT

1.      Pertumbuhan Individu
a.       Pengertian Individu
Individu berasal dari kata latin, “individuum” artinya “yang tak terbagi”.Jadi, merupakan suatu sebutan yang dapat dipakai untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas. Individu adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki peraanan khas di dalam lingkungan sosialnya, melainkan juga mempunyai kepribadian serta pola tingkah laku spedifik dirinya yang memiliki 3 aspek yang melekat pada dirinya, yaitu aspek organik jasmaniah, aspek psikis-rohaniah, dan aspek sosial-kebersamaan.

b.        Pengertian Pertumbuhan
Pertumbuhan adalah suatu perubahan yang menuju ke arah yang lebih maju dan lebih dewasa.
·      Proses Asosiasi
·      Proses Diferensiasi
·      Konsepsi aliran Sosiologi
·      Pendirian Nativistik
·      Pendirian Emperistik dan Environmentalistik
·      Pendirian Konvergensi dan Interaksionisme
·      Tahap Pertumbuhan Individu Berdasar Psikologi
3) Pengertian Masyarakat
Menurut Drs. JBAF Mayor, masyarakat adalah wadah segenap antar hubungan sosial terdiri atas banyak sekali kolektiva- kolektiva serta kelompok dari tiap-tiap kelompok terdiri atas kelompok-kelompok lebih baik atau sub kelompok.
Menurut Prof. M.M Djojodiguno, masyarakat adalah suatu kebulatan dari pada segala perkembangan dalam hidup bersama antara manusia dangan manusia.
·           Menurut Hasan Sadily, masyarakat adalah suatu keadaan badan atau
kumpulan manusia yang hidup bersama.
·           Masyarakat adalah suatu kelompok manusia yang telah memiliki
tatanan kehidupan, norma-norma, adat istiadat yang sama-sama ditaati
dalam lingkungannya.

Pembagian Masyarakat :
Ilmu Sosial Dasar Page 16
·         Masyarakat Sederhana
·         Masyarakat Maju
·         Masyarakat Non Industri
·         Kelompok Primer
·         Kelompok Sekunder
·         MasyarakatIndustri

4. Hubungan Antara Individu, Keluarga dan Masyarakat
a. Makna Individu
Makhluk individu berarti makhluk yang tidak dapat dibagi-bagi, tidak
Dapat dipisah-pisahkan antar kesatuan jiwa dan raganya. Para psikologi modern menegaskan bahwa manusia itu merupakan satu kesatuan jiwa raga yang kegiatannya sebagai keseluruhan, sebagai kasatuan.
     b. Makna Keluarga
Keluarga merupakan kelompok primer yang paling penting didalam masyarakat.Jadi keluarga dalam bentuk yang murni merupakan satu kesatuan sosial ini mempunyai sifat-sifat tertentu yang sama, dimana saja dalam satauan masyarakat manusia.
c. Makna Masyarakat
R. Linton, masyarakat adalah setiap kelompok manusia yang telah cukup
lama hidup dan bekerja sama, sehingga mereka dapat mengorganisasikan dirinya dan berfikir tentang dirinya sebagai satu kesatuan sosial dengan

batas-batas tertentu.
PENDUDUK DAN MASYARAKAT  KEBUDAYAAN

1. Kematian ( Mortalitas )
– Tingkat Kematian Kasar ( Crude Death Rate ) adalah banyaknya orang yang meninggal pada suatu tahun per jumlah penduduk pertengahan tahun tersebut.
– Tingkat Kematian Khusus ( Age Spesific Death Rate ) dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain umur, jenis kelamin, pekerjaan.
2. Kelahiran ( Fertilitas )
– Tingkat Kelahiran Kasar ( Crude Birth Rate ) adalah jumlah kelahiran hidup pada suatu daerah pada tahun tertentu tiap 1000 penduduk pada pertengahan tahun tersebut.
– Tingkat Kelahiran Khusus ( Age Spesific Fertility Rate ) menunjukkan banyaknya kelahiran menurut umur wanita yang berada dalam kelompok umur 15 – 49 tahun.
3. Migrasi
Aspek dinamis kehidupan kelompok dalam ruang ialah gerakan penduduk yang dinamai migrasi. Selain migrasi ada istilah lain tentang dinamika penduduk yaitu mobilitas. Pengertian mobilitas lebih luas daripada migrasi, sebab mobilitas mencakup perpindahan teritorial secara permanen dan sementara. Sedangkan migrasi bila dikaitkan dengan unsur waktu di tempat yang baru misalnya minimal 6 bulan atau satu tahun. Sedangkan bagi mereka yang pernah pindah tempat tinggal kurang dari batas waktu tersebut disebut melakukan mobilitas sirkuler.
Langkah – langkah seseorang migran dalam menentukan keputusannya untuk pindah ke daerah lain atau kawasan ( areal ) lain terlebih dahulu ingin mengetahui lebih dahulu faktor – faktor sebagai berikut :
– persediaan sumber alam
– lingkungan sosial budaya
– potensi ekonomi
– alat masa depan
– Akibat Migrasi
a.       Urbanisasi ( migrasi dari desa ke kota ) walaupun urutannya sangat kecil, namun dapat mempengaruhi pola distribusi penduduk penduduk secara keseluruhan.
b.      Migrasi interegional di Indonesia kebanyakan dilaksanakan oleh mereka yang berumur produktif dan berkreasi tinggi. Hal tersebut memungkinkan tingginya angka pertumbuhan penduduk serta tingkat laju pembangunan di luar jawa.
c.       Migrasi antar negara di Indonesia adalah sangat kecil dari hasil sensus penduduk pada tahun 1971 sampai dengan 1980 migrasi masuk ( immigrasi ) hanya ada 0,16 % dan migrasi ke luar ( emigrasi ) hanya sebesar 0,57 % per tahun. Sehingga akibatnya kurang nyata terhadap distribusi penduduk Indonesia.
Komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin mempunyai peranan yang sangat penting hanya dapat untuk mengetahui :
– Pertumbuhan penduduk di suatu daerah termasuk cepat atau lambat.
– Rasio ketergantungan.
– Jumlah wanita dalam usia subur.
– Jumlah tenaga kerja yang tersedia.
– Berdasarkan tempat tinggal.
– Bentuk piramida.
Untuk mengetahui pertumbuhan suatu daerah cepat atau lambat dapat juga dilihat dari bentuk piramida penduduk. Karena dengan melihat bentuk piramida penduduk akan diketahui mengenai perbandingan jumlah penduduk anak – anak, dewasa, dan orang tua pada wilayah yang bersangkutan.
Keadaan struktur atau komposisi penduduk yang berbeda – beda akan menunjukan bentuk piramida yang berbeda – beda pula.
Ada tiga Jenis struktur penduduk :
1.    Piramida penduduk muda, ini menggambarkan komposisi penduduk dalam pertumbuhan dan sedang berkembang. Jumlah angka kelahiran lebih besar daripada jumlah kematian.
2.    Piramida Stationer, ini menggambarkan keadaan penduduk yang tetap ( statis ) sebab
tingkat kematian rendah dan tingkat kelahiran tidak begitu tinggi.
3.    Piramida penduduk tua, ini menggambarkan adanya penurunan tingkat kelahiran yang sangat pesat dan tingkat kematian kecil sekali. Apabila angka kelahiran jenis kelamin pria besar, maka suatu negara bisa kekurangan penduduk.
Rasio Ketergantungan ( Dependency of ratio ) ialah angka yang menunjukkan perbandingan jumlah penduduk golongan umur yang belum produktif dan sudah tidak produktif kerja lagi dengan jumlah penduduk golongan umur produktif kerja. Biasanya dinyatakan dalam persen ( % ).

 Kebudayaan dan Kepribadian
 Pertumbuhan dan Perkembangan Kebudayaan di Indonesia.
- Zaman Batu sampai Zaman Logam
Upaya menelusuri sejarah peradaban bangsa Indonesi, mulai dari zaman batu sampai logam, sungguh akan berliku – liku, memerlukan waktu pembahasan yang panjang. Berdasarkan pendapat – pendapat para ahli prehistoris, ternyata bahwa zaman batu itupun terbagi dalam : Zaman Batu Tua ( Palaeolithikum ) dan Zaman Batu Muda ( Neolithikum ).
Alat – alat batu pada zaman batu tua, baik bentuk ataupun permukaan peralatan masih kasar – kasar, misalnya kapak genggam.
Bersamaan dengan persebaran budaya kapak – kapak batu itu, tersebar pula bahasa Proto Austronesia sebagai induk atau cikal bakal bahasa dari bahasa – bahasa yang mendiami pulau – pulau diantara Samudra Indonesia dan Samudra Pasifik. Dengan begitu bahasa Proto Autronesia sebagai induk bahasa – bahasa d wilayah negara – negara anggota Asean, khususnya Republik Indonesia, dikemudian hari muncul sebagai bahasa Melayu.
Zaman batu muda ( Neolithikum ) benar – benar membawa revolusi dalam kehidupan manusia. Pada zaman ini, mereka mulai hidup menetap, membuat rumah, membuat kelompok masyarakat desa, bertani dan beternak untuk memenuhi kebutuhan hidup. Sejalan dengan itu revolusi alat – alat keperluan penunjang kehidupan pun terjadi.
Suatu hal yang patut dicatat tentang permulaan zaman logam ini, ialah kenyataan yang jelas bahwa Indonesia sebelum zaman Hindu telah mengenal kebudayaan yang tinggi derajatnya, dan zaman tersebut pada dasarnya penting sekali untuk perkembangan sejarah Indonesia selanjutnya.

Kebudayaan Hindu, Budha dan Islam
1. Kebudayaan Hindu dan Budha.
Pada abad ke-3 dan ke-4 agama Hindu masuk ke Indonesia, khususnya ke Pulau Jawa. Perpaduan atau akulturasi anatara kebudayaan setempat dengan kebudayaan.
Hindu yang berasal dari India itu berlangsung luwes dan mantap. Sekitar abad ke-5, ajaran Budha atau Budhisme masuk ke Indonesia, khususnya ke Pulau Jawa. Agama / ajaran Budha dapat dikatakan berpandangan lebih maju daripada Hinduisme, sebab Budhisme tidak menghendaki adanya kasta – kasta dala masyarakat.

2. Kebudayaan Islam.
Pada abad ke-15 dan ke-16 agama Islam telah dikembangkan di Indonesia. Oleh para pemuka – pemuka Islam yang disebut Wali Sanga. Titil sentral penyebaran agama islan pada abad itu berada di Pulau Jawa. Sebenarnya agama Islam masuk ke Indonesia, khususnya ke Pulau Jawa sebelum abad ke-11 sudah ada wanita islam yang meninggal dan dimakamkan di kota Gresik. Masuknya agama islam ke Indonesia teristimewa ke Pulau Jawa berlangsung dalam seasana damai. Hal ini disebabkan karena agama islam dimasukkan ke Indonesia tidaj dengan secara paksa, melainkan dengan cara baik – baik. Disamping itu disebabkan siap toleransi yang dimiliki bangsa kita.
Di daerah – daerah yang belum amat terpengaruh oleh kebudayaan Hindu, agama islam mempunyai pengaruh yang mendalam dalam ehidupan penduduk di daerah yang bersangkutan.
Agama islam berkembang pesat di Indonesia dan menjadi agama yang mendapat penganut sebagian terbesar penduduk Indonesia. Tak dapat dipungkiri lagi, bahwa kebudayaan islam memberi saham terbesar bagi perkembangan kebudayaan dan kepribadian bangsa Indonesia.

3. Kebudayaan Barat
Unsur kebudayaan yang juga memberi warna terhadap corak lain dari kebudayaan dan kepribadian bangsa Indonesia adalah kebudayaan barat. Awalnya kebudayaan barat masuk ke negara Republik Indonesia ketika kaum kolonialis / penjajah masuk ke Indonesia, terutama bangsa Belanda. Mulai dari penguasaan dan kekuasaan perusahaan dagang Belanda ( VOC ) dan berlanjut dengan pemerintahan kolonialis Belanda, di kota – kota propinsi, kabupaten muncul bangunan – bangunan dengan gaya arsitektur Barat. Dalam kurun waktu itu juga, di kota – kota pusat pemerintahan, terutama di Jawa, Sulawesi Utara, dan Maluku berkembang dua lapisan sosial antara lain :
1. Lapisan sosial yang terdiri dari kaum buruh.
2. Lapisan sosial kaum pegawai.


Dalam lapisan sosial kedua inilah pendidikan Barat di sekolah – sekolah dan kemampuan / kemahiran bahasa Belanda menjadi syarat utama untuk mencapai kenaikan kelas sosial.
Akhirnya masih harus disebut sebagai pengaruh kebudayaan Eropa yang masuk juga ke dalam kebudayaan Indonesi, ialah agama Katolik dan Agama Kristen Protestan. Agama – agama tersebut biasanya disiarkan dengan sengaja oleh organisasi – organisasi penyiaran agama ( missie untuk agama Katolik dan zending untuk agama Kristen ) yang semuanya bersifat swasta. Penyiaran dilakukan terutama didaerah – daerah dengan penduduk yang belum pernah mengalami pengaruh agama Hindu, Budha, atau Islam.
Sudah menjadi watak dan kepribadian Timur pada umumnya, serta masyarakat Jawa khususnya, bahwa dalam menerima setiap kebudayaan yang datang dari luar, kebudayaan yang dimilikinya tidaklah diabaikan. Tetapi disesuaikan kebudayaan yang baru itu dengan kebudayaan lama.

ISD sebagai mata kuliah MKDU

Ilmu Sosial Dasar
Ilmu Sosial Dasar (ISD) adalah suatu program pelajaran baru yang berkembang di Perguruan Tinggi. ISD adalah Ilmu-ilmu sosial dipergunakan dalam pendekatan, sekaligus sebagai sarana jalan keluar untuk mencari pemecahan masalah-masalah sosial yang berkembang dalam kehidupan masyarakat.

Tujuan
Dari salah satu matakuliah dasar umum, Ilmu Sosial Dasar mempunyai tujuan pembinaan mahasiswa agar :
a.       Memahami dan menyadari adanya kenyataan-kenyataan sosial dan masalah-masalah sosial yang ada dalam masyarakat
b.      Peka dalam masalah-masalah sosial dan tanggap ikut serta dalam usaha-usaha menanggulangi nya
c.       Menyadari bahwa setiap mmasalah sosial yang timbul dalam masyarakat selalu bersifat kompleks dan hanya dapat mendekatinya dan mempelajari secara kritis-interdisipliner
d.      Memahami jalan pikiran para ahli dari bidang ilmu pengetahuan lain dan dapat berkomunikasi dengan mereka dalam rangka penggulangan masalah sosial yang timbul dalam masyarakat


Ilmu Sosial Dasar Sebagai Komponen Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU)
MKDU di kelompokkan menjadi 2 bagian. Pertama diharapkan memberi dasar pedoman-pedoman untuk bertindak sebagai warga negara terpelajar. Kedua diharapkan dapat membantu kepekaan mahasiswa, berkenaan dengan lingkungan alamiah, sosial dan budaya. Sebagai mata kuliah umum, ISD bertujuan membantu perkembangan wawasan pemikiran dan kepribadian mahasiswa agar mamperoleh wawasan pemikiran yang luas dan ciri-ciri kepribadian yang diharapkan dari setiap anggota golongan terpelajar.
Secara spesifik kemampuan pribadi yang hendak dicapai melalui MKDU bertujuan menghasilkan warga negara sarjana yang berkualitas sebagai berikut :
1.      Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
2.      Berjiawa pancasila
3.      Memiliki wawasan sejarah perjuangan bangsa
4.      Memiliki wawasan koprehensif dan pendekatan integral didalam menyikapi permasalahan kehidupan
5.      Memiliki wawasan budaya yang luas tentang kehidupan bermasyarakat dan secara bersama-sama mampu berperan serta meningkatkan kualitasnya

Ruang Lingkup Pembahasan
a. Adanya berbagai aspek pada kenyataan-kenyataan yang bersama-sama merupakan suatu masalah sosial.
b. Adanya beraneka ragam golongan dan kesatuan sosial dalam masyarakat yang masing-masing mempunyai kepentingan kebutuhan serta pola pemikiran dan pola tingkah laku sendiri.

Masalah-masalah Sosial dan Ilmu Sosial Dasar
Pengertian masalah sosial ada 2 pengertian :
a. Menurut umum bahwa segala sesuatu yang menyangkut kepentingan umum adalah masalah sosial.

b. Menurut para ahli masalah sosial adalah suatu kondisi atau perkembangan yang terwujud salam masyarakat yang berdasarkan atas studi mereka mempunyai sifat yang dapat menimbulkan kekacauan terhadap kehidupan warga masyarakat secara keseluruhan.

Nama Kelompok :
1. Galang Bagaskara / 33413611
2. Kurniawan Susdiansyur / 34413897
3. Rizky Septian / 38413003
Kelas : 1ID12


Cara pandang suatu bangsa memandang tanah air dan beserta lingkungannya menghasilkan wawasan nasional. Wawasan nasional itu selanjutnya menjadi pandangan atau visi bangsa dalam menuju tuannya. Namun tidak semua bangsa memiliki wawasan nasional Inggris adalah salah satu contoh bangsa yang memiliki wawasan nasional yang berbunyi” Britain rules the waves”. Ini berarti tanah inggris  bukan hanya sebatas pulaunya, tetapi juga lautnya. Adapun bangsa Indonesia memiliki wawasan nasional yaitu  wawasan nusantara.
Apakah wawasan Nusantara itu? Secara konsepsional wawasan nusantara (Wasantara) merupakan wawasan nasionalnya bangsa Indonesia. Sebagai Wawasan nasional dari bangsa Indonesia maka wilayah Indonesia yang terdiri dari daratan, laut dan udara diatasnya dipandang sebagai ruang hidup (lebensraum) yang satu atau utuh.  Wawasan  nusantara sebagai wawasan nasionalnya bangsa Indonesia dibangunatas pandangan geopolitik bangsa. Pandangan bangsa Indonesia didasarkan kepada konstelasi lingkungan tempat tinggalnya yang menghasilakan konsepsi wawasan Nusantara. Jadi wawasan nusantara merupakan penerapan dari teori geopolitik bangsa Indonesia.
Wawasan Nusantara berasal dari kata Wawasan dan Nusantara. Wawasan berasal dari kata wawas (bahasa Jawa) yang berarti pandangan, tinjauan atau penglihatan indrawi. Selanjutnya muncul kata mawas yang berarti memandang, meninjau atau melihat. Wawasan artinya pandangan, tujuan, penglihatan, tanggap indrawi. Wawasan berarti pula cara pandang, cara melihat.
Nusantara berasal dari kata nusa dan antara. Nusa artinya pulau atau kesatuan kepulauan. Antara artinya menunjukkan letak anatara dua unsur. Nusantara artinya kesatuan kepulauan yang terletak antara dua benua, yaitu benua Asia dan Australia dan dua samudera, yaitu Samudera Hindia dan Pasifik. Berdasarkan pengertian modern, kata “Nusantara” digunakan sebagai pengganti nama Indonesia.
Wawasan Nusantara adalah cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya sebagai negara kepulauan dengan semua aspek kehidupan yang beragam. Atau cara pandang dan sikap bangsa Indonesia menganai diri dan lingkungannya, dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayahh dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Kedudukan wawasan nusantara adalah sebagai visi bangsa. Visi adalah keadaan atau rumusan umum mngenai keadaan yang dinginkan. Wawasan nasional merupakan visi bangsa yang bersangkutan dalam menuju masa depan. Visi bangsa Indonesia sesuaidengan konsep wawasan Nusantara adalah menjadi bangsa yang satu dengan wilayah yang satu dan utuh pula.
Latar Belakang Konsepsi Wawasan Nusantara
Latar belakang yang mempengaruhi tumbuhnya konsespi wawasan nusanatara adalah sebagai berikut :
Aspek Historis
Dari segi sejarah, bahwa bangsa Indonesia menginginkan menjadi bangsa yang bersatu dengan wilayah yang utuh adalah karena dua hal yaitu :
  1. Kita pernah mengalami kehidupan sebagai bangsa yang terjajah dan terpecah, kehidupan sebagai bangsa yang terjajah adalah penederitaaan, kesengsaraan, kemiskinan dan kebodohan. Penjajah juga menciptakan perpecahan dalam diri bangsa Indonesia. Politik Devide et impera. Dengan adanya politik ini orang-orang Indonesia justru melawan bangsanya sendiri. Dalam setiap perjuangan melawan penjajah selalu ada pahlawan, tetapi juga ada pengkhianat bangsa.
  2. Kita pernah memiliki wilayah yang terpisah-pisah, secara historis  wilayah Indonesia adalah wilayah bekas jajahan Belanda dan Jepang . Wilayah Hindia Belanda ini masih terpisah-pisah berdasarkan ketentuan Ordonansi 1939 dimana laut territorial Hindia Belanda adalah sejauh 3 (tiga) mil. Dengan adanya ordonansi tersebut , laut atau perairan yang ada diluar 3 mil tersebut merupakan lautan bebas dan berlaku sebagai perairan internasional. Sebagai bangsa yang terpecah-pecah dan terjajah, hal ini jelas merupakan kerugian besar bagi bangsa Indonesia.Keadaan tersebut tidak mendudkung kita  dalam mewujudkan bangsa yang merdeka, bersatu dan berdaulat.Untuk bisa keluar dari keadaan tersebut kita membutuhkan semangat kebangsaan yang melahirkan visi bangsa yang bersatu. Upaya untuk mewujudkan wilayah Indonesia sebagai wilayah yang utuh  tidak lagi terpisah  baru terjadi 12 tahun kemudian setelah Indonesia merdeka yaitu ketika Perdana Menteri Djuanda mengeluarkan pernyataan yang selanjutnya disebut sebagai  Deklarasi Djuanda pada  13 Desember 1957. Isi pokok dari deklarasi tersebut menyatakan bahwa laut territorial Indonesia tidak lagi sejauh 3 mili melainkan selebar 12 mil dan secara resmi menggantikam Ordonansi 1939. Dekrasi Djuanda juga dikukuhkan dalam UU No.4/Prp Tahun 1960 tenatang perairan Indonesia yang berisi :
1.         Perairan Indonesia adalah laut  wilayah Indonesia beserta perairan pedalaman Indonesia
2.         Laut wilayah Indonesia adalah jalur laut 12 mil laut
3.         Perairan pedalaman Indonesia adalah semua perairan yang terletak pada sisi dalam dari garis dasar.
Keluarnya Deklarasi Djuanda melahirkan konsepsi wawasan Nusantara dimana laut tidak lagi sebagai pemisah, tetapi sebagai penghubung.UU mengenai perairan Indonesia diperbaharui dengan UU No.6 Tahun 1996 tentang Perairan Indonesia
Deklarasi Djuanda juga diperjuangkan dalam forum internasional. Melalui perjuangan panjanag akhirnya  Konferensi PBB tanggal 30 April menerima “ The United Nation Convention On The Law Of the Sea”(UNCLOS) . Berdasarkan Konvensi Hukum Laut 1982 tersebut Indonesia diakui sebagai negara dengan asas Negara Kepulauan (Archipelago State).

Aspek Geografis dan Sosial Budaya
Dari segi geografis dan Sosial Budaya,  Indonesia meruapakan negara bangsa dengan wialayah dan posisi yang unik serta bangsa yang heterogen. Keunikan wilayah dan dan heterogenitas menjadikan bangsa Indonesia perlu memilikui visi menjadi bangsa yang satu dan utuh .
 Keunikan wilayah dan heterogenitas itu anatara lain sebagai berikut :
  1. Indonesia bercirikan negara kepulauan atau maritim
  2. Indonesia terletak anata dua benua dan dua sameudera(posisi silang)
  3. Indonesia terletak pada garis khatulistiwa
  4. Indonesia berada pada iklim tropis dengan dua musim
  5. Indonesia menjadi pertemuan dua jalur pegunungan yaitu sirkumpasifik dan Mediterania
  6. Wilayah subur dan dapat dihuni
  7. Kaya akan flora dan fauna dan sumberdaya alam
  8. Memiliki etnik yang banyak sehingga memiliki kebudayaan yang sangat beragam
  9. Memiliki jumlah penduduk dalam jumlah yang besar ke 3, sebanyak 237,6 juta juta jiwa http://health.liputan6.com/read/2027703/jumlah-penduduk-di-indonesia-melesat-dalam-10-tahun

Aspek Geopolitis dan Kepentingan Nasional
Prinsip geopolitik bahwa bangsa Indonesia  memanndang wikayahnya sebagai ruang hidupnya namun bangsa Indonesia tidak ada semangat untuk memperluas wilayah sebagai ruang hidup (lebensraum). Salah satu kepentingan nasional Indonesia adalah bangaimanan menjadikan bangsa dan wilayah negara Indonesia senantiasa satu dan utuh. Kepentingan nasional itu merupakan turunan lanjut dari cita-cita nasional, tujuan nasional maupun visi nasional

Kesimpulan
Secara sederhana wawasan nusantara berarti cara pandang bangsa Indonesia terhadap diri dan daerah lingkuangannya. Kita memandang bangsa Indonesia dengan Nusantara merupakan satu kesatuan. Jadi, hakikat Wawasan Nusantara adalah keutuhan dan kesatuan wilayah nasional. Hakikat Wawasan Nusantara adalah “persatuan bangsa dan kesatuan wilayah. Wawasan Nusantara berkedudukan sebagai visi bangsa. Wawasan nasional merupakan visi bangsa yang bersangkutan dalam menuju masa depan. Visi bangsa Indonesia sesuai dengan konsep Wawasan Nusantara adalah menjadi bangsa yang satu dengan wilayah yang satu dan utuh pula. Kedudukan Wawasan Nusantara sebagai salah satu konsepsi ketatanegaran Republik Indonesia. Berdasarkan fakta geografis dan sejarah, wilayah Indonesia beserta apa yang ada di dalamnya dipandang sebagai satu kesatuan. Pandangan atau Wawasan nasional Indonesia ini dinamakan Wawasan Nusantara. Wawasan Nusantara sebagai konsepsi geopolitik bangsa Indonesia.
Referensi :
http://tiekawati.wordpress.com/2014/03/15/wawasan-nusantara-sebagai-geopolitik-indonesia/


Wawasan Nusantara Sebagai Geopolitik Indonesia

Kamis, 12 Juni 2014
Posted by Unknown

// Copyright © RIZKY SEPTIAN //Anime-Note//Powered by Blogger // Designed by Johanes Djogan //