Newest Post
TULISAN ISD : AGAMA DAN MASYARAKAT
Penyebab
Masalah Antar Agama di Indonesia
Masalah
antar agama di Indonesia sering berdampak pada kehidupan sosial seluruh
masyarakat,dimana jika terjadi suatu konflik di suatu daerah maka
dampaknya secara tidak langsung akan mempengaruhi masyarakat
pemeluk-pemeluk agama yang terlibat konflik dilain daerah sehingga terjadilah
perpecahan dalam masyarakat.
Kerukunan
dalam umat beragama semakin berkurang seiring dengan kemajuan peradaban,semua
itu tidak lain dikarenakan pergeseran atau perubahan nilai-nilai dalam
masyarakat. Kerukunan hidup beragama adalah keharmonisan hubungan dalam
dinamika pergaulan dan kehidupan bermasyarakat yang saling menguatkan dan
diikat oleh sikap pengendali diri dalam wujud:
1)
Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agamanya
2)
Saling hormat menghormati dan bekerja sama intem pemeluk agama, antara berbagai
golongan agama dan antara umatumat beragama dengan pemerintah yang sama-sama
beitanggung jawab membangun bangsa dan Negara
3)
Saling tenggang rasa dengan tidak memaksakan agama kepada orang lain.
A. Kurangnya
rasa menghormati baik antar pemeluk agama satu dengan yang lainnya ataupun
sesama pemeluk agama.
B. Adanya
kesalahpahaman yang timbul karena adanya kurang komunikasi antar pemeluk agama.
C. Perbeda
an individu, yang meliputi perbedaan pendirian dan perasaan.
D. kurang
memahami dan menghargai agama lain serta umat beragama lain
E. kurang
memahami dan menghargai hakekat dan martabat manusia
F. kurang
memiliki nilai-nilai kemanusiaan yang universal, terutama cinta kasih
G. Perubahan-perubahan
nilai yang cepat dan mendadak dalam masyarakat
H. Fanatisme
yang salah. Penganut agama tertentu menganggap hanya agamanyalah yang
paling
benar, mau “menang sendiri”, tidak mau menghargai, mengakui dan menerima
keberadaan
serta kebenaran agama dan umat beragama yang lain.
Mengatasi
Masalah Umat Beragama di Indonesia
Indonesia
sebagai negara kesatuan pada dasarnya dapat mengandung potensi kerawanan akibat
keanekaragaman suku bangsa, bahasa, agama, ras dan etnis golongan, hal tersebut
merupakan faktor yang berpengaruh terhadap potensi timbulnya konflik
sosial. Dengan semakin marak dan meluasnya konflik akhir-akhir ini, merupakan
suatu pertanda menurunnya rasa nasionalisme di dalam masyarakat.
Dapat
kita lihat berbagai contoh konflik-konflik agama yang terjadi di
Indonesia,semua itu tentu saja tidak dapat kita biarkan begitu saja,karena itu
semua akan mengancam keutuhan dan persatuan bangsa Indonesia. Oleh karena itu
sangat dibutuhkan suatu upaya dalam mencegah dan mengatasi masalah kerukunan
antar agama masing-masing. Adapun langkah-langkah yang dapat kita lakukan untuk
mengatasi semua masalah tersebut, antara lain :
A. Meningkatkan
kesadaran umat beragama terhadap perbedaan.
B. Menanamkan
sikap tenggang rasa kepada sesama
C. Saling
hormat-menghormati antar pemeluk agama yang berbeda-beda.
D. Meningkatkan
pengetahuan nilai-nilai agama masing-masing.
E. Menghilangkan
sikap fanatic yang berlebihan, yang selalu mengagung-agungkan agama
sendiri
secara berlebihan.
F. Meningkatkan
sikap solidaritas terhadap sesama.
G. Menyelesaikan
masalah dengan musyawarah.
Jika
semua upaya-upaya diatas dilakukan dengan penuh kesadaran, maka tidak akan ada
lg masalah atau konflik antar pemeluk agama, karena pada hakekatnya agama
mengajarkan agar selalu hidup berdampingan.
AGAMA DAN MASYARAKAT
Menurut
lembaga social, agama merupakan bentuk perilaku manusia yang terlembaga. Dalam
masyarakat ada tiga aspek penting yaitu : Kebudayaan, system social dan
kepribadian.
Teori
fungsional dalam melihat kebudayaan adalah wujud suatu kompleks dari ide - ide,
gagasan, nilai - nilai, norma - norma dan peraturan. Funsi kepribadian dalam
hal ini merupakan suatu dorongan kebutuhan yang kompleks dan kecendrungan
bertindak.
Pemahaman
mengenai filsafat adalah pengetahuan dan penyelidikan dengan akal budi mengenai
hakikat segala yang ada, sebab, asal dan hukumnya. Sedangkan tinjauan filsafat
dari hasil pemikiran rasional, kritis, sistematis dan radikal tentang
aspek-aspek agama dan ajaran Islam.
Filsafat
dan agama mempunyai hubungan yang terkait dan reflesif dengan manusia, artinya
keduanya alat penggerak dan tenaga utama dalam diri manusia. Yang dikatakan
alat penggerak dan penggerak utama pada diri manusia adalah akal, pikiran,
rasa, dan keyakinan. Dengan alat ini manusia akan mencapai kebahagiaan bagi
dirinya. Agama menjadi petunjuk, pegangan serta pedoman hidup bagi manusia
dalam menempuh hidupnya dengan harapan penuh keamanan, kedamaian,
kesejahteraan, dan timbulah kepercayaan dan keyakinan.
Dalam
hal fungsi, masyarakat dan agama itu berperan dalam mengatasi
persoalan-persoalan yang timbul di masyarakat yang tidak
dapat dipecahakan secara empiris karena adanya keterbatasan
kemampuan dan ketidakpastian. Oleh karena itu, diharapkan agama
menjalankan fungsinya sehingga masyarakat merasa sejahtera,
aman, stabil dan sebagainya.
Agama
dalam masyarakat bisa difungsikan sebagai berikut :
1. Fungsi
edukatif.
Agama
memberikan bimbingan dan pengajaran dengan perantara petugas-petugasnya
(fungsionaris) seperti syaman, dukun, nabi, kiai, pendeta imam, guru agama dan
lainnya.
2. Fungsi
penyelamatan.
Agama
membantu manusia untuk mengenal sesuatu “yang sakral” dan “makhluk teringgi”
atau Tuhan dan berkomunikasi dengan-Nya. Sehingga dalam hubungan ini manusia percaya
dapat memperoleh apa yang ia inginkan. Fungsi pengawasan sosial (social
control)
3. Fungsi
agama sebagai kontrol sosial yaitu :
· Agama
meneguhkan kaidah-kaidah susila dari adat yang dipandang baik bagi kehidupan
moral warga masyarakat.
· Agama
mengamankan dan melestarikan kaidah-kaidah moral (yang dianggap baik) dari
serbuan destruktif dari agama baru dan dari system hokum Negara modern
.
4. Fungsi
memupuk Persaudaraan.
· Kesatuan
persaudaraan berdasarkan kesatuan sosiologis ialah kesatuan manusia-manusia
yang didirikan atas unsur kesamaan.
· Kesatuan
persaudaraan berdasarkan ideologi yang sama, seperti liberalism, komunisme, dan
sosialisme.
· Kesatuan
persaudaraan berdasarkan sistem politik yang sama. Bangsa-bangsa bergabung
dalam sistem kenegaraan besar, seperti NATO, ASEAN dll.
· Kesatuan
persaudaraan atas dasar se-iman, merupakan kesatuan tertinggi karena dalam
persatuan ini manusia bukan hanya melibatkan sebagian dari dirinya saja melainkan
seluruh pribadinya dilibatkan dalam satu intimitas yang terdalam dengan sesuatu
yang tertinggi yang dipercayai bersama.
5. Fungsi
transformatif.
Fungsi
transformatif disini diartikan dengan mengubah bentuk kehidupan baru atau
mengganti nilai-nilai lama dengan menanamkan nilai-nilai baru yang lebih
bermanfaat.
Ada
beberapa alasan tentang mengapa agama itu sangat penting dalam kehidupan
manusian antara lain adalah :
1. Karena
agama merupakan sumber moral.
2. Karena
agama merupakan petunjuk kebenaran.
3. Karena
agama merupakan sumber informasi tentang masalah-masalah metafisika
4. Karena
agama merupakan memberi bimbingan rohani bagi manusia dikala suka
maupun
dikala duka
Pelembagaan Agama
Pelembagaan
agama adalah suatu tempat atau lembaga untuk membimbing, membina dan mengayomi
suatu kaum yang menganut agama.
Masyarakat
tipe ini kecil, terisolasi dan terbelakang. Anggota masyarakat menganut agama
yang sama, oleh karena itu keanggotaannyadalam masyarakat adalah sama. Agama
menyusup kedalam kelompok aktivitas yang lain, sifat-sifatnya yaitu :
- Agama
memasukan pengaruh yang sakral ke dalam sistem nilai masyarakat secara mutlak
- Dalam
keadaan lembaga lain selain keluarga relatif belum berkembang, agama jelas
menjadi
fokus utama bagi pengintegrasian dan persatuan dari masyarakat secara
keseluruhan,
dalam hal ini nilai-nilai agama sering meningkatkan konservatisme dan
menghalangi
perubahan.
IPTEK DAN MASYARAKAT
Ilmu Pengetahuan
Ilmu
(atau ilmu pengetahuan) adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki,
menemukan dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam
alam manusia. Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang
pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan
kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya
Teknologi
Teknologi
berasal dari istilah teckne yang berarti seni (art) atau keterampilan. Menurut
Dictionary of Science, teknologi adalah penerapan pengetahuan teoritis pada
masalah-masalah praktis. Untuk membatasi pengertian teknologi yang luas, maka
pengertian teknologi dapat dikelompokan sebagai berikut :
·
Teknologi
sebagai barang buatan
Tidak
ada manusia yang sempurna, semua pasti memiliki kelemahan. Kelemahan yang ada
pada diri manusia itu kemudian diminimalisir dengan adanya teknologi agar
kelemahan yang dimiliki manusiapun menjadi sedikit berkurang. Tetapi
barang-barang buatan tidak hanya terbatas pada kelemahan manusia saja tetapi
sesuatu yang tadinya belum terpikirkan.
·
Teknologi
sebagai kegiatan manusia
Kegiatan
manusia tidak lepas dari kegiatan membuat dan menggunakan. Kegiatan manusia itu
merupakan bentuk dari teknologi itu sendiri.
·
Teknologi
sebagai kumpulan pengetahuan
Kegiatan
membuat dan menggunakan pasti tidak akan lepas dari ilmu membuat (produk) dan
ilmu menggunakan (komsumsi). Ilmu tersebut merupakan kumpulan dari pengetahuan
yang didapat manusia dari berbagai sumber.
·
Teknologi
sebagai kebulatan system
Pembahasan
yang bulat dan menyeluruh akan tercapai kalau teknologi dtinjau sebagai suatu
system. Ini berarti teknologi dibahas sebagai suatu kebulatan unsure-unsur yang
saling berkaitan dan saling mempengaruhi dalam lingkungan system itu sendiri.
Dampak Positif perkembangan IPTEK
·
Memberikan
berbagai kemudahan
Perkembangan
IPTEK mampu membantu manusia dalam beraktifitas. Terutama yang berhubungan
dengan kegiatan perindustrian dan telekomunikasi. Namun, dampak dari
perkembangan IPTEK juga berdampak ke berbagai hal seperti kegiatan pertanian,
yang dulunya membajak sawah dengan menggunakan alat tradisional, kini sudah
menggunakan peralatan mesin.sehingga aktifitas penanaman dapat lebih cepat di
laksanakan tanpa memakan waktu yang lama dan tidak pula terlalu membutuhkan
tenaga yang banyak. Ini adalah contoh kecil efek positif perkembangan IPTEK di
dalam membantu aktifitas manusia dalam kehidupan sehari-hari.
·
Mempermudah
meluasnya berbagai informasi
Informasi
merupakan hal yang sangat penting bagi kita, dimana tanpa informasi kita akan
serba ketinggaln. terlebih lagi ketika berbagai media cetak dan elektronik
berkembang pesat. Hal ini memaksa kita untuk mau tidak mau harus bisa dan
selalu mendapatkan berbagai informasi. Pada masa dahulu, kegiatan pengiriman berita
sangat lambat, hal ini di karenakan kegiatan tersebut masih di lakukan secara
tradisional baik itu secara lisan maupun dengan menggunakan sepucuk surat.
Namun sekarang kegiatan semacam ini sudah hampir punah, dimana perkembangan
IPTEK telah merubah segalanya, dan kita pun tidak perlu menunggu lama untuk
mengirim atau menerima berita.
·
Bertambahnya
pengetahuan dan wawasan
Komputer
dahulu termasuk jenis peralatan yang sangat canggih, dimana hanya orang-orang
tertentu yang mampu membelinya apalagi menggunakannya. Namun seiring dengan
perkembangan iptek, peralatan elektronik seperti computer, internet, dan
handphone (Hp) sudah menjadi benda yang menjamur. Dimana tidak hanya
orang-orang tertentu yang mampu menggunakannya, bahkan anak-anak di bawah
umurpun dapat menggunakannya. Inilah pengaruh positif perkembangan iptek di era
globalisasi terhadap ilmu pengetahuan dan wawasan masyarakat kita.
Dampak negative perkembangan IPTEK
·
Mempengaruhi
pola berpikir
Masyarakat
Indonesia adalah masyarakat yang agresif dan penasaran serta suka dengan hal
baru. Terutama sekali dengan adanya berbagai perubahan pada berbagai peralatan
elektronik. Namun ternyata perkembangan tersebut tidak hanya berdampak terhadap
pola berpikir anak, juga berdampak terhadap pola berpikir orang dewasa dan
orang tua. Terlebih lagi setiap harinya masyarakat kita di sajikan dengan
berbagai siaran yang kurang bermanfaat dari berbagi media elektronik.
·
Hilangnya budaya
Tradisional
Dengan
berdirinya berbagai gedung mewah seperti mal, perhotelan dll, mengakibatkan
hilangnya budaya tradisional seperti kegiatan dalam perdagangan yang dulunya
lebih di kenal sebagai pasar tradisional kini berubah menjadi pasar modern.
Begitu juga terhadap pergaulan anak-anak dan remaja yang sekarang sudah
mengarah kepada pergaulan bebas.
·
Banyak
menimbulkan berbagai kerusakan
Indonesia
di kenal sebagai Negara yang kaya akan sumber daya alamnya, namun hingga akhir
ini, Indonesia lebih di kenal sebagai Negara yang sedang berkembang dan terus
berkembang entah sampai kapan. Dan kita juga tidak mengetahui kapan istilah
Negara berkembang tersebut berubah menjadi Negara maju
Kemiskinan
Kemiskinan pada
dasarnya merupakan salah satu bentuk problema yang muncul dalam kehidupan
masyarakat. Dikatakan berada di bawah garis kemiskinan apabila pendapatan tidak
cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup yang paling pokok seperti pangan, pakaian
dan tempat berteduh. Atau dengan pendapat lain, yaitu adanya suatu tingkat
kekurangan materi pada sejumlah atau segolongan orang dibandingkan dengan
standar kehidupan yang umum berlaku dalam masyarakat yang bersangkutan.
Kemiskinan
menurut pendapat umum dapat dikategorikan ke dalam 3 kelompok, yaitu :
·
Kemiskinan
yang disebabkan aspek badaniah atau mental seseorang.
·
Kemiskinan
yang disebabkan oleh bencana alam.
·
Kemiskinan
buatan atau kemiskinan struktural.
PERTENTANGAN-PERTENTANGAN SOSIAL DAN INTEGRASI
MASYARAKAT
1.
Perbedaan Kepentingan
Kepentingan
merupakan dasar dari timbulnya tingkah laku individu. Individu bertingkah laku
karena ada dorongan untuk memenuhi kepentingannya. Pada umumnya secara psikologis
dikenal ada dua jenis kepentingan dalam diri individu yaitu kepentingan untuk
memenuhi kebutuhan biologis dan kebutuhan sosial/psikologis. Oleh karena
idividu mengandung arti bahwa tidak ada dua orang individu yang sama persis di
dalam aspek-aspek pribadinya. Perbedaan itu secara garis besar disebabkan oleh
dua faktor, yaitu faktor pembawaan dan lingkungan sosial.
Perbedaan-perbedaan
kepentinngan itu antara lain :
a)
Kepentingan individu untuk memperoleh kasih sayang.
b)
Kepentingan individu untuk memperoleh harga diri.
c)
Kepentingan individu untuk memperoleh penghargaan yang sama.
d)
Kepentingan individu untuk memperoleh prestasi dan posisi.
e)
Kepentingan individu untuk dibutuhkan orang lain.
f)
Kepentingan individu untuk memperoleh kedudukan di dalam kelompoknya.
g)
Kepentingan individu untuk memperoleh rasa aman.
h)
Kepentingan individu untuk memperoleh kemerdekaan diri.
2.
Prasangka, Diskriminasi dan Ethnosentrisme
a.
Prasangka dan Diskriminasi
Prasangka dan diskriminasi adalah dua hal yang
ada relevansinya. Kedua tindakan tersebut dapat merugikan pertumbuhan,
perkembangan dan bahkan integrasi masyarakat. Prasangka mempunyai dasar
pribadi, dimana setiap orang memilikinya sejak dari kecil. Melalui proses
belajar dan semakin besarnya manusia, membuat sikap cenderung untuk
membeda-bedakan.
b.
Perbedaan Prasangka dan Diskriminasi
Prasangka dibedakan dengan diskriminasi.
Prasangka bersumber dari suatu sikap, sedangkan diskriminasi menunjuk pada
suatu tindakan. Prasangka dan diskriminasi tidak muncul dari segolongan
orang-orang kampungan berpendidikan rendah, tetapi juga dikalangan orang-orang
intelek seperti para pemimpin dan negarawan berkaliber nasional dan
internasional.
c.
Sebab-sebab timbulnya prasangka dan diskriminasi
Sebab-sebab timbulnya prasangka antara lain :
o
Berlatar belakang sejarah.
o
Dilatar belakangi oleh perkembangan sosio-kultural dan sotuasional.
o
Bersumber dari faktor keberanian.
o
Berlatar belakanng dari perbedaan keyakinan dan kepercayaan agama.
d.
Usaha mengurangi/menghilangkan prasangka dan diskriminasi
Daya
upaya yang dilakukan ntuk mengurangu prasangka yaitu dengan :
o
Perbaikan kondisi sosial ekonomi.
o
Perluasan kesempatan belajar.
o
Adanya sikap terbuka dan sikap lapang.
e.
Ethnosentrisme
Setiap suku bangsa atau ras tertentu memiliki
ciri khas kebudayaan, yang sekaligus menjadi kebanggaan mereka. Suku bangsa dan
ras tersebut dalam kehidupan sehari-sehari bertingkah laku sejalan dengan
norma-norma dan nilai yang terkandung serta tersirat dalam kebudayaan tersebut.
Ethnosentrisme nampaknya merupakan gejala sosial yang universal dan sikap yang
demikian biasanya dilakukan secara tidak sadar. Dengan demikian ethnosentrisme
merupakan kecenderungan tak sadar untuk menginterpretasikan atau menilai
kelompok lain dengan tolak ukur kebudayaan sendiri.
3.
Pertentangan-pertentangan Sosial atau Ketegangan dalam Masyarakat
Konflik
(pertentangan) mengandunng suatu pengertian tingkah laku yang lebih luas
daripada yang biasa dibayangkan orang dengan mengartikan sebagai pertentangan
yang kasar dan perang. Dasar konflik pun berbeda-beda. Dalam hal ini terdapat
tiga elemen dasar yang merupakan ciri-ciri dari situasi konflik, yaitu:
a.
Terdapatnya dua atau lebih unit/bagian yang terlibat di dalam konflik.
b. Unit-unit tersebut mempunyai
perbedaan-perbedaan yang tajam dalam kebutuhan, tujuan, masalah, nilai, sikap maupun gagasan.
c. Terdapatnya interaksi di antara
bagian-bagian yang mempunbyai perbedaan-perbedaan tersebut.
Pertentangn
sosial dapat terjadi di masyarakat sebagai adanya interaksi sosial. Masalah itu
lebih menonjol lagi di masyarakat yang bersifat majemuk seperti di Indonesia.
Setiap orang atau kelompok dalam menghadapi masalah sosial selalu melihat dari
sistem nilai yang berlaku pada kelompoknya. Kesadaran akan pengertian adanya
perbedaan kebudayaan sistem nilai, perbedaan sistem agama yang ada di Indonesia
adalah sangat penting bagi bangsa Indonesia.
Pada
dasarnya problema yang dihadapi oleh negara Indonesia meliputi :
1)
Problema Pemerintah
2)
Problema Ideologi Bangsa
3)
Problema Kedaerahan atau Minoritas
Adapun
cara pemcahan konflik tersebut adalah sebagai berikut :
a.
Elimintion yaitu pengunduran diri salah satu pihak yang terlibat di dalam konflik.
b. Subjugation atau Domination, artinya
orang atau pihak yang mempunyai kekuatan terbesar dapat memaksa pihak lain untuk mentaatinya.
c. Integration
(integrasi) artinya pendapat-pendapat yang bertentangan didiskusikan, dipertimbangkan dan ditelaah kembali
sampai kelompok mencapai suatu keputusan yang memuaskan
bagi semua pihak.
4.
Golongan-golongan yang Berbeda dan Integrasi Sosial
a. Masyarakat majemuk dan nasion Indonesia
Masyarakat
Indonesia digolongkan sebagai masyarakat majemuk, yaitu suatu masyarakat negara
yang terdiri dari beberapa suku bangsa atau golongan sosial yang dipersatukan
oleh kekuatan Nasional, yaitu terwujudnya Negara Indonesia.
b. Integrasi
Penduduk
Indonesia yang menempati wilayah yang luas ini bukan hanya terlihat oleh satu
sistem kebudayaan, tetapi banyak sistem kebudayaan.
c. Integrasi Sosial
Integrasi
sosial atau bisa juga disebut integrasi masyarakat ini bermakna terwujudnya
solidaritas sosial, rasa kebersamaan antar hubungan masyarakat secara harmonis
dalam kerjasama kelompok yang mempunyai sifat, sikap dan watak yang berbeda.
5.
Integrasi Nasional
Integrasi nasional bermakna solidaritas
sosial dan kerjasama antar kelompok sosial yang harmonis tersebut, diarahkan
demi keharmonisan dan persatuan kesatuan nasional. Integrasi nasional ini
merupakan masalah yang dialami oleh semua negara yang ada di dunia, yang
berbeda hanyalah bentuk permasalahan yang dihadapinya. Secara umum terdapat
tiga masalah besar yang harus dikaji secara serius untuk mencapai perwujudan
integrasi sosial nasional, yaitu :
1.
Pembauran bangsa;
2.
Kerukunan antar umat beragama dan aliran kepercayaan;
3.
Perubahan nilai-nilai.
MASYARAKAT PERKOTAAN DAN MASYARAKAT
PEDESAAN
1.
Masyarakat Perkotaan
a. Pengertian Masyarakat
Masyarakat
adalah sekelompok manusia yang telah lama hidup dan bekerjasama, sehingga
mereka dapat mengorganisasikan dirinya berpikir tentang dirinya dalam satu
kesatuan sosial dalam batas-batas tertentu.
b. Masyarakat Perkotaan
Masyarakat perkotaan sering disebut juga
dengan urban comunity. Pengertian masyarakat kota lebih ditekankan pada
sifat-sifat kehidupannya serta ciri-ciri kehidupannya yang berbeda dengan masyarakat
pedesaan.
c. Ciri-ciri Masyarakat Perkotaan
Ciri
yang menonjol pada masyarakat perkotaan yaitu :
· Kehidupan
keagamaanya berkurang dibandingan masyarakat di desa.
· Orang kota pada
umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa bergantung pada orang lain.
· Jalan pikiran
rasional yang pada umumnya dianut masyarakat perkotaan, menyebabkan interaksi
yang terjadi lebih didasarkan pada kepentingan pribadi.
2.
Masyarakat Pedesaan
a. Pengertian Desa/Pedesaan
Yang dimaksud masyarakat pedesaan adalah
sekelompok orang yang hidup bersama dan bekerjasama yang berhubungan secara
erat tahan lama dengan sifat-sifat yang hampir sama (heterogen) di suatu
wilayah atau daerah tertentu dengan mata pencarian dari sektor pertanian
(agraris).
b. Ciri-ciri Masyarakat Pedesaan
Masyarakat
pedesaan memiliki berbagai ciri, diantaranya adalah :
·
Di
dalam masyarakat pedesaan antara warganya mempunyai hubungan yang erat dan
mendalam.
·
Sistem
kehidupan umumnya berkelompok dengan dasar sistem kekeluargaan.
·
Masyarakat
pedesaan bersifat homogen baik dalam agama, mata pencarian, adat dan
sebagainya.
3.
Perbedaan Masyarakar Perkotaan dan Masyarakat Pedesaan
Ada
beberapa ciri yang dapat dipergunakan sebagai petunjuk untuk membedakan antar
desa dan kota. Ciri tersebut antara lain :
a)
Jumlah dan kepadatan penduduk;
b)
Lingkungan hidup;
c)
Mata pencaharian;
d)
Corak kehidupan sosial;
e)
Pola interaksi sosial;
f)
Solidaritas sosial.
Meski
tidak ada ukuran pasti, kota emiliki penduduk yang lebih banyak dibanding
penduduk desa. Lingkungan hidup pun berbeda, di desa lingkungan hidupnya terasa
lebih dekat dengan alam bebas dari pada di kota yang penuh dengan polusi dan
kemacetan. Perbedaaan yang paling menonjol adalah pada mata pencaharian.
Kehidupan utama pedesaan berada pada ekonomi primer yaitu agraris, sedangkan di
kota mengolah bahan-bahan mentah dari desa untuk dirubah menjadi barng setengah
jadi atau barang jadi. Meskipun banyak perbedaan, masyarakat pedesaan dan
perkotaan
mempunyai
hubungan yang erat. Dalam hal yang wajar, keduanya terdapat hubungan yang erat
dan bahkan bersifat ketergantungan. Kota tergantung pada desa dalam memenuhi
kebutuhan bahan pangan, sedangkan desa merupakan sumber tenaga kasar bagi
jenis-jennis pekerjaan tertentu di
kota.
Misalnya, buruh bangunan dalam proyek perumahan, jalan dan masih banyak
lainnya.
4.
Urbanisasi
a.
Arti Urbanisasi
Urbanisasi adalah suatu proses perpindahan
penduduk dari desa ke kota.
b.
Sebab-sebab Urbanisasi
Pada dasarnya ada tiga hal utama yang
menyebabkan timbulnya urbanisasi, yaitu :
Adanya pertambahan penduduk secara alamiah
Terjadinya arus perpindahan dari desa ke kota
Tertariknya
pemukiman pedesaan ke dalam lingkup kota (berkaitan dengan tersedianya kesempatan bekerja)
c.
Akibat Urbanisasi
Salah satu bentuk yang paling nyata dari
hubungan antar desa dan kota adalah proses urbanisasi. Akibat dari urbanisasi
antara lain adalah :
Terbentuknya suburb, tempat-tempat pemukiman baru di pinggiran kota.
Makin meningkatnya tuna-karya (orang-orang yang tidak mempunyai pekerjaan
tetap).
PELAPISAN SOSIAL DAN KESAMAAN DERAJAT
1.
PELAPISAN SOSIAL
a. Pengertian
Masyarakat terbentuk dari individu-individu.
Individu-individu yang terdiri dari berbagai latar belakang tentu akan
membentuk suatu masyarakat yang heterogen yang terdiri dari kelompok-kelompok
sosial. Dengan adanya atau terjadinya kelompok sosial ini maka terbentuklah
suatu pelapisan masyarakat atau terbentuklah masyarakat yang berstrata.
b.
Pelapisan sosial ciri tetap kelompok sosial
Pembagian dan pemberian kedudukan yang berhubungan
dengan jenis kelamin nampaknya menjadi dasar dari seluruh sistem sosial
masyarakat kuno. Tetapi hal ini perlu diingat bahwa ketetentuan-ketentuan
tentang pembagian kedudukan antara laki-laki dan perempuan yang kemudian menjadi
dasar daripada pembagian pekerjaan, semata-mata adalah ditentukan oleh sistem
kebutuhan itu sendiri.
c. Terjadinya pelapisan sosial
Terjadinya
pelapisan sosial ini terjadi antara lain oleh :
- Karena sendirinya
-
Karena kesengajaan
d. Pembedaan sistem pelapisan menurut
sifatnya
Menurut sifatnya, maka sistem
pelapisan dalam masyarakat dapat dibedakan menjadi :
1.
Sistem pelapisan masyarakat yang tertutup
2.
Sistem pelapisan masyarakat yang terbuka
3.
Bebarapa teori tentang pelapisan sosial
2.
KESAMAAN DERAJAT
Siafat
perhubungan antara manusia dan lingkungan masyarakat pada umumnya adalah timbal
balik, artinya orang seorang itu sebagai anggota masyarakat, mempunyai hak dan
kewajiban, baik terhadap masyarakat maupun terhadap pemerintah dan negara. Kesamaan
derajat ini dijamin oleh Undang-undang, yaitu dalam kesamaan derajat yang
terwujud dalam jaminan hak yang diberikan dalam berbagai sektor kehidupan. Hak
ini yang kemudian dikenal dengan Hak Asasi Manusia.
3.
ELITE DAN MASSA
a. Elite
Dalam
pengertian yang umum elite itu menunjuk sekelompok orang yang dalam masyarakat
menempati kedudukan tinggi. Dalam arti yang khusus dapat
diartikan
sekelompok orang terkemuka di bidang-bidang tertentu.
Dalam
hal ini kita dapat membedakan elite pemegang strategi secara garis
besar
sebagai berikut :
a.
Elite politik (elite yang berkuasa dalam mencapai tujuan)
b.
Elite ekonomi, diplomatik dan cendekiawan
c.
Elite agama, filsuf, pendidik dan pemuka masyarakat
Warganegara dan Negara
Negara
dan Warganegara adalah suatu kata yang saling berkaitan,karena disuatu Negara
pasti terdapat masyarakat yang kita sebut dengan warganegara. Banyak orang yang
masih tidak tahu menahu mengenai arti dari suatu warga Negara dan perbedaannya
dengan masyarakat. Warganegara adalah suatu kumpulan masyarakat yang mempunyai
ikatan secara hukum dengan Negara dimana ia berasal.
Kita sebagai warganegara mempunyai beberapa hak dan kewajiban terhadap negara kita,disini saya akan beri contoh pada Negara Indonesia. Didalam Undang Undang 1945,diatur mengenai hak dan kewajiban suatu warganegara Indonesia,hak Warganegara Indonesia adalah
1. Hak atas pekerjaaan dan penghidupan yang layak
2. Hak atas pendidikan yang baik
3. Hak perlakuan yang adil dan sama didepan hukum
4. Hak kelangsungan hidup
5. Hak untuk hidup dan mempertahankan hidup
Dan kewajiban warganegara adalah :
1. Warganegara harus menaati hukum yang berlaku
2. Warganegara ikut dalam upaya bela negara
3. Wajib menghormati hak asasi manusia (HAM)
4. Wajib ikut serta dalam upaya keamanan dan pertahanan Negara
5. Wajib tunduk pada pembatasan yang ditetapkan oleh Undang Undang 1945
Dijelaskan bahwa seluruh warganegara Indonesia mempunyai hak atas pendidikan yang layak dan baik namun dibeberapa daerah khususnya daerah pedalaman belumlah mendapatkan kualitas pendidikan yang baik. Entah itu fasilitasnya atau sarana yang ada. Kemudian kewajiban warganegara contohnya adalah kita mentaati hukum yang berlaku. Sebagai warganegara yang baik,sudah menjadi kewajiban untuk mentaati hukum dan tidak melanggar hukum yang ada. Banyak dari kita yang mengaku warganegara Indonesia,namun ada beberapa dari kita yang belum menjadi seorang warga negara yang baik dan teladan dikarenakan ada beberapa dari kita yang pasti melanggar aturan hukum tersebut.
Kita sebagai warganegara mempunyai beberapa hak dan kewajiban terhadap negara kita,disini saya akan beri contoh pada Negara Indonesia. Didalam Undang Undang 1945,diatur mengenai hak dan kewajiban suatu warganegara Indonesia,hak Warganegara Indonesia adalah
1. Hak atas pekerjaaan dan penghidupan yang layak
2. Hak atas pendidikan yang baik
3. Hak perlakuan yang adil dan sama didepan hukum
4. Hak kelangsungan hidup
5. Hak untuk hidup dan mempertahankan hidup
Dan kewajiban warganegara adalah :
1. Warganegara harus menaati hukum yang berlaku
2. Warganegara ikut dalam upaya bela negara
3. Wajib menghormati hak asasi manusia (HAM)
4. Wajib ikut serta dalam upaya keamanan dan pertahanan Negara
5. Wajib tunduk pada pembatasan yang ditetapkan oleh Undang Undang 1945
Dijelaskan bahwa seluruh warganegara Indonesia mempunyai hak atas pendidikan yang layak dan baik namun dibeberapa daerah khususnya daerah pedalaman belumlah mendapatkan kualitas pendidikan yang baik. Entah itu fasilitasnya atau sarana yang ada. Kemudian kewajiban warganegara contohnya adalah kita mentaati hukum yang berlaku. Sebagai warganegara yang baik,sudah menjadi kewajiban untuk mentaati hukum dan tidak melanggar hukum yang ada. Banyak dari kita yang mengaku warganegara Indonesia,namun ada beberapa dari kita yang belum menjadi seorang warga negara yang baik dan teladan dikarenakan ada beberapa dari kita yang pasti melanggar aturan hukum tersebut.
· Pembagian hukum
Pembagian
Hukum Menurut Isinya
1.
Hukum Privat(Hukum Sipil), yaitu hukum yang mengatur hubungan antara dua orang
atau lebih dengan menitikberatkan masalah kepada kepentingan perorangan.
2. Hukum
Publik(Hukum negara), yaitu hukum yang mengatur hubungan antara Negara dengan
alat-alat perlengkapan kenegaraan atau hubungan antara negara dengan
perorangan(warga negara)
Pembagian
Hukum Menurut Tempat Berlakunya
1.
Hukum nasional, yaitu hukum yang berlakubagi seluruh warga negara di dalam
suatu negara.
2.
Hukum Internasional, yaitu hukum yang mengatur hubungan hukum dalam dunia
internasional.
3. Hukum Asing,
yaitu hukum yang berlaku di negara lain yang harus ditaati apabila warga negara
masuk ke wilayah negara negara lain.
4. Hukum Agama,
yaitu kumpulan norma-norma yang ditetapkan bersama oleh masing-masing agama
untuk para anggota pengikutnya.