Newest Post

MASYARAKAT PERKOTAAN DAN MASYARAKAT
PEDESAAN



1. Masyarakat Perkotaan
   a. Pengertian Masyarakat
       Masyarakat adalah sekelompok manusia yang telah lama hidup dan bekerjasama, sehingga mereka dapat mengorganisasikan dirinya berpikir tentang dirinya dalam satu kesatuan sosial dalam batas-batas tertentu.
   b. Masyarakat Perkotaan
        Masyarakat perkotaan sering disebut juga dengan urban comunity. Pengertian masyarakat kota lebih ditekankan pada sifat-sifat kehidupannya serta ciri-ciri kehidupannya yang berbeda dengan masyarakat pedesaan.
   c. Ciri-ciri Masyarakat Perkotaan
       Ciri yang menonjol pada masyarakat perkotaan yaitu :
·       Kehidupan keagamaanya berkurang dibandingan masyarakat di desa.
·      Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa bergantung pada orang lain.
·      Jalan pikiran rasional yang pada umumnya dianut masyarakat perkotaan, menyebabkan interaksi yang terjadi lebih didasarkan pada kepentingan pribadi.

2. Masyarakat Pedesaan
   a. Pengertian Desa/Pedesaan
       Yang dimaksud masyarakat pedesaan adalah sekelompok orang yang hidup bersama dan bekerjasama yang berhubungan secara erat tahan lama dengan sifat-sifat yang hampir sama (heterogen) di suatu wilayah atau daerah tertentu dengan mata pencarian dari sektor pertanian
(agraris).
   b. Ciri-ciri Masyarakat Pedesaan
       Masyarakat pedesaan memiliki berbagai ciri, diantaranya adalah :
·         Di dalam masyarakat pedesaan antara warganya mempunyai hubungan yang erat dan mendalam.
·         Sistem kehidupan umumnya berkelompok dengan dasar sistem kekeluargaan.
·         Masyarakat pedesaan bersifat homogen baik dalam agama, mata pencarian, adat dan sebagainya.

3. Perbedaan Masyarakar Perkotaan dan Masyarakat Pedesaan
     Ada beberapa ciri yang dapat dipergunakan sebagai petunjuk untuk membedakan antar desa dan kota. Ciri tersebut antara lain :
a) Jumlah dan kepadatan penduduk;
b) Lingkungan hidup;
c) Mata pencaharian;
d) Corak kehidupan sosial;
e) Pola interaksi sosial;
f) Solidaritas sosial.

Meski tidak ada ukuran pasti, kota emiliki penduduk yang lebih banyak dibanding penduduk desa. Lingkungan hidup pun berbeda, di desa lingkungan hidupnya terasa lebih dekat dengan alam bebas dari pada di kota yang penuh dengan polusi dan kemacetan. Perbedaaan yang paling menonjol adalah pada mata pencaharian. Kehidupan utama pedesaan berada pada ekonomi primer yaitu agraris, sedangkan di kota mengolah bahan-bahan mentah dari desa untuk dirubah menjadi barng setengah jadi atau barang jadi. Meskipun banyak perbedaan, masyarakat pedesaan dan perkotaan
mempunyai hubungan yang erat. Dalam hal yang wajar, keduanya terdapat hubungan yang erat dan bahkan bersifat ketergantungan. Kota tergantung pada desa dalam memenuhi kebutuhan bahan pangan, sedangkan desa merupakan sumber tenaga kasar bagi jenis-jennis pekerjaan tertentu di
kota. Misalnya, buruh bangunan dalam proyek perumahan, jalan dan masih banyak lainnya.

4. Urbanisasi
  a. Arti Urbanisasi
      Urbanisasi adalah suatu proses perpindahan penduduk dari desa ke kota.
  b. Sebab-sebab Urbanisasi
      Pada dasarnya ada tiga hal utama yang menyebabkan timbulnya urbanisasi, yaitu :
 Adanya pertambahan penduduk secara alamiah
 Terjadinya arus perpindahan dari desa ke kota
  Tertariknya pemukiman pedesaan ke dalam lingkup kota (berkaitan dengan tersedianya kesempatan bekerja)
  c. Akibat Urbanisasi
      Salah satu bentuk yang paling nyata dari hubungan antar desa dan kota adalah proses urbanisasi. Akibat dari urbanisasi antara lain adalah :
 Terbentuknya suburb, tempat-tempat pemukiman baru di pinggiran kota.
 Makin meningkatnya tuna-karya (orang-orang yang tidak mempunyai pekerjaan tetap).


ISD BAB 7 masyarakat desa dan masyarakat kota

Sabtu, 03 Januari 2015
Posted by Unknown
PELAPISAN SOSIAL DAN KESAMAAN DERAJAT


1. PELAPISAN SOSIAL
     a. Pengertian
        Masyarakat terbentuk dari individu-individu. Individu-individu yang terdiri dari berbagai latar belakang tentu akan membentuk suatu masyarakat yang heterogen yang terdiri dari kelompok-kelompok sosial. Dengan adanya atau terjadinya kelompok sosial ini maka terbentuklah suatu pelapisan masyarakat atau terbentuklah masyarakat yang berstrata.
     b. Pelapisan sosial ciri tetap kelompok sosial
         Pembagian dan pemberian kedudukan yang berhubungan dengan jenis kelamin nampaknya menjadi dasar dari seluruh sistem sosial masyarakat kuno. Tetapi hal ini perlu diingat bahwa ketetentuan-ketentuan tentang pembagian kedudukan antara laki-laki dan perempuan yang kemudian menjadi dasar daripada pembagian pekerjaan, semata-mata adalah ditentukan oleh sistem kebutuhan itu sendiri.
     c. Terjadinya pelapisan sosial
        Terjadinya pelapisan sosial ini terjadi antara lain oleh :
          - Karena sendirinya
- Karena kesengajaan
     d. Pembedaan sistem pelapisan menurut sifatnya
          Menurut sifatnya, maka sistem pelapisan dalam masyarakat dapat dibedakan menjadi :
1. Sistem pelapisan masyarakat yang tertutup
2. Sistem pelapisan masyarakat yang terbuka
3. Bebarapa teori tentang pelapisan sosial

2. KESAMAAN DERAJAT
     Siafat perhubungan antara manusia dan lingkungan masyarakat pada umumnya adalah timbal balik, artinya orang seorang itu sebagai anggota masyarakat, mempunyai hak dan kewajiban, baik terhadap masyarakat maupun terhadap pemerintah dan negara. Kesamaan derajat ini dijamin oleh Undang-undang, yaitu dalam kesamaan derajat yang terwujud dalam jaminan hak yang diberikan dalam berbagai sektor kehidupan. Hak ini yang kemudian dikenal dengan Hak Asasi Manusia.

3. ELITE DAN MASSA
     a. Elite
         Dalam pengertian yang umum elite itu menunjuk sekelompok orang yang dalam masyarakat menempati kedudukan tinggi. Dalam arti yang khusus dapat
diartikan sekelompok orang terkemuka di bidang-bidang tertentu.
Dalam hal ini kita dapat membedakan elite pemegang strategi secara garis
besar sebagai berikut :
a. Elite politik (elite yang berkuasa dalam mencapai tujuan)
b. Elite ekonomi, diplomatik dan cendekiawan
c. Elite agama, filsuf, pendidik dan pemuka masyarakat


 Warganegara dan Negara

Negara dan Warganegara adalah suatu kata yang saling berkaitan,karena disuatu Negara pasti terdapat masyarakat yang kita sebut dengan warganegara. Banyak orang yang masih tidak tahu menahu mengenai arti dari suatu warga Negara dan perbedaannya dengan masyarakat. Warganegara adalah suatu kumpulan masyarakat yang mempunyai ikatan secara hukum dengan Negara dimana ia berasal.

Kita sebagai warganegara mempunyai beberapa hak dan kewajiban terhadap negara kita,disini saya akan beri contoh pada Negara Indonesia. Didalam Undang Undang 1945,diatur mengenai hak dan kewajiban suatu warganegara Indonesia,hak Warganegara Indonesia adalah

1. Hak atas pekerjaaan dan penghidupan yang layak
2. Hak atas pendidikan yang baik
3. Hak perlakuan yang adil dan sama didepan hukum
4. Hak kelangsungan hidup
5. Hak untuk hidup dan mempertahankan hidup

Dan kewajiban warganegara adalah :

1. Warganegara harus menaati hukum yang berlaku
2. Warganegara ikut dalam upaya bela negara
3. Wajib menghormati hak asasi manusia (HAM)
4. Wajib ikut serta dalam upaya keamanan dan pertahanan Negara
5. Wajib tunduk pada pembatasan yang ditetapkan oleh Undang Undang 1945

Dijelaskan bahwa seluruh warganegara Indonesia mempunyai hak atas pendidikan yang layak dan baik namun dibeberapa daerah khususnya daerah pedalaman belumlah mendapatkan kualitas pendidikan yang baik. Entah itu fasilitasnya atau sarana yang ada. Kemudian kewajiban warganegara contohnya adalah kita mentaati hukum yang berlaku. Sebagai warganegara yang baik,sudah menjadi kewajiban untuk mentaati hukum dan tidak melanggar hukum yang ada. Banyak dari kita yang mengaku warganegara Indonesia,namun ada beberapa dari kita yang belum menjadi seorang warga negara yang baik dan teladan dikarenakan ada beberapa dari kita yang pasti melanggar aturan hukum tersebut.

·  Pembagian hukum
Pembagian Hukum Menurut Isinya
1. Hukum Privat(Hukum Sipil), yaitu hukum yang mengatur hubungan antara dua orang atau lebih dengan menitikberatkan masalah kepada kepentingan perorangan.
2. Hukum Publik(Hukum negara), yaitu hukum yang mengatur hubungan antara Negara dengan alat-alat perlengkapan kenegaraan atau hubungan antara negara dengan perorangan(warga negara)

Pembagian Hukum Menurut Tempat Berlakunya
1. Hukum nasional, yaitu hukum yang berlakubagi seluruh warga negara di dalam suatu negara.
2. Hukum Internasional, yaitu hukum yang mengatur hubungan hukum dalam dunia internasional.
3. Hukum Asing, yaitu hukum yang berlaku di negara lain yang harus ditaati apabila warga negara masuk ke wilayah negara negara lain.
4. Hukum Agama, yaitu kumpulan norma-norma yang ditetapkan bersama oleh masing-masing agama untuk para anggota pengikutnya.


PEMUDA DAN SOSIALISASI

1. Internalisasi Belajar dan Spesialisasi
Internalisasi adalah proses norma-norma kemasyarakatan yang tidak berhenti sampai institutisionalisasi saja, akan tetapi mungkin norma-norma tersebut sudah mendarah daging dalam jiwa anggota masyarakat.

a. Masalah-masalah Kepemudaan
    Problema yang dialami pemuda disebabkan karena sebagai akibat dari proses pendewasaan seseorang, penyesuaian dirinya dengan situasi yang baru timbullah harapan setiap pemuda akan mempunyai masa depan yang lebih baik daripada orang tuanya.

b. Hakikat Kepemudaan
Hakikat Kepemudaan ditinjau dari 2 asumsi :
·         Penghayatan mengenal proses perkembangan manusia bukan sebagai suatu kontinum yang sambung menyambung tetapi fragmentaris, terpecah-pecah, dan setiap fragmen mempunyai artinya sendirisendiri.
·         Merupakan tambahan dari asumsi wawasan kehidupan ialah posisi pemuda dalam arah kehidupan itu sendiri.

2. Pemuda dan Identitas
     Kaum muda dalam setiap masyarakat dianggap sedang mengalami apa yang dinamakan “moratorium”, yaitu merupakan masa persiapan yang diadakan masyarakat untuk memungkinkan pemuda-pemuda yang bersangkutan dalam jangka waktu tertentu mengalami perubahan, dengan sekalian kesalahan yang mereka buat dalam mengalami perubahan itu Menurut pola dasar pembinaan dan pengembangan generasi muda bahwa permasalahan generasi muda dapat dilihat dari beberapa aspek sosial, yakni :
1) Sosial Psikologi
2) Sosial Budaya
3) Sosial Ekonomi
4) Sosial Politik

3. Perguruan dan Pendidikan
     Sebagai satu bangsa yang manetapkan Pancasila sebagai falsafah hidup bangsa dan negara Indonasia, maka pendidikan nasional yang dibutuhkan adalah pendidikan dengan dasar dan tujuan menurut Pancasila. Dalam implementasinya, pendidian tersebut diarahkan menjadi pendidikan pembangunan, satu pendidikan yang akan membina ketahanan hidup bangsa, baik secara fisik maupun secara ideologis dan mental. Melalui pendidikan itu diharapkan bangsa Indonesia akan mampu membebaskan diri dari belenggu kemiskinan dan keterbelakangan, melalui suatu alternatif pembangunan yang lebih baik, serta menghargai kemajuan yang antara lain bercirikan perubahan yang berkesinambungan. Faktor yang penting dalam pembangunan
·           Pendidikan Formal
·           Pendidikan Nonformal
·           Pendidikan Informal
·           Lembaga-lembaga Pendidikan di Bawah Departemen dan Nondepartemen

4. Peranan Pemuda Dalam Masyarakat
·         Peranan pemuda yang didasarkan atas usaha pemuda untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan lingkungan.
·         Peranan pemuda yang menolak untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Beberapa Asas Pembinaan dan Pengembangan Generasi Muda
1) Asas Edukatip
2) Asas Persatuan dan Kesatuan Bangsa
3) Asas Swakarsa
4) Asas Keselarasan dan Terpadu

5) Asas Pendayagunaan dan Fungsionalisasi
INDIVIDU, KELUARGA DAN MASYARAKAT

1.      Pertumbuhan Individu
a.       Pengertian Individu
Individu berasal dari kata latin, “individuum” artinya “yang tak terbagi”.Jadi, merupakan suatu sebutan yang dapat dipakai untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas. Individu adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki peraanan khas di dalam lingkungan sosialnya, melainkan juga mempunyai kepribadian serta pola tingkah laku spedifik dirinya yang memiliki 3 aspek yang melekat pada dirinya, yaitu aspek organik jasmaniah, aspek psikis-rohaniah, dan aspek sosial-kebersamaan.

b.        Pengertian Pertumbuhan
Pertumbuhan adalah suatu perubahan yang menuju ke arah yang lebih maju dan lebih dewasa.
·      Proses Asosiasi
·      Proses Diferensiasi
·      Konsepsi aliran Sosiologi
·      Pendirian Nativistik
·      Pendirian Emperistik dan Environmentalistik
·      Pendirian Konvergensi dan Interaksionisme
·      Tahap Pertumbuhan Individu Berdasar Psikologi
3) Pengertian Masyarakat
Menurut Drs. JBAF Mayor, masyarakat adalah wadah segenap antar hubungan sosial terdiri atas banyak sekali kolektiva- kolektiva serta kelompok dari tiap-tiap kelompok terdiri atas kelompok-kelompok lebih baik atau sub kelompok.
Menurut Prof. M.M Djojodiguno, masyarakat adalah suatu kebulatan dari pada segala perkembangan dalam hidup bersama antara manusia dangan manusia.
·           Menurut Hasan Sadily, masyarakat adalah suatu keadaan badan atau
kumpulan manusia yang hidup bersama.
·           Masyarakat adalah suatu kelompok manusia yang telah memiliki
tatanan kehidupan, norma-norma, adat istiadat yang sama-sama ditaati
dalam lingkungannya.

Pembagian Masyarakat :
Ilmu Sosial Dasar Page 16
·         Masyarakat Sederhana
·         Masyarakat Maju
·         Masyarakat Non Industri
·         Kelompok Primer
·         Kelompok Sekunder
·         MasyarakatIndustri

4. Hubungan Antara Individu, Keluarga dan Masyarakat
a. Makna Individu
Makhluk individu berarti makhluk yang tidak dapat dibagi-bagi, tidak
Dapat dipisah-pisahkan antar kesatuan jiwa dan raganya. Para psikologi modern menegaskan bahwa manusia itu merupakan satu kesatuan jiwa raga yang kegiatannya sebagai keseluruhan, sebagai kasatuan.
     b. Makna Keluarga
Keluarga merupakan kelompok primer yang paling penting didalam masyarakat.Jadi keluarga dalam bentuk yang murni merupakan satu kesatuan sosial ini mempunyai sifat-sifat tertentu yang sama, dimana saja dalam satauan masyarakat manusia.
c. Makna Masyarakat
R. Linton, masyarakat adalah setiap kelompok manusia yang telah cukup
lama hidup dan bekerja sama, sehingga mereka dapat mengorganisasikan dirinya dan berfikir tentang dirinya sebagai satu kesatuan sosial dengan

batas-batas tertentu.
PENDUDUK DAN MASYARAKAT  KEBUDAYAAN

1. Kematian ( Mortalitas )
– Tingkat Kematian Kasar ( Crude Death Rate ) adalah banyaknya orang yang meninggal pada suatu tahun per jumlah penduduk pertengahan tahun tersebut.
– Tingkat Kematian Khusus ( Age Spesific Death Rate ) dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain umur, jenis kelamin, pekerjaan.
2. Kelahiran ( Fertilitas )
– Tingkat Kelahiran Kasar ( Crude Birth Rate ) adalah jumlah kelahiran hidup pada suatu daerah pada tahun tertentu tiap 1000 penduduk pada pertengahan tahun tersebut.
– Tingkat Kelahiran Khusus ( Age Spesific Fertility Rate ) menunjukkan banyaknya kelahiran menurut umur wanita yang berada dalam kelompok umur 15 – 49 tahun.
3. Migrasi
Aspek dinamis kehidupan kelompok dalam ruang ialah gerakan penduduk yang dinamai migrasi. Selain migrasi ada istilah lain tentang dinamika penduduk yaitu mobilitas. Pengertian mobilitas lebih luas daripada migrasi, sebab mobilitas mencakup perpindahan teritorial secara permanen dan sementara. Sedangkan migrasi bila dikaitkan dengan unsur waktu di tempat yang baru misalnya minimal 6 bulan atau satu tahun. Sedangkan bagi mereka yang pernah pindah tempat tinggal kurang dari batas waktu tersebut disebut melakukan mobilitas sirkuler.
Langkah – langkah seseorang migran dalam menentukan keputusannya untuk pindah ke daerah lain atau kawasan ( areal ) lain terlebih dahulu ingin mengetahui lebih dahulu faktor – faktor sebagai berikut :
– persediaan sumber alam
– lingkungan sosial budaya
– potensi ekonomi
– alat masa depan
– Akibat Migrasi
a.       Urbanisasi ( migrasi dari desa ke kota ) walaupun urutannya sangat kecil, namun dapat mempengaruhi pola distribusi penduduk penduduk secara keseluruhan.
b.      Migrasi interegional di Indonesia kebanyakan dilaksanakan oleh mereka yang berumur produktif dan berkreasi tinggi. Hal tersebut memungkinkan tingginya angka pertumbuhan penduduk serta tingkat laju pembangunan di luar jawa.
c.       Migrasi antar negara di Indonesia adalah sangat kecil dari hasil sensus penduduk pada tahun 1971 sampai dengan 1980 migrasi masuk ( immigrasi ) hanya ada 0,16 % dan migrasi ke luar ( emigrasi ) hanya sebesar 0,57 % per tahun. Sehingga akibatnya kurang nyata terhadap distribusi penduduk Indonesia.
Komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin mempunyai peranan yang sangat penting hanya dapat untuk mengetahui :
– Pertumbuhan penduduk di suatu daerah termasuk cepat atau lambat.
– Rasio ketergantungan.
– Jumlah wanita dalam usia subur.
– Jumlah tenaga kerja yang tersedia.
– Berdasarkan tempat tinggal.
– Bentuk piramida.
Untuk mengetahui pertumbuhan suatu daerah cepat atau lambat dapat juga dilihat dari bentuk piramida penduduk. Karena dengan melihat bentuk piramida penduduk akan diketahui mengenai perbandingan jumlah penduduk anak – anak, dewasa, dan orang tua pada wilayah yang bersangkutan.
Keadaan struktur atau komposisi penduduk yang berbeda – beda akan menunjukan bentuk piramida yang berbeda – beda pula.
Ada tiga Jenis struktur penduduk :
1.    Piramida penduduk muda, ini menggambarkan komposisi penduduk dalam pertumbuhan dan sedang berkembang. Jumlah angka kelahiran lebih besar daripada jumlah kematian.
2.    Piramida Stationer, ini menggambarkan keadaan penduduk yang tetap ( statis ) sebab
tingkat kematian rendah dan tingkat kelahiran tidak begitu tinggi.
3.    Piramida penduduk tua, ini menggambarkan adanya penurunan tingkat kelahiran yang sangat pesat dan tingkat kematian kecil sekali. Apabila angka kelahiran jenis kelamin pria besar, maka suatu negara bisa kekurangan penduduk.
Rasio Ketergantungan ( Dependency of ratio ) ialah angka yang menunjukkan perbandingan jumlah penduduk golongan umur yang belum produktif dan sudah tidak produktif kerja lagi dengan jumlah penduduk golongan umur produktif kerja. Biasanya dinyatakan dalam persen ( % ).

 Kebudayaan dan Kepribadian
 Pertumbuhan dan Perkembangan Kebudayaan di Indonesia.
- Zaman Batu sampai Zaman Logam
Upaya menelusuri sejarah peradaban bangsa Indonesi, mulai dari zaman batu sampai logam, sungguh akan berliku – liku, memerlukan waktu pembahasan yang panjang. Berdasarkan pendapat – pendapat para ahli prehistoris, ternyata bahwa zaman batu itupun terbagi dalam : Zaman Batu Tua ( Palaeolithikum ) dan Zaman Batu Muda ( Neolithikum ).
Alat – alat batu pada zaman batu tua, baik bentuk ataupun permukaan peralatan masih kasar – kasar, misalnya kapak genggam.
Bersamaan dengan persebaran budaya kapak – kapak batu itu, tersebar pula bahasa Proto Austronesia sebagai induk atau cikal bakal bahasa dari bahasa – bahasa yang mendiami pulau – pulau diantara Samudra Indonesia dan Samudra Pasifik. Dengan begitu bahasa Proto Autronesia sebagai induk bahasa – bahasa d wilayah negara – negara anggota Asean, khususnya Republik Indonesia, dikemudian hari muncul sebagai bahasa Melayu.
Zaman batu muda ( Neolithikum ) benar – benar membawa revolusi dalam kehidupan manusia. Pada zaman ini, mereka mulai hidup menetap, membuat rumah, membuat kelompok masyarakat desa, bertani dan beternak untuk memenuhi kebutuhan hidup. Sejalan dengan itu revolusi alat – alat keperluan penunjang kehidupan pun terjadi.
Suatu hal yang patut dicatat tentang permulaan zaman logam ini, ialah kenyataan yang jelas bahwa Indonesia sebelum zaman Hindu telah mengenal kebudayaan yang tinggi derajatnya, dan zaman tersebut pada dasarnya penting sekali untuk perkembangan sejarah Indonesia selanjutnya.

Kebudayaan Hindu, Budha dan Islam
1. Kebudayaan Hindu dan Budha.
Pada abad ke-3 dan ke-4 agama Hindu masuk ke Indonesia, khususnya ke Pulau Jawa. Perpaduan atau akulturasi anatara kebudayaan setempat dengan kebudayaan.
Hindu yang berasal dari India itu berlangsung luwes dan mantap. Sekitar abad ke-5, ajaran Budha atau Budhisme masuk ke Indonesia, khususnya ke Pulau Jawa. Agama / ajaran Budha dapat dikatakan berpandangan lebih maju daripada Hinduisme, sebab Budhisme tidak menghendaki adanya kasta – kasta dala masyarakat.

2. Kebudayaan Islam.
Pada abad ke-15 dan ke-16 agama Islam telah dikembangkan di Indonesia. Oleh para pemuka – pemuka Islam yang disebut Wali Sanga. Titil sentral penyebaran agama islan pada abad itu berada di Pulau Jawa. Sebenarnya agama Islam masuk ke Indonesia, khususnya ke Pulau Jawa sebelum abad ke-11 sudah ada wanita islam yang meninggal dan dimakamkan di kota Gresik. Masuknya agama islam ke Indonesia teristimewa ke Pulau Jawa berlangsung dalam seasana damai. Hal ini disebabkan karena agama islam dimasukkan ke Indonesia tidaj dengan secara paksa, melainkan dengan cara baik – baik. Disamping itu disebabkan siap toleransi yang dimiliki bangsa kita.
Di daerah – daerah yang belum amat terpengaruh oleh kebudayaan Hindu, agama islam mempunyai pengaruh yang mendalam dalam ehidupan penduduk di daerah yang bersangkutan.
Agama islam berkembang pesat di Indonesia dan menjadi agama yang mendapat penganut sebagian terbesar penduduk Indonesia. Tak dapat dipungkiri lagi, bahwa kebudayaan islam memberi saham terbesar bagi perkembangan kebudayaan dan kepribadian bangsa Indonesia.

3. Kebudayaan Barat
Unsur kebudayaan yang juga memberi warna terhadap corak lain dari kebudayaan dan kepribadian bangsa Indonesia adalah kebudayaan barat. Awalnya kebudayaan barat masuk ke negara Republik Indonesia ketika kaum kolonialis / penjajah masuk ke Indonesia, terutama bangsa Belanda. Mulai dari penguasaan dan kekuasaan perusahaan dagang Belanda ( VOC ) dan berlanjut dengan pemerintahan kolonialis Belanda, di kota – kota propinsi, kabupaten muncul bangunan – bangunan dengan gaya arsitektur Barat. Dalam kurun waktu itu juga, di kota – kota pusat pemerintahan, terutama di Jawa, Sulawesi Utara, dan Maluku berkembang dua lapisan sosial antara lain :
1. Lapisan sosial yang terdiri dari kaum buruh.
2. Lapisan sosial kaum pegawai.


Dalam lapisan sosial kedua inilah pendidikan Barat di sekolah – sekolah dan kemampuan / kemahiran bahasa Belanda menjadi syarat utama untuk mencapai kenaikan kelas sosial.
Akhirnya masih harus disebut sebagai pengaruh kebudayaan Eropa yang masuk juga ke dalam kebudayaan Indonesi, ialah agama Katolik dan Agama Kristen Protestan. Agama – agama tersebut biasanya disiarkan dengan sengaja oleh organisasi – organisasi penyiaran agama ( missie untuk agama Katolik dan zending untuk agama Kristen ) yang semuanya bersifat swasta. Penyiaran dilakukan terutama didaerah – daerah dengan penduduk yang belum pernah mengalami pengaruh agama Hindu, Budha, atau Islam.
Sudah menjadi watak dan kepribadian Timur pada umumnya, serta masyarakat Jawa khususnya, bahwa dalam menerima setiap kebudayaan yang datang dari luar, kebudayaan yang dimilikinya tidaklah diabaikan. Tetapi disesuaikan kebudayaan yang baru itu dengan kebudayaan lama.

ISD sebagai mata kuliah MKDU

Ilmu Sosial Dasar
Ilmu Sosial Dasar (ISD) adalah suatu program pelajaran baru yang berkembang di Perguruan Tinggi. ISD adalah Ilmu-ilmu sosial dipergunakan dalam pendekatan, sekaligus sebagai sarana jalan keluar untuk mencari pemecahan masalah-masalah sosial yang berkembang dalam kehidupan masyarakat.

Tujuan
Dari salah satu matakuliah dasar umum, Ilmu Sosial Dasar mempunyai tujuan pembinaan mahasiswa agar :
a.       Memahami dan menyadari adanya kenyataan-kenyataan sosial dan masalah-masalah sosial yang ada dalam masyarakat
b.      Peka dalam masalah-masalah sosial dan tanggap ikut serta dalam usaha-usaha menanggulangi nya
c.       Menyadari bahwa setiap mmasalah sosial yang timbul dalam masyarakat selalu bersifat kompleks dan hanya dapat mendekatinya dan mempelajari secara kritis-interdisipliner
d.      Memahami jalan pikiran para ahli dari bidang ilmu pengetahuan lain dan dapat berkomunikasi dengan mereka dalam rangka penggulangan masalah sosial yang timbul dalam masyarakat


Ilmu Sosial Dasar Sebagai Komponen Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU)
MKDU di kelompokkan menjadi 2 bagian. Pertama diharapkan memberi dasar pedoman-pedoman untuk bertindak sebagai warga negara terpelajar. Kedua diharapkan dapat membantu kepekaan mahasiswa, berkenaan dengan lingkungan alamiah, sosial dan budaya. Sebagai mata kuliah umum, ISD bertujuan membantu perkembangan wawasan pemikiran dan kepribadian mahasiswa agar mamperoleh wawasan pemikiran yang luas dan ciri-ciri kepribadian yang diharapkan dari setiap anggota golongan terpelajar.
Secara spesifik kemampuan pribadi yang hendak dicapai melalui MKDU bertujuan menghasilkan warga negara sarjana yang berkualitas sebagai berikut :
1.      Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
2.      Berjiawa pancasila
3.      Memiliki wawasan sejarah perjuangan bangsa
4.      Memiliki wawasan koprehensif dan pendekatan integral didalam menyikapi permasalahan kehidupan
5.      Memiliki wawasan budaya yang luas tentang kehidupan bermasyarakat dan secara bersama-sama mampu berperan serta meningkatkan kualitasnya

Ruang Lingkup Pembahasan
a. Adanya berbagai aspek pada kenyataan-kenyataan yang bersama-sama merupakan suatu masalah sosial.
b. Adanya beraneka ragam golongan dan kesatuan sosial dalam masyarakat yang masing-masing mempunyai kepentingan kebutuhan serta pola pemikiran dan pola tingkah laku sendiri.

Masalah-masalah Sosial dan Ilmu Sosial Dasar
Pengertian masalah sosial ada 2 pengertian :
a. Menurut umum bahwa segala sesuatu yang menyangkut kepentingan umum adalah masalah sosial.

b. Menurut para ahli masalah sosial adalah suatu kondisi atau perkembangan yang terwujud salam masyarakat yang berdasarkan atas studi mereka mempunyai sifat yang dapat menimbulkan kekacauan terhadap kehidupan warga masyarakat secara keseluruhan.

// Copyright © RIZKY SEPTIAN //Anime-Note//Powered by Blogger // Designed by Johanes Djogan //