Newest Post
MASYARAKAT PERKOTAAN DAN MASYARAKAT
PEDESAAN
1.
Masyarakat Perkotaan
a. Pengertian Masyarakat
Masyarakat
adalah sekelompok manusia yang telah lama hidup dan bekerjasama, sehingga
mereka dapat mengorganisasikan dirinya berpikir tentang dirinya dalam satu
kesatuan sosial dalam batas-batas tertentu.
b. Masyarakat Perkotaan
Masyarakat perkotaan sering disebut juga
dengan urban comunity. Pengertian masyarakat kota lebih ditekankan pada
sifat-sifat kehidupannya serta ciri-ciri kehidupannya yang berbeda dengan masyarakat
pedesaan.
c. Ciri-ciri Masyarakat Perkotaan
Ciri
yang menonjol pada masyarakat perkotaan yaitu :
· Kehidupan
keagamaanya berkurang dibandingan masyarakat di desa.
· Orang kota pada
umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa bergantung pada orang lain.
· Jalan pikiran
rasional yang pada umumnya dianut masyarakat perkotaan, menyebabkan interaksi
yang terjadi lebih didasarkan pada kepentingan pribadi.
2.
Masyarakat Pedesaan
a. Pengertian Desa/Pedesaan
Yang dimaksud masyarakat pedesaan adalah
sekelompok orang yang hidup bersama dan bekerjasama yang berhubungan secara
erat tahan lama dengan sifat-sifat yang hampir sama (heterogen) di suatu
wilayah atau daerah tertentu dengan mata pencarian dari sektor pertanian
(agraris).
b. Ciri-ciri Masyarakat Pedesaan
Masyarakat
pedesaan memiliki berbagai ciri, diantaranya adalah :
·
Di
dalam masyarakat pedesaan antara warganya mempunyai hubungan yang erat dan
mendalam.
·
Sistem
kehidupan umumnya berkelompok dengan dasar sistem kekeluargaan.
·
Masyarakat
pedesaan bersifat homogen baik dalam agama, mata pencarian, adat dan
sebagainya.
3.
Perbedaan Masyarakar Perkotaan dan Masyarakat Pedesaan
Ada
beberapa ciri yang dapat dipergunakan sebagai petunjuk untuk membedakan antar
desa dan kota. Ciri tersebut antara lain :
a)
Jumlah dan kepadatan penduduk;
b)
Lingkungan hidup;
c)
Mata pencaharian;
d)
Corak kehidupan sosial;
e)
Pola interaksi sosial;
f)
Solidaritas sosial.
Meski
tidak ada ukuran pasti, kota emiliki penduduk yang lebih banyak dibanding
penduduk desa. Lingkungan hidup pun berbeda, di desa lingkungan hidupnya terasa
lebih dekat dengan alam bebas dari pada di kota yang penuh dengan polusi dan
kemacetan. Perbedaaan yang paling menonjol adalah pada mata pencaharian.
Kehidupan utama pedesaan berada pada ekonomi primer yaitu agraris, sedangkan di
kota mengolah bahan-bahan mentah dari desa untuk dirubah menjadi barng setengah
jadi atau barang jadi. Meskipun banyak perbedaan, masyarakat pedesaan dan
perkotaan
mempunyai
hubungan yang erat. Dalam hal yang wajar, keduanya terdapat hubungan yang erat
dan bahkan bersifat ketergantungan. Kota tergantung pada desa dalam memenuhi
kebutuhan bahan pangan, sedangkan desa merupakan sumber tenaga kasar bagi
jenis-jennis pekerjaan tertentu di
kota.
Misalnya, buruh bangunan dalam proyek perumahan, jalan dan masih banyak
lainnya.
4.
Urbanisasi
a.
Arti Urbanisasi
Urbanisasi adalah suatu proses perpindahan
penduduk dari desa ke kota.
b.
Sebab-sebab Urbanisasi
Pada dasarnya ada tiga hal utama yang
menyebabkan timbulnya urbanisasi, yaitu :
Adanya pertambahan penduduk secara alamiah
Terjadinya arus perpindahan dari desa ke kota
Tertariknya
pemukiman pedesaan ke dalam lingkup kota (berkaitan dengan tersedianya kesempatan bekerja)
c.
Akibat Urbanisasi
Salah satu bentuk yang paling nyata dari
hubungan antar desa dan kota adalah proses urbanisasi. Akibat dari urbanisasi
antara lain adalah :
Terbentuknya suburb, tempat-tempat pemukiman baru di pinggiran kota.
Makin meningkatnya tuna-karya (orang-orang yang tidak mempunyai pekerjaan
tetap).
PELAPISAN SOSIAL DAN KESAMAAN DERAJAT
1.
PELAPISAN SOSIAL
a. Pengertian
Masyarakat terbentuk dari individu-individu.
Individu-individu yang terdiri dari berbagai latar belakang tentu akan
membentuk suatu masyarakat yang heterogen yang terdiri dari kelompok-kelompok
sosial. Dengan adanya atau terjadinya kelompok sosial ini maka terbentuklah
suatu pelapisan masyarakat atau terbentuklah masyarakat yang berstrata.
b.
Pelapisan sosial ciri tetap kelompok sosial
Pembagian dan pemberian kedudukan yang berhubungan
dengan jenis kelamin nampaknya menjadi dasar dari seluruh sistem sosial
masyarakat kuno. Tetapi hal ini perlu diingat bahwa ketetentuan-ketentuan
tentang pembagian kedudukan antara laki-laki dan perempuan yang kemudian menjadi
dasar daripada pembagian pekerjaan, semata-mata adalah ditentukan oleh sistem
kebutuhan itu sendiri.
c. Terjadinya pelapisan sosial
Terjadinya
pelapisan sosial ini terjadi antara lain oleh :
- Karena sendirinya
-
Karena kesengajaan
d. Pembedaan sistem pelapisan menurut
sifatnya
Menurut sifatnya, maka sistem
pelapisan dalam masyarakat dapat dibedakan menjadi :
1.
Sistem pelapisan masyarakat yang tertutup
2.
Sistem pelapisan masyarakat yang terbuka
3.
Bebarapa teori tentang pelapisan sosial
2.
KESAMAAN DERAJAT
Siafat
perhubungan antara manusia dan lingkungan masyarakat pada umumnya adalah timbal
balik, artinya orang seorang itu sebagai anggota masyarakat, mempunyai hak dan
kewajiban, baik terhadap masyarakat maupun terhadap pemerintah dan negara. Kesamaan
derajat ini dijamin oleh Undang-undang, yaitu dalam kesamaan derajat yang
terwujud dalam jaminan hak yang diberikan dalam berbagai sektor kehidupan. Hak
ini yang kemudian dikenal dengan Hak Asasi Manusia.
3.
ELITE DAN MASSA
a. Elite
Dalam
pengertian yang umum elite itu menunjuk sekelompok orang yang dalam masyarakat
menempati kedudukan tinggi. Dalam arti yang khusus dapat
diartikan
sekelompok orang terkemuka di bidang-bidang tertentu.
Dalam
hal ini kita dapat membedakan elite pemegang strategi secara garis
besar
sebagai berikut :
a.
Elite politik (elite yang berkuasa dalam mencapai tujuan)
b.
Elite ekonomi, diplomatik dan cendekiawan
c.
Elite agama, filsuf, pendidik dan pemuka masyarakat
Warganegara dan Negara
Negara
dan Warganegara adalah suatu kata yang saling berkaitan,karena disuatu Negara
pasti terdapat masyarakat yang kita sebut dengan warganegara. Banyak orang yang
masih tidak tahu menahu mengenai arti dari suatu warga Negara dan perbedaannya
dengan masyarakat. Warganegara adalah suatu kumpulan masyarakat yang mempunyai
ikatan secara hukum dengan Negara dimana ia berasal.
Kita sebagai warganegara mempunyai beberapa hak dan kewajiban terhadap negara kita,disini saya akan beri contoh pada Negara Indonesia. Didalam Undang Undang 1945,diatur mengenai hak dan kewajiban suatu warganegara Indonesia,hak Warganegara Indonesia adalah
1. Hak atas pekerjaaan dan penghidupan yang layak
2. Hak atas pendidikan yang baik
3. Hak perlakuan yang adil dan sama didepan hukum
4. Hak kelangsungan hidup
5. Hak untuk hidup dan mempertahankan hidup
Dan kewajiban warganegara adalah :
1. Warganegara harus menaati hukum yang berlaku
2. Warganegara ikut dalam upaya bela negara
3. Wajib menghormati hak asasi manusia (HAM)
4. Wajib ikut serta dalam upaya keamanan dan pertahanan Negara
5. Wajib tunduk pada pembatasan yang ditetapkan oleh Undang Undang 1945
Dijelaskan bahwa seluruh warganegara Indonesia mempunyai hak atas pendidikan yang layak dan baik namun dibeberapa daerah khususnya daerah pedalaman belumlah mendapatkan kualitas pendidikan yang baik. Entah itu fasilitasnya atau sarana yang ada. Kemudian kewajiban warganegara contohnya adalah kita mentaati hukum yang berlaku. Sebagai warganegara yang baik,sudah menjadi kewajiban untuk mentaati hukum dan tidak melanggar hukum yang ada. Banyak dari kita yang mengaku warganegara Indonesia,namun ada beberapa dari kita yang belum menjadi seorang warga negara yang baik dan teladan dikarenakan ada beberapa dari kita yang pasti melanggar aturan hukum tersebut.
Kita sebagai warganegara mempunyai beberapa hak dan kewajiban terhadap negara kita,disini saya akan beri contoh pada Negara Indonesia. Didalam Undang Undang 1945,diatur mengenai hak dan kewajiban suatu warganegara Indonesia,hak Warganegara Indonesia adalah
1. Hak atas pekerjaaan dan penghidupan yang layak
2. Hak atas pendidikan yang baik
3. Hak perlakuan yang adil dan sama didepan hukum
4. Hak kelangsungan hidup
5. Hak untuk hidup dan mempertahankan hidup
Dan kewajiban warganegara adalah :
1. Warganegara harus menaati hukum yang berlaku
2. Warganegara ikut dalam upaya bela negara
3. Wajib menghormati hak asasi manusia (HAM)
4. Wajib ikut serta dalam upaya keamanan dan pertahanan Negara
5. Wajib tunduk pada pembatasan yang ditetapkan oleh Undang Undang 1945
Dijelaskan bahwa seluruh warganegara Indonesia mempunyai hak atas pendidikan yang layak dan baik namun dibeberapa daerah khususnya daerah pedalaman belumlah mendapatkan kualitas pendidikan yang baik. Entah itu fasilitasnya atau sarana yang ada. Kemudian kewajiban warganegara contohnya adalah kita mentaati hukum yang berlaku. Sebagai warganegara yang baik,sudah menjadi kewajiban untuk mentaati hukum dan tidak melanggar hukum yang ada. Banyak dari kita yang mengaku warganegara Indonesia,namun ada beberapa dari kita yang belum menjadi seorang warga negara yang baik dan teladan dikarenakan ada beberapa dari kita yang pasti melanggar aturan hukum tersebut.
· Pembagian hukum
Pembagian
Hukum Menurut Isinya
1.
Hukum Privat(Hukum Sipil), yaitu hukum yang mengatur hubungan antara dua orang
atau lebih dengan menitikberatkan masalah kepada kepentingan perorangan.
2. Hukum
Publik(Hukum negara), yaitu hukum yang mengatur hubungan antara Negara dengan
alat-alat perlengkapan kenegaraan atau hubungan antara negara dengan
perorangan(warga negara)
Pembagian
Hukum Menurut Tempat Berlakunya
1.
Hukum nasional, yaitu hukum yang berlakubagi seluruh warga negara di dalam
suatu negara.
2.
Hukum Internasional, yaitu hukum yang mengatur hubungan hukum dalam dunia
internasional.
3. Hukum Asing,
yaitu hukum yang berlaku di negara lain yang harus ditaati apabila warga negara
masuk ke wilayah negara negara lain.
4. Hukum Agama,
yaitu kumpulan norma-norma yang ditetapkan bersama oleh masing-masing agama
untuk para anggota pengikutnya.
PEMUDA
DAN SOSIALISASI
1. Internalisasi Belajar dan
Spesialisasi
Internalisasi
adalah proses norma-norma kemasyarakatan yang tidak berhenti sampai
institutisionalisasi saja, akan tetapi mungkin norma-norma tersebut sudah mendarah
daging dalam jiwa anggota masyarakat.
a. Masalah-masalah Kepemudaan
Problema
yang dialami pemuda disebabkan karena sebagai akibat dari proses pendewasaan
seseorang, penyesuaian dirinya dengan situasi yang baru timbullah harapan
setiap pemuda akan mempunyai masa depan yang lebih baik daripada orang tuanya.
b. Hakikat Kepemudaan
Hakikat Kepemudaan ditinjau dari
2 asumsi :
·
Penghayatan
mengenal proses perkembangan manusia bukan sebagai suatu kontinum yang sambung
menyambung tetapi fragmentaris, terpecah-pecah, dan setiap fragmen mempunyai
artinya sendirisendiri.
·
Merupakan
tambahan dari asumsi wawasan kehidupan ialah posisi pemuda dalam arah kehidupan
itu sendiri.
2. Pemuda dan Identitas
Kaum muda dalam setiap masyarakat dianggap
sedang mengalami apa yang dinamakan “moratorium”, yaitu merupakan masa
persiapan yang diadakan masyarakat untuk memungkinkan pemuda-pemuda yang
bersangkutan dalam jangka waktu tertentu mengalami perubahan, dengan sekalian
kesalahan yang mereka buat dalam mengalami perubahan itu Menurut pola dasar
pembinaan dan pengembangan generasi muda bahwa permasalahan generasi muda dapat
dilihat dari beberapa aspek sosial, yakni :
1) Sosial Psikologi
2) Sosial Budaya
3) Sosial Ekonomi
4) Sosial Politik
3. Perguruan dan Pendidikan
Sebagai satu bangsa yang manetapkan
Pancasila sebagai falsafah hidup bangsa dan negara Indonasia, maka pendidikan
nasional yang dibutuhkan adalah pendidikan dengan dasar dan tujuan menurut
Pancasila. Dalam implementasinya, pendidian tersebut diarahkan menjadi
pendidikan pembangunan, satu pendidikan yang akan membina ketahanan hidup
bangsa, baik secara fisik maupun secara ideologis dan mental. Melalui
pendidikan itu diharapkan bangsa Indonesia akan mampu membebaskan diri dari
belenggu kemiskinan dan keterbelakangan, melalui suatu alternatif pembangunan
yang lebih baik, serta menghargai kemajuan yang antara lain bercirikan
perubahan yang berkesinambungan. Faktor yang penting dalam pembangunan
·
Pendidikan
Formal
·
Pendidikan
Nonformal
·
Pendidikan
Informal
·
Lembaga-lembaga
Pendidikan di Bawah Departemen dan Nondepartemen
4. Peranan Pemuda Dalam
Masyarakat
·
Peranan
pemuda yang didasarkan atas usaha pemuda untuk menyesuaikan diri dengan
tuntutan lingkungan.
·
Peranan
pemuda yang menolak untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Beberapa Asas
Pembinaan dan Pengembangan Generasi Muda
1) Asas Edukatip
2) Asas Persatuan dan Kesatuan
Bangsa
3) Asas Swakarsa
4) Asas Keselarasan dan Terpadu
5)
Asas Pendayagunaan dan Fungsionalisasi
INDIVIDU,
KELUARGA DAN MASYARAKAT
1.
Pertumbuhan
Individu
a.
Pengertian
Individu
Individu
berasal dari kata latin, “individuum” artinya “yang tak terbagi”.Jadi,
merupakan suatu sebutan yang dapat dipakai untuk menyatakan suatu kesatuan yang
paling kecil dan terbatas. Individu adalah seorang manusia yang tidak hanya
memiliki peraanan khas di dalam lingkungan sosialnya, melainkan juga mempunyai
kepribadian serta pola tingkah laku spedifik dirinya yang memiliki 3 aspek yang
melekat pada dirinya, yaitu aspek organik jasmaniah, aspek psikis-rohaniah, dan
aspek sosial-kebersamaan.
b.
Pengertian
Pertumbuhan
Pertumbuhan
adalah suatu perubahan yang menuju ke arah yang lebih maju dan lebih dewasa.
· Proses Asosiasi
· Proses
Diferensiasi
· Konsepsi aliran
Sosiologi
· Pendirian
Nativistik
· Pendirian
Emperistik dan Environmentalistik
· Pendirian
Konvergensi dan Interaksionisme
· Tahap
Pertumbuhan Individu Berdasar Psikologi
3) Pengertian Masyarakat
Menurut Drs.
JBAF Mayor, masyarakat adalah wadah segenap antar hubungan sosial terdiri atas
banyak sekali kolektiva- kolektiva serta kelompok dari tiap-tiap kelompok terdiri
atas kelompok-kelompok lebih baik atau sub kelompok.
Menurut Prof.
M.M Djojodiguno, masyarakat adalah suatu kebulatan dari pada segala
perkembangan dalam hidup bersama antara manusia dangan manusia.
·
Menurut
Hasan Sadily, masyarakat adalah suatu keadaan badan atau
kumpulan manusia yang hidup
bersama.
·
Masyarakat
adalah suatu kelompok manusia yang telah memiliki
tatanan kehidupan, norma-norma,
adat istiadat yang sama-sama ditaati
dalam lingkungannya.
Pembagian Masyarakat :
Ilmu Sosial Dasar Page 16
·
Masyarakat
Sederhana
·
Masyarakat
Maju
·
Masyarakat
Non Industri
·
Kelompok
Primer
·
Kelompok
Sekunder
·
MasyarakatIndustri
4. Hubungan Antara Individu,
Keluarga dan Masyarakat
a. Makna
Individu
Makhluk
individu berarti makhluk yang tidak dapat dibagi-bagi, tidak
Dapat dipisah-pisahkan antar kesatuan
jiwa dan raganya. Para psikologi modern menegaskan bahwa manusia itu merupakan
satu kesatuan jiwa raga yang kegiatannya sebagai keseluruhan, sebagai kasatuan.
b. Makna Keluarga
Keluarga
merupakan kelompok primer yang paling penting didalam masyarakat.Jadi keluarga
dalam bentuk yang murni merupakan satu kesatuan sosial ini mempunyai
sifat-sifat tertentu yang sama, dimana saja dalam satauan masyarakat manusia.
c. Makna
Masyarakat
R. Linton,
masyarakat adalah setiap kelompok manusia yang telah cukup
lama
hidup dan bekerja sama, sehingga mereka dapat mengorganisasikan dirinya dan
berfikir tentang dirinya sebagai satu kesatuan sosial dengan
batas-batas
tertentu.
PENDUDUK
DAN MASYARAKAT KEBUDAYAAN
1. Kematian (
Mortalitas )
– Tingkat Kematian Kasar ( Crude Death Rate ) adalah banyaknya orang yang meninggal pada suatu tahun per jumlah penduduk pertengahan tahun tersebut.
– Tingkat Kematian Khusus ( Age Spesific Death Rate ) dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain umur, jenis kelamin, pekerjaan.
– Tingkat Kematian Kasar ( Crude Death Rate ) adalah banyaknya orang yang meninggal pada suatu tahun per jumlah penduduk pertengahan tahun tersebut.
– Tingkat Kematian Khusus ( Age Spesific Death Rate ) dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain umur, jenis kelamin, pekerjaan.
2. Kelahiran (
Fertilitas )
– Tingkat Kelahiran Kasar ( Crude Birth Rate ) adalah jumlah kelahiran hidup pada suatu daerah pada tahun tertentu tiap 1000 penduduk pada pertengahan tahun tersebut.
– Tingkat Kelahiran Khusus ( Age Spesific Fertility Rate ) menunjukkan banyaknya kelahiran menurut umur wanita yang berada dalam kelompok umur 15 – 49 tahun.
– Tingkat Kelahiran Kasar ( Crude Birth Rate ) adalah jumlah kelahiran hidup pada suatu daerah pada tahun tertentu tiap 1000 penduduk pada pertengahan tahun tersebut.
– Tingkat Kelahiran Khusus ( Age Spesific Fertility Rate ) menunjukkan banyaknya kelahiran menurut umur wanita yang berada dalam kelompok umur 15 – 49 tahun.
3. Migrasi
Aspek dinamis kehidupan kelompok dalam ruang ialah gerakan penduduk yang dinamai migrasi. Selain migrasi ada istilah lain tentang dinamika penduduk yaitu mobilitas. Pengertian mobilitas lebih luas daripada migrasi, sebab mobilitas mencakup perpindahan teritorial secara permanen dan sementara. Sedangkan migrasi bila dikaitkan dengan unsur waktu di tempat yang baru misalnya minimal 6 bulan atau satu tahun. Sedangkan bagi mereka yang pernah pindah tempat tinggal kurang dari batas waktu tersebut disebut melakukan mobilitas sirkuler.
Aspek dinamis kehidupan kelompok dalam ruang ialah gerakan penduduk yang dinamai migrasi. Selain migrasi ada istilah lain tentang dinamika penduduk yaitu mobilitas. Pengertian mobilitas lebih luas daripada migrasi, sebab mobilitas mencakup perpindahan teritorial secara permanen dan sementara. Sedangkan migrasi bila dikaitkan dengan unsur waktu di tempat yang baru misalnya minimal 6 bulan atau satu tahun. Sedangkan bagi mereka yang pernah pindah tempat tinggal kurang dari batas waktu tersebut disebut melakukan mobilitas sirkuler.
Langkah – langkah seseorang migran dalam menentukan
keputusannya untuk pindah ke daerah lain atau kawasan ( areal ) lain terlebih
dahulu ingin mengetahui lebih dahulu faktor – faktor sebagai berikut :
– persediaan sumber alam
– lingkungan sosial budaya
– potensi ekonomi
– alat masa depan
– persediaan sumber alam
– lingkungan sosial budaya
– potensi ekonomi
– alat masa depan
– Akibat
Migrasi
a.
Urbanisasi ( migrasi dari desa ke
kota ) walaupun urutannya sangat kecil, namun dapat mempengaruhi pola
distribusi penduduk penduduk secara keseluruhan.
b.
Migrasi interegional di Indonesia
kebanyakan dilaksanakan oleh mereka yang berumur produktif dan berkreasi
tinggi. Hal tersebut memungkinkan tingginya angka pertumbuhan penduduk serta
tingkat laju pembangunan di luar jawa.
c. Migrasi
antar negara di Indonesia adalah sangat kecil dari hasil sensus penduduk pada
tahun 1971 sampai dengan 1980 migrasi masuk ( immigrasi ) hanya ada 0,16 % dan
migrasi ke luar ( emigrasi ) hanya sebesar 0,57 % per tahun. Sehingga akibatnya
kurang nyata terhadap distribusi penduduk Indonesia.
Komposisi
penduduk menurut umur dan jenis kelamin mempunyai peranan yang sangat penting
hanya dapat untuk mengetahui :
– Pertumbuhan penduduk di suatu daerah termasuk cepat atau lambat.
– Rasio ketergantungan.
– Jumlah wanita dalam usia subur.
– Jumlah tenaga kerja yang tersedia.
– Berdasarkan tempat tinggal.
– Bentuk piramida.
– Pertumbuhan penduduk di suatu daerah termasuk cepat atau lambat.
– Rasio ketergantungan.
– Jumlah wanita dalam usia subur.
– Jumlah tenaga kerja yang tersedia.
– Berdasarkan tempat tinggal.
– Bentuk piramida.
Untuk
mengetahui pertumbuhan suatu daerah cepat atau lambat dapat juga dilihat dari
bentuk piramida penduduk. Karena dengan melihat bentuk piramida penduduk akan
diketahui mengenai perbandingan jumlah penduduk anak – anak, dewasa, dan orang
tua pada wilayah yang bersangkutan.
Keadaan struktur atau komposisi penduduk yang berbeda – beda akan menunjukan bentuk piramida yang berbeda – beda pula.
Keadaan struktur atau komposisi penduduk yang berbeda – beda akan menunjukan bentuk piramida yang berbeda – beda pula.
Ada tiga Jenis
struktur penduduk :
1.
Piramida penduduk muda, ini
menggambarkan komposisi penduduk dalam pertumbuhan dan sedang berkembang.
Jumlah angka kelahiran lebih besar daripada jumlah kematian.
2.
Piramida Stationer, ini
menggambarkan keadaan penduduk yang tetap ( statis ) sebab
tingkat
kematian rendah dan tingkat kelahiran tidak begitu tinggi.
3. Piramida
penduduk tua, ini menggambarkan adanya penurunan tingkat kelahiran yang sangat
pesat dan tingkat kematian kecil sekali. Apabila angka kelahiran jenis kelamin
pria besar, maka suatu negara bisa kekurangan penduduk.
Rasio
Ketergantungan ( Dependency of ratio ) ialah angka yang menunjukkan
perbandingan jumlah penduduk golongan umur yang belum produktif dan sudah tidak
produktif kerja lagi dengan jumlah penduduk golongan umur produktif kerja.
Biasanya dinyatakan dalam persen ( % ).
Kebudayaan
dan Kepribadian
Pertumbuhan dan Perkembangan Kebudayaan di Indonesia.
Pertumbuhan dan Perkembangan Kebudayaan di Indonesia.
- Zaman Batu
sampai Zaman Logam
Upaya menelusuri sejarah peradaban bangsa Indonesi, mulai dari zaman batu sampai logam, sungguh akan berliku – liku, memerlukan waktu pembahasan yang panjang. Berdasarkan pendapat – pendapat para ahli prehistoris, ternyata bahwa zaman batu itupun terbagi dalam : Zaman Batu Tua ( Palaeolithikum ) dan Zaman Batu Muda ( Neolithikum ).
Upaya menelusuri sejarah peradaban bangsa Indonesi, mulai dari zaman batu sampai logam, sungguh akan berliku – liku, memerlukan waktu pembahasan yang panjang. Berdasarkan pendapat – pendapat para ahli prehistoris, ternyata bahwa zaman batu itupun terbagi dalam : Zaman Batu Tua ( Palaeolithikum ) dan Zaman Batu Muda ( Neolithikum ).
Alat – alat
batu pada zaman batu tua, baik bentuk ataupun permukaan peralatan masih kasar –
kasar, misalnya kapak genggam.
Bersamaan
dengan persebaran budaya kapak – kapak batu itu, tersebar pula bahasa Proto
Austronesia sebagai induk atau cikal bakal bahasa dari bahasa – bahasa yang
mendiami pulau – pulau diantara Samudra Indonesia dan Samudra Pasifik. Dengan
begitu bahasa Proto Autronesia sebagai induk bahasa – bahasa d wilayah negara –
negara anggota Asean, khususnya Republik Indonesia, dikemudian hari muncul
sebagai bahasa Melayu.
Zaman batu
muda ( Neolithikum ) benar – benar membawa revolusi dalam kehidupan manusia.
Pada zaman ini, mereka mulai hidup menetap, membuat rumah, membuat kelompok
masyarakat desa, bertani dan beternak untuk memenuhi kebutuhan hidup. Sejalan
dengan itu revolusi alat – alat keperluan penunjang kehidupan pun terjadi.
Suatu hal yang
patut dicatat tentang permulaan zaman logam ini, ialah kenyataan yang jelas
bahwa Indonesia sebelum zaman Hindu telah mengenal kebudayaan yang tinggi
derajatnya, dan zaman tersebut pada dasarnya penting sekali untuk perkembangan
sejarah Indonesia selanjutnya.
Kebudayaan
Hindu, Budha dan Islam
1. Kebudayaan
Hindu dan Budha.
Pada abad ke-3
dan ke-4 agama Hindu masuk ke Indonesia, khususnya ke Pulau Jawa. Perpaduan
atau akulturasi anatara kebudayaan setempat dengan kebudayaan.
Hindu yang berasal dari India itu berlangsung luwes dan mantap. Sekitar abad ke-5, ajaran Budha atau Budhisme masuk ke Indonesia, khususnya ke Pulau Jawa. Agama / ajaran Budha dapat dikatakan berpandangan lebih maju daripada Hinduisme, sebab Budhisme tidak menghendaki adanya kasta – kasta dala masyarakat.
Hindu yang berasal dari India itu berlangsung luwes dan mantap. Sekitar abad ke-5, ajaran Budha atau Budhisme masuk ke Indonesia, khususnya ke Pulau Jawa. Agama / ajaran Budha dapat dikatakan berpandangan lebih maju daripada Hinduisme, sebab Budhisme tidak menghendaki adanya kasta – kasta dala masyarakat.
2. Kebudayaan
Islam.
Pada abad
ke-15 dan ke-16 agama Islam telah dikembangkan di Indonesia. Oleh para pemuka –
pemuka Islam yang disebut Wali Sanga. Titil sentral penyebaran agama islan pada
abad itu berada di Pulau Jawa. Sebenarnya agama Islam masuk ke Indonesia,
khususnya ke Pulau Jawa sebelum abad ke-11 sudah ada wanita islam yang
meninggal dan dimakamkan di kota Gresik. Masuknya agama islam ke Indonesia
teristimewa ke Pulau Jawa berlangsung dalam seasana damai. Hal ini disebabkan
karena agama islam dimasukkan ke Indonesia tidaj dengan secara paksa, melainkan
dengan cara baik – baik. Disamping itu disebabkan siap toleransi yang dimiliki
bangsa kita.
Di daerah –
daerah yang belum amat terpengaruh oleh kebudayaan Hindu, agama islam mempunyai
pengaruh yang mendalam dalam ehidupan penduduk di daerah yang bersangkutan.
Agama islam berkembang pesat di Indonesia dan menjadi agama yang mendapat penganut sebagian terbesar penduduk Indonesia. Tak dapat dipungkiri lagi, bahwa kebudayaan islam memberi saham terbesar bagi perkembangan kebudayaan dan kepribadian bangsa Indonesia.
Agama islam berkembang pesat di Indonesia dan menjadi agama yang mendapat penganut sebagian terbesar penduduk Indonesia. Tak dapat dipungkiri lagi, bahwa kebudayaan islam memberi saham terbesar bagi perkembangan kebudayaan dan kepribadian bangsa Indonesia.
3. Kebudayaan
Barat
Unsur
kebudayaan yang juga memberi warna terhadap corak lain dari kebudayaan dan
kepribadian bangsa Indonesia adalah kebudayaan barat. Awalnya kebudayaan barat masuk
ke negara Republik Indonesia ketika kaum kolonialis / penjajah masuk ke
Indonesia, terutama bangsa Belanda. Mulai dari penguasaan dan kekuasaan
perusahaan dagang Belanda ( VOC ) dan berlanjut dengan pemerintahan kolonialis
Belanda, di kota – kota propinsi, kabupaten muncul bangunan – bangunan dengan
gaya arsitektur Barat. Dalam kurun waktu itu juga, di kota – kota pusat
pemerintahan, terutama di Jawa, Sulawesi Utara, dan Maluku berkembang dua
lapisan sosial antara lain :
1. Lapisan
sosial yang terdiri dari kaum buruh.
2. Lapisan sosial kaum pegawai.
2. Lapisan sosial kaum pegawai.
Dalam lapisan
sosial kedua inilah pendidikan Barat di sekolah – sekolah dan kemampuan /
kemahiran bahasa Belanda menjadi syarat utama untuk mencapai kenaikan kelas
sosial.
Akhirnya masih harus disebut sebagai pengaruh kebudayaan Eropa yang masuk juga ke dalam kebudayaan Indonesi, ialah agama Katolik dan Agama Kristen Protestan. Agama – agama tersebut biasanya disiarkan dengan sengaja oleh organisasi – organisasi penyiaran agama ( missie untuk agama Katolik dan zending untuk agama Kristen ) yang semuanya bersifat swasta. Penyiaran dilakukan terutama didaerah – daerah dengan penduduk yang belum pernah mengalami pengaruh agama Hindu, Budha, atau Islam.
Sudah menjadi watak dan kepribadian Timur pada umumnya, serta masyarakat Jawa khususnya, bahwa dalam menerima setiap kebudayaan yang datang dari luar, kebudayaan yang dimilikinya tidaklah diabaikan. Tetapi disesuaikan kebudayaan yang baru itu dengan kebudayaan lama.
Akhirnya masih harus disebut sebagai pengaruh kebudayaan Eropa yang masuk juga ke dalam kebudayaan Indonesi, ialah agama Katolik dan Agama Kristen Protestan. Agama – agama tersebut biasanya disiarkan dengan sengaja oleh organisasi – organisasi penyiaran agama ( missie untuk agama Katolik dan zending untuk agama Kristen ) yang semuanya bersifat swasta. Penyiaran dilakukan terutama didaerah – daerah dengan penduduk yang belum pernah mengalami pengaruh agama Hindu, Budha, atau Islam.
Sudah menjadi watak dan kepribadian Timur pada umumnya, serta masyarakat Jawa khususnya, bahwa dalam menerima setiap kebudayaan yang datang dari luar, kebudayaan yang dimilikinya tidaklah diabaikan. Tetapi disesuaikan kebudayaan yang baru itu dengan kebudayaan lama.
ISD
sebagai mata kuliah MKDU
Ilmu Sosial Dasar
Ilmu
Sosial Dasar (ISD) adalah suatu program pelajaran baru yang berkembang di
Perguruan Tinggi. ISD adalah Ilmu-ilmu sosial dipergunakan dalam pendekatan,
sekaligus sebagai sarana jalan keluar untuk mencari pemecahan masalah-masalah
sosial yang berkembang dalam kehidupan masyarakat.
Tujuan
Dari salah satu matakuliah dasar umum, Ilmu Sosial
Dasar mempunyai tujuan pembinaan mahasiswa agar :
a. Memahami
dan menyadari adanya kenyataan-kenyataan sosial dan masalah-masalah sosial yang
ada dalam masyarakat
b.
Peka dalam masalah-masalah sosial
dan tanggap ikut serta dalam usaha-usaha menanggulangi nya
c.
Menyadari bahwa setiap mmasalah
sosial yang timbul dalam masyarakat selalu bersifat kompleks dan hanya dapat
mendekatinya dan mempelajari secara kritis-interdisipliner
d. Memahami
jalan pikiran para ahli dari bidang ilmu pengetahuan lain dan dapat
berkomunikasi dengan mereka dalam rangka penggulangan masalah sosial yang
timbul dalam masyarakat
Ilmu Sosial
Dasar Sebagai Komponen Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU)
MKDU di kelompokkan menjadi 2
bagian. Pertama diharapkan memberi dasar pedoman-pedoman untuk bertindak
sebagai warga negara terpelajar. Kedua diharapkan dapat membantu kepekaan mahasiswa,
berkenaan dengan lingkungan alamiah, sosial dan budaya. Sebagai mata kuliah
umum, ISD bertujuan membantu perkembangan wawasan pemikiran dan kepribadian
mahasiswa agar mamperoleh wawasan pemikiran yang luas dan ciri-ciri kepribadian
yang diharapkan dari setiap anggota golongan terpelajar.
Secara spesifik kemampuan pribadi
yang hendak dicapai melalui MKDU bertujuan menghasilkan warga negara sarjana
yang berkualitas sebagai berikut :
1.
Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
2. Berjiawa
pancasila
3. Memiliki
wawasan sejarah perjuangan bangsa
4. Memiliki
wawasan koprehensif dan pendekatan integral didalam menyikapi permasalahan
kehidupan
5.
Memiliki wawasan budaya yang luas
tentang kehidupan bermasyarakat dan secara bersama-sama mampu berperan serta
meningkatkan kualitasnya
Ruang Lingkup
Pembahasan
a. Adanya berbagai aspek pada kenyataan-kenyataan
yang bersama-sama merupakan suatu masalah sosial.
b. Adanya beraneka ragam golongan dan kesatuan
sosial dalam masyarakat yang masing-masing mempunyai kepentingan kebutuhan
serta pola pemikiran dan pola tingkah laku sendiri.
Masalah-masalah
Sosial dan Ilmu Sosial Dasar
Pengertian masalah sosial ada 2 pengertian :
a. Menurut umum bahwa segala sesuatu yang menyangkut
kepentingan umum adalah masalah sosial.
b. Menurut para ahli masalah sosial adalah suatu
kondisi atau perkembangan yang terwujud salam masyarakat yang berdasarkan atas studi
mereka mempunyai sifat yang dapat menimbulkan kekacauan terhadap kehidupan
warga masyarakat secara keseluruhan.