Newest Post
Pada tugas softskil yang berceritakan Pelajaran yang di
sukai dan yang tidak di sukai selama mengikuti perkuliahan di jurusan teknik industri universitas gunadarma.
Hal pertama saya ucapkan terimakasih kepada bapak ibu dosen yang telah
mengajarkan/memberikan ilmu nya kepada mahasiswa.
Terkadang seseorang mempunyai kelebihan dan kekurangan yang
di miliki nya, begitupun dengan saya yang memiliki kekurangan pada pelajaran
berbasis hitung-hitungan karena saya lemah dalam perhitungan maka dari itu saya
tidak menyukai pelajaran seperti kalkulus, fisika, stokasti, dll. Meskipun saya
tidak menyukai pelajaran yang berbasis perhitungan tapi saya sadar pada
mahasiswa teknik itu harus menguasai bidang tersebut, maka meskipun saya tidak
menyukai nya tetapi saya ingin terus belajar dan ingin bisa.
Pelajaran yang saya sukai / bisa di bilang pelajaran favorit
yaitu yang berhubungan dengan gambar, pemrograman, dan ekonomi. Alasan nya
yaitu pertama (gambar) saya menyukai hal-hal yang berhubungan dengan menggambar
teknik karena sejak SMK saya sudah terbiasa menggambar part-part pada mesin
jadi saat ada pelajaran tersebut saya sangat bersemangat.
Kedua Pemrograman
sebenar nya pada pelajaran pemrograman itu susah susah gampang pada semester
pertama memang pada pertama kali mencoba nya sedikit agak pusing karena harus
memasukan coding untuk menjalankan suatu program yg ingin kita buat, tetapi
pada saat berhasil itulah yang membuat saya senang dan puas.
Ketiga Ekonomi awal
nya saya tidak menyukai pelajaran ekonomi karena saya membayangkan sulit nya
pelajaran tersebut, ternyata saya salah. Hal yang paling membuat saya menyukai
nya yaitu dosen nya, dosen nya baik setiap minggu nya pasti sharing tentang
kejadian-kejadian tentang ekonomi dan solusi nya, beliau mengajarkan
mikro&makro meskipun lebih banyak teori dan sejarah ketimbang perhitungan
tetapi beliau mengajarkan perhitungan dengan menggunakan media lain sehingga
kita tidak merasa bosan dengan pelajaran tersebut.
Itulah cerita pengalaman saya tentang pelajaran yang di
sukai & tidak di sukai selama 5 semester, saya ucapkan terimakasih banyak
kepada bapak/ibu dosen yang telah mengajarkan
1.
Analisis Kuantitatif
Kata analysis berasal dari bahasa
Greek (Yunani), terdiri dari kata “ana” dan “lysis“. Ana artinya atas (above),
lysis artinya memecahkan atau menghancurkan. Secara difinitif ialah: ”Analysis
is a process of resolving data into its constituent components to reveal its
characteristic elements and structure” Ian Dey . Agar data bisa dianalisis maka
data tersebut harus dipecah dahulu menjadi bagian-bagian kecil (menurut element
atau struktur), kemudian menggabungkannya bersama untuk memperoleh pemahaman
yang baru. Analisa data merupakan proses paling vital dalam sebuah penelitian.
Hal ini berdasarkan argumentasi bahwa dalam analisa inilah data yang diperoleh
peneliti bisa diterjemahkan menjadi hasil yang sesuai dengan kaidah ilmiah.
Maka dari itu, perlu kerja keras, daya kreatifitas dan kemampuan intelektual
yang tinggi agar mendapat hasil yang memuaskan. Analisis data berasal dari
hasil pengumpulan data. Sebab data yang telah terkumpul, bila tidak dianalisis
hanya menjadi barang yang tidak bermakna, tidak berarti, menjadi data yang
mati, data yang tidak berbunyi. Oleh karena itu, analisis data di sini
berfungsi untuk mamberi arti, makna dan nilai yang terkandung dalam data
itu.
Analisis data disebut juga
pengolahan data dan penafsiran data. Analisi data adalah rangkaian kegiatan
penelaahan, pengelompokan, sistematisasi, penafsiran dan verivikasi data agar
sebuah fenomena memiliki nilai social, akademis dan ilmiah. Kegiatan dalam
analisis data adalah : mengelompokan data berdasarkan variabel dan jenis
responden, mentabulasi data berdasarkan variabel dan seluruh responden,
menyajikan data tiap variabel yang diteliti, melakukan perhitungan untuk
menjawab rumusan masalah dan melakukan perhitungan untuk menguji hipotesis,
langkah terakhir tidak dilakukan. Tujuan analisa adalah menyederhanakan data
dalam bentuk yang lebih mudah dibaca dan diinterpretasi. Dalam penelitian
strukturalistik, data yang berupa kualitatif (kata-kata) dikuantifikasikan terlebih
dahulu kemudian dianalisis secara statistikan bertujuan untuk menjelaskan
fenomena, menguji hipotesis kerja dan mengangkat sebagai temuan berupa
verifikasi terhadap teori lama dan teori baru. Sedangkan dalam penelitian
naturalistik data bisa berupa kata-kata maupun angka. Data yang bersifat
kuantitatif (angka) tidak perlu dikualitatifkan terlebih dahulu dan tidak
menguji hipotesis/teori, melainkan untuk mendukung pemahaman yang dilakukan
oleh data kualitatif dan menghasilkan teori baru.
Analisis data kuantitatif
bertujuan untuk mempermudah memahami apa yang terdapat di balik semua data
tersebut, mengelompokannya, meringkasnya menjadi suatu yang kompak dan mudah
dimengerti, serta menemukan pola umum yang timbul dari data tersebut. Dalam
analisis data kuantitatif, agar mudah dimengerti dan pola umum itu terwakili
dalam bentuk simbol-simbol statistik, yang dikenal dengan istilah notasi,
variasi, dan koefisien. Seperti rata-rata ( u = miu), jumlah (E = sigma), taraf
signifikansi (a = alpha), koefisien korelasi (p = rho), dan sebagainya. Tahapan
analisis data kuantitatif:
Dalam menganalisa data analisis
strukturalistik (kuantitatif) hendaknya konsisten dengan paradigma, teori dan
metode yang dipakai dalam penelitian. Ada perbedaan analisa data dalam analisis
penelitian kuantitatif dan kualitatif. Dalam penelitian kuantitatif, analisa data
yang dilakukan secara kronologis setelah data selesai dikumpulkan semua dan
biasanya diolah dan dianalisis dengan secara computerizedberdasarkan metode
analisi data yang telah ditetapkan dalam desain penelitian. Adapun teknik
pengumpulan data yang sering digunakan seperti; tes tertilis, pengisian angket,
observasi, dan wawancara langsung.
2.
Analisis Deskriptif
Pengertian Analisis Deskriptif
Analisis deskriptif adalah
penelitian yang berusaha mendeskripsikan suatu gejala, peristiwa, kejadian yang
terjadi saat sekarang. Analisis deskriptif disini juga dimaksud dengan prosedur
statistik untuk menguji generalisasi hasil penelitian yang didasarkan atas satu
variabel Penelitian deskriptif memusatkan perhatian kepada masalah-masalah
aktual sebagaimana adanya pada saat penelitian berlangsung Analisis deskriptif
ini merupakan metode-metode yang berkaitan dengan pengumpulan, peringkasan, dan
penyajian suatu data sehingga memberikan informasi yang berguna dan juga
menatanya ke dalam bentuk yang siap untuk dianalisis. Dengan kata lain,
analisis deskriptif ini merupakan fase yang membicarakan mengenai penjabaran
dan penggambaran termasuk penyajian data.
Adapun analisis deskriptif ini
memiliki tujuan untuk memberikan gambaran (deskripsi) mengenai suatu data agar
data yang tersaji menjadi mudah dipahami dan informatif bagi orang yang
membacanya. Melalui penelitian deskriptif, peneliti berusaha mendeskripsikan
peristiwa dan kejadian yang menjadi pusat perhatian tanpa memberikan perlakukan
khusus terhadap peristiwa tersebut. Variabel yang diteliti bisa tunggal (satu
variabel) bisa juga lebih dan satu variabel
Analisis deskriptif ini terdiri dari Frequencies, Descriptive,
Explore, Crosstabs dan Ratio. Analisis – analisis tersebut sudah ada pada
opsion menu – menu dalam software pengolahan data statistik yang sering
digunakan. Salah satu program olah data yang sering digunakan adalah SPSS
(Statistical Package for the Social Sciences). SPSS merupakan program aplikasi
computer untuk menganalisis data yang digunakan pada berbagai disiplin ilmu,
terutama untuk analisis statistika. SPSS untuk menganalisis serta menampilkan
angka-angka hasil perhitungan statistik, grafik, tabel dengan berbagai model,
baik variabel tunggal atau hubungan antara satu variabel dengan variabel lain.
Perlu juga diketahui, bahwa
menurut skala data, dapat dibagi menjadi empat yaitu :
·
Data Nominal
Adalah data yang hanya bentuk
pengkodean, maksudnya adalah angka yang ada hanyalah sebagai symbol saja. Tidak
memiliki tingkatan atau hierarki. Jadi nilai 1, 2 dan seterusnya memiliki nilai
yang sama dan setara. Data nominal tidak bisa dioperasikan secara matematik.
·
Data Ordinal
Adalah data yang hampir sama
dengan data nominal, namun bedanya adalah angka – angka pada data memiliki
hierarki atau tingkatan – tingkatan.
·
Data Interval
Adalah data yang memiliki range
atau jarak dalam kelompok nilai dalam interval tertentu. Nol tidak memiliki
nilai yang mutlak, atau nol yang tertera bukan merupakan nol yang sesungguhnya.
·
Data Ratio
Adalah data yang memiliki nilai
yang sesungguhnya. Dapat dioperasikan secara matematik dan memiliki nilai nol
yang sesungguhnya.
Dari empat data tersebut,
dikelompokkan lagi menjadi dua, yaitu data kualitatif yang meliputi data
interval dan ratio. Serta data kuantitatif yang meliputi data nominal dan data
ordinal.
3.
Tahapan Analisis Deskriptif
Perumusan masalah
Metode penelitian manapun harus
diawali dengan adanya masalah, yakni pengajuan pertanyaan-pertanyaan penelitian
yang jawabannya harus dicari menggunakan data dari lapangan. Pertanyaan masalah
mengandung variabel-variabel yang menjadi kajian dalam studi ini. Dalam
penelitian deskriptif peneliti dapat menentukan status variabel atau
mempelajari hubungan antara variabel. Memilih masalah bukanlah pekerjaan yang
mudah dalampenelitian, terutamabagiorang-orang yang belum pengalaman meneliti.
Apabila sudah berpengalaman meneliti, masalah akan timbul dalam bentuk
keinginan untuk segera dilaksanakan.
·
Menentukan jenis informasi yang diperlukan
Dalam hal ini peneliti perlu
menetapkan informasi apa yang diperlukan untuk menjawab pertanyaan atau masalah
yang telah dirumuskan. Apakah informasi kuantitatif ataukah kualitatif.
Informasi kuantitatif berkenaan dengandata atau informasi dalam bentuk
bilangan/angka seperti.
·
Menentukan prosedur pengumpulan data
Ada banyak pengertian tentang
data, secara sederhana data adalah keterangan tentang sesuatu dan pengolahan
data adalah proses operasi sistematis terhadap data. Selama operasi, (misal
kalkulasi atau operasi logika) sedang berlangsung, data disimpan sementara
dalam prosesor.
·
Mengumpulkan dan menganalisis data
Tahapan ini, peneliti akan
terlibat dengansasaran penelitiann dalam proses pendataan, pengolahan, dan
analisis untuk mencapai tujuan.
Ada dua unsur penelitian yang
diperlukan, yakni instrumen atau alat pengumpul data dansumber data atau sampel
yakni dari mana informasi itu sebaiknya diperoleh. Dalam penelitian ada
sejumlah alat pengumpul data antara 41 lain tes, wawancara, observasi,
kuesioner, sosiometri. Alat-alat tersebut lazim digunakan dalam penelitian
deskriptif misalnya, untuk memperoleh informasi mengenai langkah-langkah guru
mengajar, alat atau instrumen yang tepat digunakan adalah observasi atau
pengamatan. Cara lain yang mungkin dipakai adalah wawancara dengan guru
mengenai langkah-langkah mengajar. Agar diperoleh sampel yang jelas,
permasalahan penelitian harus dirumuskan sekhusus mungkin sehingga memberikan
arah yang pasti terhadap instrumen dan sumber data.
·
Menentukan prosedur pengolahan informasi atau
data
Data dan informasi yang telah
diperoleh dengan instrumen yang dipilih dan sumber data atau sampel tertentu
masih merupakan informasi atau data kasar. Informasi dan data tersebut perlu
diolah agar dapat dijadikan bahan untuk menjawab pertanyaan penelitian. Setiap
penelitian tentu ada pengolahan data begitu juga dengan penelitian deskriptif
yang biasanya pengolahan datanya dipergunakan dengan tujuan penelitiannnya
untuk penjajagan atau pendahuluan, tidak untuk menarik kesimpulan, hanya
memberikan gambaran/ deskripsi tentang data yang ada.
Proses pengolahan datanya
biasanya menggunakan statistik deskriptif atau statistik inferensial. Statistik
deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara
mendeskripsikan atau menggambarkan data yang terkumpul sebagaimana adanya tanpa
bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum. Penelitian yang dilakukan
pada populasi jelas akan mengunakan statistik deskriptif dalam analisisnya,
tetapi bila penelitian dilakukan pada sampel maka analisisnya dapat menggunakan
statistik dekriptif maupun inferensial. Statistik deskriptif dapat digunakan
bila peneliti hanya ingin mendeskripsikan data sampel dan tidak ingin membuat
kesimpulan yang berlaku untuk populasi dimana sampel diambil.
Statistik inferensial adalah
tehnik statistik yang digunakan untuk menganalisis data sampel dan hasilnya
diberlakukan untuk populasi. Statistik ini akan cocok digunakan bila sampel
diambil dari populasi yang jelas, dan teknik pengambilan sample dari populasi
itu dilakukan secara random.
·
Menarik kesimpulan penelitian
Berdasarkan hasil pengolahan data
yang telah dilakukan, peneliti akan menyimpulkan hasil penelitian deskriptif
dengan cara menjawab pertanyaan-pertanyaan penelitian dan mensintesiskan semua
jawaban tersebut dalam satu kesimpulan yang merangkum permasalahan penelitian
secara keseluruhan. Penelitian deskriptif pada umumnya dilakukan dengan tujuan
utama, yaitu menggambarkan secara sistematis fakta dan karakteristik objek dan
sobjek yang diteliti secara tepat. Sehingga kesimpulan yang dibuat juga
berdasarkan tujuan yang telah dirumuskan.
Dalam perkembangan akhir-akhir
ini, metode penelitian deskriptif juga banyak di lakukan oleh para peneliti
karena dua alasan. Pertama, dari pengamatan empiris didapat bahwa sebagian
besar laporan penelitian dilakukan dalam bentuk deskriptif. Kedua, metode
deskriptif sangat berguna untuk mendapatkan variasi permasalahan yang berkaitan
dengan bidang pendidikan maupun tingkah laku manusia. Berhubungan dengan hal
tersebut penguasaan materi tentang pengolahan data deskriptif sangat penting
untuk dipelajari dan dikaji secara saksama untuk memantapkan hasil penelitian
nantinya.
4. Analisis
Korelasi
Tahapan Analisis Korelasi
Analisis korelasi merupakan salah satu teknik statistik yang digunakan
untuk menganalisis hubungan antara dua variabel atau lebih yang bersifat
kuantitatif. Pada dasarnya penelitian korelasioanal melibatkan perhitungan
korelasi antara variabel yang komplek (variabel kriteria) dengan variabel lain
yang dianggap mempuyai hubungan (variabel prediktor).
Jenis analisis korelasi dilihat
dari skala data:
Jenis analisis korelasi dilihat
dari skala data
Langkah-langkah tesebut
penelitian ini antara lain secara umum yaitu penentuan masalah, peninjauan
masalah atau studi pustaka, pertanyaan penelitian atau hipotesis, rancangan
penelitian dan metodologi penelitian, pengumpulan data, dan analisis data, simpulan.
·
Penentuan masalah
Masalah dalam penelitian
merupakan kesenjangan antara yang diharapkan dengan kenyataan yang ada atau
sesuatu yang dijadikan target yang telah ditetapkan oleh peneliti, tetapi
target tersebut tidak tercapai. Disetiap penelitian langkah awal yang harus dilakukan
peneliti adalah menentukan masalah penelitian yang akan menjadi fokus studinya.
Ciri-ciri permasalahan yang layak diteliti adalah yang dapat diteliti
(researchable), mempunyai kontribusi atau kebermanafaatan bagi banyak
pihak, dapat didukung oleh data empiris serta sesuai kemampuan dan keinginan
peneliti. Dalam penelitian korelasional, masalah yang dipilih harus mempunyai
nilai yang berarti dalam pola perilaku fenomena yang kompleks yang memerlukan
pemahaman. Disamping itu, variabel yang dimasukkan dalam penelitian harus
didasarkan pada pertimbangan, baik secara teoritis maupun nalar, bahwa variabel
tersebut mempunyai hubungan tertentu. Hal ini biasanya dapat diperoleh
berdasarkan hasil penelitian sebelumnya.
·
Peninjauan Masalah atau Studi Kepustakaan
Setelah penentuan masalah,
kegiatan penelitian yang penting adalah studi kepustakaan yang menjadi dasar
pijakan untuk memperoleh landasan teori, kerangka pikir dan penentuan dugaan
sementara sehingga peneliti dapat mengerti, mengalokasikan, mengorganisasikan,
dan menggunakan variasi pustaka dalam bidangnya. Macam-macam sumber untuk
memperoleh teori yang berkaitan dengan masalah yang diteliti adalah dari
jurnal, laporan hasil penelitian, majalah ilmiah, surat kabar, buku yang
relevan, hasil-hasil seminar, artikel ilmiah dan narasumber.
·
Rancangan penelitian atau Metodologi Penelitian
Pada tahap ini peneliti
menentukan subjek penelitian yang akan dipilih dan menentukan cara pengolahan
datanya. Subyek yang dilibatkan dalam penelitian ini harus dapat diukur dalam
variabel-variabel yang menjadi fokus penelitian. Subyek tersebut harus relatif
homogen dalam faktor-faktor di luar variabel yang diteliti yang mungkin dapat
mempengaruhi variabel terikat. Bila subyek yang dilibatkan mempunyai perbedaan
yang berarti dalam faktor-faktor tersebut, korelasi antar variabel yang
diteliti menjadi kabur. Untuk mengurangi heterogenitas tersebut, peneliti dapat
mengklasifikasikan subyek menjadi beberapa kelompok berdasarkan tingkat faktor
tertentu kemudian menguji hubungan antar variabel penelitian untuk
masing-masing kelompok.
·
Pengumpulan data
Berbagai jenis instrumen dapat
digunakan untuk mengukur dan mengumpulkan data masing-masing variabel, seperti
angket, tes, pedoman interview dan pedoman observasi, tentunya disesuaikan
dengan kebutuhan. Data yang dikumpulkan dengan instrumen-instrumen tersebut
harus dalam bentuk angka. Dalam penelitian korelasional, pengukuran variabel
dapat dilakukan dalam waktu yang relatif sama. Sedang dalam penelitian
prediktif, variabel prediktor harus diukur selang beberapa waktu sebelum
variabel kriteria terjadi. Jika tidak demikian, maka prediksi terhadap kriteria
tersebut tidak ada artinya.
·
Analisis data
Pada dasarnya, analisis dalam
penelitian korelasional dilakukan dengan cara mengkorelasikan hasil pengukuran
suatu variabel dengan hasil pengukuran variabel lain. Dalam penelitian
korelasional, teknik korelasi bivariat, sesuai dengan jenis datanya, digunakan
untuk menghitung tingkat hubungan antara variabel yang satu dengan yang lain.
Sedang dalam penelitian
prediktif, teknik yang digunakan adalah analisis regresi untuk mengetahui
tingkat kemampuan prediktif variabel prediktor terhadap variabel kriteria. Namun
demikian, dapat pula digunakan analisis korelasi biasa bila hanya melibatkan
dua variabel. Bila melibatkan lebih dari dua variabel, misalnya untuk
menentukan apakah dua variabel prediktor atau lebih dapat digunakan untuk
memprediksi variabel kriteria lebih baik dari bila digunakan secara
sendiri-sendiri, teknik analisis regresi ganda, multiple regresion atau
analisis kanonikdapat digunakan. Hasil analisis tersebut biasanya dilaporkan
dalam bentuk nilai koefisien korelasi atau koefisien regresi serta tingkat
signifikansinya, disamping proporsi variansi yang disumbangkan oleh variabel
bebas terhadap variabel terikat.
Interpretasi data pada penelitian
korelasional adalah bila dua variabel hubungkan maka akan menghasil koefisen
korelasi dengan simbol (r). Hubungan variabel tersebut dinyatakan dengan nilai
dari -1 samapai +1. Nilai (-) menunjukan korelasi negatif yang variabelnya
saling bertolak belakang dan nilai (+) menunjukkan korelasi positif yang
variabelnya saling mendekati ke arah yang sama.
·
Korelasi Bivariat
Analisis korelasi sederhana
(Bivariate Correlation) digunakan untuk mengetahui keeratan hubungan antara dua
variabel dan untuk mengetahui arah hubungan yang terjadi. Koefisien korelasi
sederhana menunjukkan seberapa besar hubungan yang terjadi antara dua variabel.
Dalam SPSS ada tiga metode korelasi sederhana (bivariate correlation)
diantaranya Pearson Correlation, Kendall’s tau-b, dan Spearman Correlation.
Pearson Correlation digunakan untuk data berskala interval atau rasio,
sedangkan Kendall’s tau-b, dan Spearman Correlation lebih cocok untuk data
berskala ordinal.
Pada tulisan ini akan dibahas
analisis korelasi sederhana dengan metode Pearson atau sering disebut Product
Moment Pearson. Nilai korelasi (r) berkisar antara 1 sampai -1, nilai semakin
mendekati 1 atau -1 berarti hubungan antara dua variabel semakin kuat,
sebaliknya nilai mendekati 0 berarti hubungan antara dua variabel semakin
lemah. Nilai positif menunjukkan hubungan searah (X naik maka Y naik) dan nilai
negatif menunjukkan hubungan terbalik (X naik maka Y turun).
5.
Analisis Kontribusi Varibel
Regresi Linear Berganda
Analisis regresi linier berganda
adalah hubungan secara linear antara dua atau lebih variabel independen (X1,
X2,….Xn) dengan variabel dependen (Y). Analisis ini untuk mengetahui arah
hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen apakah masing-masing
variabel independen berhubungan positif atau negatif dan untuk memprediksi
nilai dari variabel dependen apabila nilai variabel independen mengalami
kenaikan atau penurunan. Data yang digunakan biasanya berskala interval atau
rasio.
Persamaan regresi linear berganda
sebagai berikut:
Y’ = a + b1X1+ b2X2+…..+ bnXn
Keterangan:
Y’ = Variabel dependen (nilai
yang diprediksikan)
X1 dan X2 = Variabel independen
a = Konstanta (nilai Y’ apabila
X1, X2…..Xn = 0)
b = Koefisien regresi (nilai
peningkatan ataupun penurunan)
Regresi Linear Sederhana
Analisis regresi linier sederhana
adalah hubungan secara linear antara satu variabel independen (X) dengan
variabel dependen (Y). Analisis ini untuk mengetahui arah hubungan antara
variabel independen dengan variabel dependen apakah positif atau negatif dan
untuk memprediksi nilai dari variabel dependen apabila nilai variabel
independen mengalami kenaikan atau penurunan.. Data yang digunakan biasanya
berskala interval atau rasio.
Rumus regresi linear sederhana
sebagi berikut:
Y’ = a + bX
Keterangan:
Y’ = Variabel dependen (nilai
yang diprediksikan)
X = Variabel independen
a = Konstanta (nilai Y’ apabila X
= 0)
b = Koefisien regresi (nilai
peningkatan ataupun penurunan)
Diagram Jalur (Path Diagram)
Langkah pertama analisis jalur
adalah menterjemahkan hipotesis penelitian yang bentuknya proposisional ke
dalam bentuk diagram yang disebut diagram jalur. Pada saat menggambarkan
diagram jalur ada beberapa perjanjian :
1) Hubungan antar variabel
digambarkan oleh anak panah yang bisa berkepala tunggal (®) atau single headed
arrow, dan berkepala dua («) atau double headed arrow.
2) Panah berkepala satu
menunjukkan pengaruh dari sebuah variabel eksogen terhadap sebuah variabel
endogen. Misalkan :
X1 X2
3) Panah berkepala dua
menggambarkan hubungan korelatif antar variabel eksogen. Misalkan :
X1 X2
4) Tidak pernah seseorang bisa
mengisolasi hubungan pengaruh secara murni artinya bahwa sesuatu kejadian
banyak sekali yang mempengaruhinya, tetapi pada conceptual framework hanya
dapat digambarkan beberapa pengaruh yang bisa diamati. Variabel lainnya yang
tidak bisa digambarkan (tidak bisa diukur) diperlihatkan oleh suatu variabel
tertentu yang disebut residu dan diberi simbol dengan e.
Diagram jalur ini adalah diagram
jalur yang paling sederhana. Besarnya pengaruh langsung dari X1 ke X2 diperlihatkan
oleh koefisien jalur (path coefficient, p). Apabila diagram jalur sederhana
seperti ini yaitu variabel eksogen hanya satu, maka p21 = r21.
6.
Analisis Komparasi
Pengertian Analisis Komparatif
Analisis komparatif adalah teknik
analisis yang dilakukan dengan cara membuat perbandingan antar elemen yang sama
untuk beberapa periode yang berurutan. Perbandingan dapat dilakukan dengan dua
pendekatan, yaitu Year-to-year Changes Analysis dan Index-Number Trend Series
Analysis. Dalam pendekatan year-to-year changes analysis, per-bandingan dibuat
dengan cara menghitung perubahan absolut dan perubahan relatif (persentase)
dari tahun ke tahun setiap elemen laporan keuangan.Perubahan absolut diperlukan
untuk memperoleh perspektif yang tepat dan kesimpulan yang valid tentang
perubahan yang terjadi. Perubahan relatif (persentase) diperlukan untuk
menentukan berarti tidaknya (signifikansi) dari setiap perubahan yang terjadi.
Tujuan dari analisis komparatif adalah untuk menemukan persamaan-persamaan dan
perbedaan-perbedaan tentang benda-benda, tentang orang, tentang prosedur kerja,
tentang ide-ide, kritik tehadap orang lain, kelompok, terhadap suatu idea tau
prosedur kerja. Dapat juga membadingkan kesamaan pandangan dan
perubahan-perubahan pandangan orang, grup atau Negara terhadap kasus, terhadap
orang, terhadap peristiwa atau terhadap ide-ide.
Dalam analisis komparasi yang
melakukan pembandingan antar satu variable atau dua sampel, yaitu apakah memang
secara signifikan mean satu atau dua sampel yang diperbandingkan atau dicari
perbedaannya itu memang berbeda, ataukah perbedaan itu terjadi karena kebetulan
saja (by change) dapat menggunakan Uji-T atau T-Test dan Chi Kuadrat (Chi
Square).
Tujuan analisis komparatif adalah
untuk mempe-roleh gambaran tentang arah dan kecenderungan (tendensi) tentang
perubahan yang mungkin akan terjadi pada setiap elemen laporan keuangan di masa
yang akan datang. Informasi hasil analisis komparatif bermanfaat untuk
memperediksi tentang kemungkinan yang akan terjadi pada setiap elemen laporan
keuangan di masa yang akan datang.
·
Tahapan Analisis Komparatif
Penelitian Komparatif, sebagaimana
penelitian lainnya dilakukan dalam lima tahap:
1. Penentuan
masalah penelitian, dalam perumusan masalah penelitian atau pertanyaan
penelitian, kita berspekulasi dengan penyebab fenomena berdasarkan penelitian
sebelumnya, teori, atau pengamatan.
2. Penentuan
kelompok yang memiliki karakteristik yang ingin diteliti.
3. Pemilihan
kelompok pembanding, dengan mempertimbangkan karakteristik atau pengalaman yang
membedakan kelompok harus jelas dan didefinisikan secara operasional
(masing-masing kelompok mewakili populasi yang berbeda). Mengontrol variabel
ekstra untuk membantu menjamin kesamaan kedua kelompok.
4. Pengumpulan
data, dilakukan dengan menggunakan instrumen penelitian yang memenuhi
persyaratan validitas dan reliabilitas.
5. Analisis
data, dimulai dengan analisis statistik deskriptif menghitung rata-rata dan
simpangan baku. Selanjutnya dilakukan analisis yang mendalam dengan statistik
inferensial.
Menurut Gay desain dasar
penelitian komparatif adalah sangat sederhana dan walaupun variabel bebas tidak
dimanipulasi, ada prosedur kontrol yang dapat diterapkan. Studi komparatif juga
melibatkan variasi teknik statistik yang luas. Desain dasar penelitian
komparatif melibatkan pemilihan dua kelompok yang berbeda pada beberapa
variabel bebas dan membandingkan mereka pada beberapa variabel terikat. Kedua
kelompok mungkin berbeda, satu kelompok memiliki karakteristik yang tidak
dimiliki kelompok lain atau satu kelompok memiliki pengalaman yang tidak
dimiliki kelompok lain. Atau kedua kelompok berbeda dalam tingkatan; satu kelompok
memiliki lebih dari satu karakteristik daripada kelompok lain atau kedua
koelompok mungkin memiliki perbedaan jenis pengalaman.
Teknik yang digunakan sebagai
analisis data dalam penelitian komparatif yaitu sebagai berikut:
1. Apabila
datanya berbentuk nominal, maka digunakan teknik statistic : binomial dan chi
kuadrat satu sampel.
2. Apabila
datanya berbentuk ordinal, maka digunakan teknik statistik : run test.
3. Apabila
datanya berbentuk interval atau ratio maka digunakan tes satu sampel
KESAN DAN PESAN
MAHASISWA TEKNIK INDUSTRI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2013
Kampus Gunadarma atau sekarang biasa di sebut "GUNDAR" padahal lebih enak "UG" ^^ Nama kampus Gundar paling terkenal di daerah bekasi dan juga depok, bukan karna itu juga saya memutuskan ingin kuliah di gundar, menurut teman prospek kerja dalam teknik industri itu luas dan lulusan teknik industri pada kampus gunadarma juga sangat menjanjikan ,maka dari itu saya memutuskan untuk mendaftar di kampus gunadarma.
Kesan saya selama kuliah di gundar tuh yang langsung terlintas itu adalah "KERAS" dari praktikum dan mata kuliah yang berat. Mahasiswa teknik industri dalam matakuliah nya mempelajari dari seluruh bidang jurusan dari mesin, informatika, ekonomi, sastra, psikologi, dll. dikarenakan pada teknik industri mahasiswa di tuntut untuk menguasai semua bidang. Pada praktikum dari Lab.Dasar, Lab.Menengah, dan Lab.Lanjut, pada ketiga tingkatan praktikum tersebut mahasiswa di tuntut untuk mengedepankan kedisiplinan yang tinggi terutama disiplin terhadap waktu.
meskipun dalam jurusan teknik industri proses menuju sukses nya sangat berat tetapi saya tidak akan menyesal karena memiliki teman-teman yang saling mendukung satu sama lain, pada saat ada salah satu teman kita yang down karena merasa tidak mampu untuk mengikuti alur perkuliahan maka teman-teman yang lain nya akan memberi semangat agar tetap samangat menjalani kewajiban kuliah hingga lulus.
Ada tambahan 1 lagi yaitu kesan HOROR di kampus J1. ^^
sewaktu semester 2 saat lagi mengerjakan "BENDEL" anak teknik UG pasti tau, pada saat itu jam menunjukan pukul 20.40 Wib (masih inget jelas), dan lokasi nya di lantai 3 tepat di depan kelas yang dekat lift. saat itu kita ber 4 (dlm 1 kelompok) sedang fokus mengerjakan tugas bagian masing-masing, dan saat itu ada perasaan yang tidak enak seperti ada hal yang aneh (kebetulan saya mempunyai indra ke-6), mata pun tertuju pada lift lantai 3 dan benar saja tiba-tiba tombol naik & turun pada lift menyala padahal tidak ada siapapun di depan lift itu. dan pada saat lift itu terbuka mendadak lampu sekitar lift seperti konslet (mati-nyala), dan nampak lah sosok ya bisa di bilang Tante Kunti yang sedang bersandar di depan lift. sepontan saya memberi tahu kepada 3 orang teman saya dan meninggalkan tempat itu. sampai saat ini saya enggan untuk melakukan aktifitas di lantai 3 kecuali ada jam kuliah.
sewaktu semester 2 saat lagi mengerjakan "BENDEL" anak teknik UG pasti tau, pada saat itu jam menunjukan pukul 20.40 Wib (masih inget jelas), dan lokasi nya di lantai 3 tepat di depan kelas yang dekat lift. saat itu kita ber 4 (dlm 1 kelompok) sedang fokus mengerjakan tugas bagian masing-masing, dan saat itu ada perasaan yang tidak enak seperti ada hal yang aneh (kebetulan saya mempunyai indra ke-6), mata pun tertuju pada lift lantai 3 dan benar saja tiba-tiba tombol naik & turun pada lift menyala padahal tidak ada siapapun di depan lift itu. dan pada saat lift itu terbuka mendadak lampu sekitar lift seperti konslet (mati-nyala), dan nampak lah sosok ya bisa di bilang Tante Kunti yang sedang bersandar di depan lift. sepontan saya memberi tahu kepada 3 orang teman saya dan meninggalkan tempat itu. sampai saat ini saya enggan untuk melakukan aktifitas di lantai 3 kecuali ada jam kuliah.
Pesan saya yaitu untuk kedepannya semoga mahasiswa teknik idustri bisa terus maju seiring dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi khususnya dibilang industri. Semoga lulusan teknik industri mendapatkan prospek kerja yg sesuai. ^^
SALAM INDUSTRI
KESAN DAN PESAN MAHASISWA TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS GUNADARMA 2013
Rabu, 28 Oktober 2015
Posted by Unknown
Bab
I
Pendahuluan
merupakan bab pertama dari karya tulis yang berisi jawaban apa dan mengapa
penelitian itu perlu dilakukan. Bagian ini memberikan gambaran mengenai topik
penelitian yang hendak disajikan. Oleh karena itu, pada bab
pendahuluan memuat latar belakang masalah, rumusan masalah, dan tujuan
penelitian
·
Latar Belakang
Masalah
Latar belakang masalah merupakan uraian informasi sehubungan dengantimbulnya masalah
penelitian. Informasi atau data mengenai timbulnya masalah penelitian tersebut perlu dicari untuk mengetahui kedudukan masalah dengan pasti.Selain itu, paparan singkat tentang teori yang relevan juga perlu ada dalam latar belakang.
·
Rumusan Masalah
adalah
suatu riset yang memecahkan problem/isu/topik baru yang sangat sedikit
diketahui, sehingga ide riset sebelumnya tidak dapat diformulasi dengan baik
pada tahap awal. Persoalnnya dapat datang dari bagian disiplin ilmu, baik itu
suatu teka-teki riset teoritis atau riset yang mempunyai dasar empiris (Prof.
Dr. Ir. Jacub Rais, M.Sc., 2003)
·
PEMBATASAN MASALAH
Dalam
riset ini kita mencoba untuk menemukan batas dari generalisasi yang diusulkan
sebelumnya. Pada umumnya ini adalah riset dasar, misalnya apakah suatu teori
dapat diterapkan pada suhu tinggi, jumlah testing yang dilakukan tidak terbatas
dan terus menerus, karena dengan ini kita mampu untuk memperbaiki dengan
menspesifikasi, momodifikasi, mengklarifikasi generalisasi yang dikembangkan
oleh disiplin ilmu kita yang penting (Prof. Dr. Ir. Jacub Rais, M.Sc., 2003).
·
TUJUAN PENULISAN
Dari
riset jenis ini kita mulai dari adanya suatu masalah dalam dunia nyata dan
membawa semua sumber daya intelektual untuk memecahkan masalahnya. Permasalahan
harus dapat ditentukan secara jelas dan metode pemecahan masala harus
ditemukan. Orang yang bekerja dalam cara ini harus menciptakan dan
mengidentifikasi pemecahan masalah sebelumnya dalam setiap langkah. Ini
biasanya melibatkan sejumlah teori dan metode, kadang-kadang melintas lebih
dari satu disiplin, karena masalah dunia nyata pada umumnya messy (kacau) dan
tidak dapat dipecahkan dalam batas sempit dari satu disiplin akademis (Prof.
Dr. Ir. Jacub Rais, M.Sc., 2003).
BAB
II
Landasan
teori merupakan bagian sistem penulisan laporan yang berisikan tentang beragam
teori yang digunakan dalam sebuah penyusunan laporan guna memperkuat sebuah
pembahasan dari materi yang diujikan. Teori-teori yang digunakan dalam
menunjang pembahasan materi dapat diperoleh dari buku, jurnal, dosen, tutorial,
bahkan melalui media internet sekalipun.
LANDASAN TEORI
Landasan teori merupakan teori yang relevan yang digunakan untuk menjelaskan
tentang variabel yang akan diteliti dan sebagai dasar untuk memberi jawaban
sementara terhadap rumusan masalah yang diajukan (hipotesis), dan penyusunan
instrument penelitian. Teori yang digunakan bukan sekedar pendapat dari
pengarang atau pendapat lain, tetapi teori yang benar-benar telah teruji
kebenarannya.
Dalam
landasan teori ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu : (1) nama
pencetus teori, (2) tahun dan tempat pertama kali, (3) uraian ilmiah teori, (4)
relevansi teori tersebut dengan upaya peneliti untuk mencapai tujuan atau
target penelitian (Hadi Sabari Yunus, 2010 : 226).
BAB III
Metodologi penulisan merupakan proses aturan yang mengatur tentang susunan
penulisan laporan secara menyeluruh mulai dari awal sampi akhir. Metodologi
penulisan dalam penjelasannya terhadap proses sistematika penulisan biasa
disajikan dalam bentuk aliran bagan yang digambarkan secara berurutan yang
biasa disebut dengan alur flowchart.
METODOLOGI PENULISAN
Metodologi adalah tatacara atau jalan yang ditempuh sehubungan dengan
penelitian yang dilakukan, yang memiliki langkah-langkah yang sistematis untuk
menyelesaikan masalah yang dibahas dengan mendayagunakan sumber data dan
fasilitas yang ada, Metodologi juga merupakan cara kerja untuk dapat memahami
hal yang menjadi sasaran penelitian yang bersangkutan, meliputi prosedur dan
teknik penelitian ( Hasan, 2002).
BAB IV
Pembahasan dan analisis berisikan tentang proses bagaimana mengolah sebuah
permasalahan yang sedang dihadapi, setelah itu dianalisis agar masalah yang
timbul bisa di atasi dengan solusi yang tepat.
PEMBAHASAN DAN ANALISIS
Analisis diartikan sebagai sebuah tindakan yang didalamnya termuat beberapa
aktivitas seperti penguraian, pembedaan dan pemilahan sesuatu untuk kemudian
digolongkan serta dikelompokan kembali berdasar kriteria tertentu. Selanjutnya,
dari proses tersebut dilakukan proses pencarian keterkaitan serta penafsiran
makna dari setiap kriteria (Wiradi)
BAB V
Penutup dalam sebuah penyusunan penulisan laporan akhir terdiri dari dua bagian
yaitu kesimpulan dan saran
KESIMPULAN
Teori merupakan suatu konseptualisasi yang umum, yang diperoleh melalui jalan
yang sistematis dan harus dapat diuji kebenarannya. Kerangka pikir merupakan
model kenseptual tentang bagaimana teori berhubungan dengan berbagai factor
yang telah diidentifikasi sebagai masalah yang penting. Sedangkan hipotesis
merupakan jawaban sementara trhadap rumusan masalah penelitian yang diajukan,
maka titik tolak untuk merumuskan hipotesis adalah rumusan masalah dan kerangka
pikir berdasarkan landasan teori.
SARAN
Saran merupakan manifestasi dari penulis untuk dilaksanakan sesuatu yang belum
ditempuh dan layak untuk dilaksanakan. Saran dicantumkan karena peneliti
melihat adanya jalan keluar untuk mengatasi masalah atau kelemahan yang ada.
Apple menuntut Samsung
karena menjiplak iPad, iPod dan iPhone mereka kedalam Galaxy Tab dan perangkat
Galaxy mereka. Menurut pihak Apple California yang sedang mencari juri untuk
kasus ini, Samsung tidak hanya menjiplak teknologi saja bahkan hingga kemasan.
Samsung adalah produsen elektronik besar yang saat ini tumbuh menjadi pesaing Apple khususnya dengan perangkat terbaru mereka berbasis Android yang mereka luncurkan sejak tahun lalu.
Keluhan Apple mencangkup 10 tuduhan pelanggaran hak paten, dua pelanggaran merek dagang dan dua pelanggaran trade dress (baca: karakteristik atau visualisasi produk) serta praktek usaha tidak sehat. Tuntutan yang dialamatkan kepada Samsung Electronics, Samsung Amerika dan Samsung Telekomunikasi Amerika ini diajukan di pengadilan distrik di San Francisco tapi sedang dipindahkan ke Oakland, California. Sementara ini pihak Samsung sendiri tidak memberikan tanggapan mengenai tuntutan ini
Samsung adalah produsen elektronik besar yang saat ini tumbuh menjadi pesaing Apple khususnya dengan perangkat terbaru mereka berbasis Android yang mereka luncurkan sejak tahun lalu.
Keluhan Apple mencangkup 10 tuduhan pelanggaran hak paten, dua pelanggaran merek dagang dan dua pelanggaran trade dress (baca: karakteristik atau visualisasi produk) serta praktek usaha tidak sehat. Tuntutan yang dialamatkan kepada Samsung Electronics, Samsung Amerika dan Samsung Telekomunikasi Amerika ini diajukan di pengadilan distrik di San Francisco tapi sedang dipindahkan ke Oakland, California. Sementara ini pihak Samsung sendiri tidak memberikan tanggapan mengenai tuntutan ini
.
Dalam
rangkaian klaimnya, Apple menjelaskan beberapa elemen desain rinci dari iPhone,
iPod dan iPad yang disinyalir telah dijiplak Samsung. Mulai dari bentuk persegi
panjang dengan lengkungan pada sudut, pita hitam yang muncul di bagian atas dan
bawah dari iPhone, iPod Touch dan iPad. Selain itu mereka juga mengklaim ikon
aplikasi yang dirancang mirip dengan yang Apple yang telah mengintegrasikan pada
handset mereka, bahkan hingga fungsi-fungsi pengaturan serta cara mengemas
produknya.
Seperti
diketahui bahwa produk iPhone mulai dikenalkan sejak 2007 dan iPad pada
pertengahan 2010 sementara Samsung mengenalkan Galaxy S pada pertengahan tahun
2010 dan Galaxy Tab pada akhir tahun lalu.
ANALISIS
KASUS
Kasus
di atas adalah dinamika dalam Information and Communication Technology (ICT).
Pada satu sisi, dinamika ini menggambarkan adanya inovasi dan sofistikasi
teknologi telepon plus komputer sebagai industri kreatif. Pada sisi lain, ini
mencerminkan adanya keterkaitan hak kekayaan intelektual (HKI) dalam industri
kreatif tersebut.
Paten
terhadap software adalah salah satu paten yang menjadi topik perdebatan hangat.
Biasanya suatu program komputer hanya dilindungi dengan Hak Cipta, akan tetapi
untuk lebih memonopoli ide yang terkandung di dalamnya maka diperkenalkan
konsep paten terhadap software. Konsep paten software dianggap berbahaya karena
paten jenis ini biasanya mengklaim kepemilikan terhadap algoritma atau
langkah-langkah yang dieksekusi oleh komputer. Padahal algoritma adalah setara
generalnya dengan rumus matematika dan terdapat algoritma yang spesifik untuk
suatu problem programming tertentu. Hal ini akhirnya dapat menghambat kebebasan
memakai algoritma dan menjurus kepada persaingan tidak sehat. Bayangkan,
untuk menggunakan rumus matematik harus meminta ijin atau membayar royality
kepada orang lain. Sebagai contoh dari rumus matematik yang dipatenkan adalah
algoritma pengacakan data (encryption algoritma) yang dikenal dengan nama RSA,
yang merupakan singkatan dari nama penemunya Rivest, Shamir dan Adleman.
Algoritma RSA ini digunakan pada browser web (seperti Internet Explorer) dan
server e-commerce.
Di
Amerika sendiri paten software ditolak oleh banyak orang (khususnya para pakar,
akademisi, di bidang ilmu komputer) dikarenakan akan menghambat inovasi.
(Referensi Donald Knuth) Ketakutan atas pelanggaran HaKI, khususnya paten
software ini, membuat larinya perusahaan dan programmer dari Amerika. Mereka
pergi ke negara yang tidak mengakui paten software untuk melakukan penelitian,
eksplorasi, dan mengembangkan inovasi-inovasi baru. Dalam hal ini pihak negara
Amerika yang dirugikan. Itulah sebabnya banyak para peneliti dan akademisi
software di Amerika anti terhadap paten software ini. Terdapat beberapa
organisasi di AS dan Eropa yang khusus bergerak melawan paten terhadap
software. Contohnya adalah League for Programming Freedom (LPF).
Bila ditelusuri lebih jauh, tiru-meniru desain gadget, seperti kasus apple dan
samsung ini, bahkan sampai dengan beberapa aplikasi yang ada di dalam gadget
merupakan hal yang jamak terjadi. Hal ini dimungkinkan oleh adanya engineer yang
berpindah tempat kerja, kemajuan teknologi, bahkan mungkin juga ada usaha
sengaja dengan membeli gadget lawan untuk kemudian dibongkar dan dibangun ulang
sesuai dengan keinginan suatu perusahaan tertentu. Usaha-usaha seperti ini
banyak sekali dilakukan perusahaa China, namun sampai sekarang hampir tidak ada
perusahaan China yang digugat ke pengadilan oleh vendor besar seperti Apple
Inc.
Tampaknya,
gugatan Apple lebih karena Samsung merupakan pemain besar dalam industri
smartphone, demikian juga tablet. Produk mereka bersaing ketat, di mana Samsung
tampakanya sangat sukses dengan seri Galaxy di smartphone, sedangkan Apple
Inc. sangat sukses dengan iPad di ranah tablet. Gugatan Apple paling
tidak memperingatkan Samsung bahwa Apple tidak rela ditiru dan bersaing di
industri ponsel dan tablet dengan produsen yang meniru desain Apple Inc. Akan
tetapi gugatan Apple telah menimbulkan kemarahan Samsung yang balik menggugat
Apple Inc. atas pelanggaran hak cipta.
Dalam
hal ini perlu diketahui juga Samsung merupakan salah satu pemasok bagi Apple
dalam menghasilkan gadgetnya, termasuk iPhone. Cukup mengherankan dua
perusahaan yang saling membutuhkan ini bisa saling gugat-menggugat. Bila
nantinya gugatan ini menyebabkan hubungan bisnis kedua perusahaan berakhir,
Apple Inc. akan direpotkan dalam mencari partner yang baru karena adanya gempa
dan tsunami di Jepang sehingga pilihan partner sangat sedikit (perusahaan asal
Jepang membutuhkan waktu recovery yang lama setelah mengalami gempa
dan tsunami), sedangkan Samsung sendiri sudah tidak bisa diandalkan karena
berpekara melalui pengadilan.
Kecepatan
Samsung dalam merespon tuduhan Apple Inc. dengan mengajukan gugatan pelanggaran
terhadap hak paten patut diapresiasi. Dengan adanya gugatan balik ini, tentu
tidak mudah bagi Apple Inc. karena Samsung juga telah menggugatnya dan lebih
berimplikasi serius karena terkait dengan paten. Bisa saja karena digugat,
Samsung kecewa dan menghentikan kerja samanya dengan Apple Inc. Nantinya jika
maju ke pengadilan, konsumen bisa melihat lebih jelas siapa sebenarnya pemilik
inovasi tertentu di dalam gadget seperti iPhone Apple dan seri Galaxy S dari
Samsung
.
Jadi, jika dilihat dari kasus di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa
adanya HaKI khususnya pada bagian software dan alat telekomunikasi
mempunyai beberapa keuntungan dan kerugian. Di satu sisi HaKI dapat memberikan
keuntungan kepada pemilik karya kreatif dengan memberikan perlindungan terhadap
karya-karya mereka, tetapi di sisi lain dapat merugikan banyak pihak yang ingin
berinovasi dengan mengembangkan karya-karya cipta tersebut untuk menjadi lebih
baik atau mungkin lebih canggih lagi, karena seperti yang telah disebutkan
dalam kasus diatas. Hak paten atas software merupakan pematenan terhadap
algoritma, yang berarti setiap rumus dasar dari pembuatan tekhnologi baru
untuk software telah dipatenkan dan jika digunakan untuk penelitian
dan pengembangan inovasi baru terhadap gadget-gadget baru,
kemungkinan akan terjadi masalah karena adanya gugatan atau tuntutan dari pihak
yang telah mema-tenkan algoritma tersebut. Oleh karenanya, ini dapat menjadi
pelajaran bagi negara berkembang seperti Indonesia untuk lebih memahami dan
mengolah pengadaan peraturan HaKI di Indonesia, agar inovasi-inovasi dari para
kaum muda-mudi yang masih belajar teknologi ini tidak terhambat karena takut
dituntut oleh pihak yang merasa rancangan yang telah dipatenkannya telah
dipergunakan semena-mena.
Sumber : http://www.chip.co.id/news/general/567/apple_tuntut_samsung_karena_jiplak_ipad
Hak Kekayaan
Intelektual (HaKI)
v
Pengertian
Hak Kekayaan Intelektual adalah hak eksklusif yang diberikan suatu hukum atau peraturan kepada seseorang atau sekelompok orang atas karya ciptanya. Menurut UU yang telah disahkan oleh DPR-RI pada tanggal 21 Maret 1997, HaKI adalah hak-hak secara hukum yang berhubungan dengan permasalahan hasil penemuan dan kreativitas seseorang atau beberapa orang yang berhubungan dengan perlindungan permasalahan reputasi dalam bidang komersial (commercial reputation) dan tindakan / jasa dalam bidang komersial (goodwill).
Hak Kekayaan Intelektual adalah hak eksklusif yang diberikan suatu hukum atau peraturan kepada seseorang atau sekelompok orang atas karya ciptanya. Menurut UU yang telah disahkan oleh DPR-RI pada tanggal 21 Maret 1997, HaKI adalah hak-hak secara hukum yang berhubungan dengan permasalahan hasil penemuan dan kreativitas seseorang atau beberapa orang yang berhubungan dengan perlindungan permasalahan reputasi dalam bidang komersial (commercial reputation) dan tindakan / jasa dalam bidang komersial (goodwill).
Dengan begitu
obyek utama dari HaKI adalah karya, ciptaan, hasil buah pikiran, atau
intelektualita manusia. Kata “intelektual” tercermin bahwa obyek kekayaan
intelektual tersebut adalah kecerdasan, daya pikir, atau produk pemikiran
manusia (the Creations of the Human Mind) (WIPO, 1988:3). Setiap manusia
memiliki memiliki hak untuk melindungi atas karya hasil cipta, rasa dan karsa
setiap individu maupun kelompok.
Kita perlu memahami HaKI untuk
menimbulkan kesadaran akan pentingnya daya kreasi dan inovasi intelektual
sebagai kemampuan yang perlu diraih oleh setiap manusia, siapa saja yang ingin
maju sebagai faktor pembentuk kemampuan daya saing dalam penciptaan
Inovasi-inovasi yang kreatif.
Prinsip-prinsip Hak Kekayaan Intelektual
Prinsip-prinsip Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI) adalah sebagai berikut :
Prinsip-prinsip Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI) adalah sebagai berikut :
1.
Prinsip Ekonomi
Dalam prinsip ekonomi, hak intelektual berasal dari kegiatan kreatif dari daya pikir manusia yang memiliki manfaat serta nilai ekonomi yang akan member keuntungan kepada pemilik hak cipta.
Dalam prinsip ekonomi, hak intelektual berasal dari kegiatan kreatif dari daya pikir manusia yang memiliki manfaat serta nilai ekonomi yang akan member keuntungan kepada pemilik hak cipta.
·
Prinsip Keadilan
Prinsip keadilan merupakan suatu perlindungan hukum bagi pemilik suatu hasil dari kemampuan intelektual, sehingga memiliki kekuasaan dalam penggunaan hak atas kekayaan intelektual terhadap karyanya.
Prinsip keadilan merupakan suatu perlindungan hukum bagi pemilik suatu hasil dari kemampuan intelektual, sehingga memiliki kekuasaan dalam penggunaan hak atas kekayaan intelektual terhadap karyanya.
·
Prinsip Kebudayaan
Prinsip kebudayaan merupakan pengembangan dari ilmu pengetahuan, sastra dan seni guna meningkatkan taraf kehidupan serta akan memberikan keuntungan bagi masyarakat, bangsa dan Negara.
Prinsip kebudayaan merupakan pengembangan dari ilmu pengetahuan, sastra dan seni guna meningkatkan taraf kehidupan serta akan memberikan keuntungan bagi masyarakat, bangsa dan Negara.
·
Prinsip Sosial
Prinsip sosial mengatur kepentingan manusia sebagai warga Negara, sehingga hak yang telah diberikan oleh hukum atas suatu karya merupakan satu kesatuan yang diberikan perlindungan berdasarkan keseimbangan antara kepentingan individu dan masyarakat/ lingkungan.
Prinsip sosial mengatur kepentingan manusia sebagai warga Negara, sehingga hak yang telah diberikan oleh hukum atas suatu karya merupakan satu kesatuan yang diberikan perlindungan berdasarkan keseimbangan antara kepentingan individu dan masyarakat/ lingkungan.
Dasar Hukum Hak Kekayaan Intelektual di Indonesia Dalam
penetapan HaKI tentu berdasarkan hukum-hukum yang sesuai dengan peraturan yang
berlaku. Dasar-dasar hukum tersebut antara lain adalah :
·
Undang-undang Nomor 7/1994 tentang Pengesahan
Agreement Establishing the World Trade Organization (WTO)
·
Undang-undang Nomor 10/1995 tentang Kepabeanan
·
Undang-undang Nomor 12/1997 tentang Hak Cipta
·
Undang-undang Nomor 14/1997 tentang Merek
·
Undang-undang Nomor 13/1997 tentang Hak Paten
·
Keputusan Presiden RI No. 15/1997 tentang
Pengesahan Paris Convention for the Protection of Industrial Property
dan Convention Establishing the World Intellectual Property Organization
·
Keputusan Presiden RI No. 17/1997 tentang
Pengesahan Trademark Law Treaty
·
Keputusan Presiden RI No. 18/1997 tentang
Pengesahan Berne Convention for the Protection of Literary and Artistic Works
·
Keputusan Presiden RI No. 19/1997 tentang
Pengesahan WIPO Copyrights Treaty
Berdasarkan peraturan-peraturan tersebut maka Hak atas
Kekayaan Intelektual (HaKI) dapat dilaksanakan. Maka setiap
individu/kelompok/organisasi yang memiliki hak atas pemikiran-pemikiran kreatif
mereka atas suatu karya atau produk dapat diperoleh dengan mendaftarkannya ke
pihak yang melaksanakan, dalam hal ini merupakan tugas dari Direktorat
Jenderal Hak-hak Atas Kekayaan Intelektual, Departemen Hukum dan
Perundang-undangan Republik Indonesia.
Klasifikasi Hak Atas Kekayaan Intelektual (HaKI) Secara umum
Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI) terbagi dalam dua kategori, yaitu :
1.
Hak Cipta
2.
Hak Kekayaan Industri, yang meliputi :
-
Hak Paten
-
Hak Merek
-
Hak Desain Industri
-
Hak Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu
-
Hak Rahasia Dagang
-
Hak Indikasi
Dalam tulisan ini, penulis hanya akan membahas Hak Cipta,
Hak Paten, dan Hak Merek.
v
Hak Cipta
Hak
Cipta adalah Hak khusus bagi pencipta untuk mengumumkan ciptaannya atau
memperbanyak ciptaannya. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 19/2002 Pasal 1 ayat 1
mengenai Hak Cipta :
Hak Cipta adalah hak eksklusif bagi Pencipta atau penerima
hak untuk mengumumkan atau memperbanyak Ciptaannya atau memberikan izin untuk
itu dengan tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan
perundang-undangan yang berlaku. Hak cipta termasuk kedalam benda immateriil,
yang dimaksud dengan hak milik immateriil adalah hak milik yang objek
haknya adalah benda tidak berwujud (benda tidak bertubuh). Sehingga dalam hal
ini bukan fisik suatu benda atau barang yang di hak ciptakan, namun apa yang
terkandung di dalamnya yang memiliki hak cipta. Contoh dari hak cipta tersebut
adalah hak cipta dalam penerbitan buku berjudul “Manusia Setengah Salmon”.
Dalam hak cipta, bukan bukunya yang diberikan hak cipta, namun Judul serta isi
didalam buku tersebutlah yang di hak ciptakan oleh penulis maupun penerbit buku
tersebut. Dengan begitu yang menjadi objek dalam hak cipta merupakan ciptaan
sang pencipta yaitu setiap hasil karya dalam bentuk yang khas dan menunjukkan
keasliannya dalam ilmu pengetahuan, seni dan sastra. Dasar hukum Undang-undang
yang mengatur hak cipta antara lain :
·
UU Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta
·
UU Nomor 6 Tahun 1982 tentang Hak Cipta
(Lembaran Negara RI Tahun 1982 Nomor 15)
·
UU Nomor 7 Tahun 1987 tentang Perubahan atas UU
Nomor 6 Tahun 1982 tentang Hak Cipta (Lembaran Negara RI Tahun 1987 Nomor 42)
·
UU Nomor 12 Tahun 1997 tentang Perubahan atas UU
Nomor 6 Tahun 1982 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 7 Tahun 1987
(Lembaran Negara RI Tahun 1997 Nomor 29)
v
Hak Kekayaan Industri
Hak kekayaan industri adalah hak yang mengatur segala sesuatu milik
perindustrian, terutama yang mengatur perlindungan hukum. Hak kekayaan industri
sangat penting untuk didaftarkan oleh perusahaan-perusahaan karena hal ini
sangat berguna untuk melindungi kegiatan industri perusahaan dari hal-hal yang
sifatnya menghancurkan seperti plagiatisme. Dengan di legalkan suatu industri
dengan produk yang dihasilkan dengan begitu industri lain tidak bisa semudahnya
untuk membuat produk yang sejenis/ benar-benar mirip dengan mudah. Dalam hak
kekayaan industri salah satunya meliputi hak paten dan hak merek.
v
Hak Paten
Menurut
Undang-undang Nomor 14/2001 pasal 1 ayat 1, Hak Paten adalah hak eksklusif yang
diberikan oleh Negara kepada Inventor atas hasil penemuannya di bidang
teknologi, yang untuk selama waktu tertentu dalam melaksanakan sendiri
penemuannya tersebut atau dengan membuat persetujuan kepada pihak lain untuk
melaksanakannya. Paten hanya diberikan negara kepada penemu yang telah
menemukan suatu penemuan (baru) di bidang teknologi. Yang dimaksud dengan penemuan adalah
kegiatan pemecahan masalah tertentu di bidang teknologi, hal yang
dimaksud berupa proses, hasil produksi, penyempurnaan dan pengembangan proses,
serta penyempurnaan dan pengembangan hasil produksi.
Perlindungan hak paten dapat diberikan untuk jangka waktu 20
tahun terhitung dari filling date. Undang-undang yang mengatur hak paten
antara lain :
·
UU Nomor 6 Tahun 1989 tentang Paten (Lembaran
Negara RI Tahun 1989 Nomor 39)
·
UU Nomor 13 Tahun 1997 tentang Perubahan UU
Nomor 6 Tahun 1989 tentang Paten (Lembaran Negara RI Tahun 1997 Nomor 30)
·
UU Nomor 14 Tahun 2001 tentang Paten (Lembaran
Negara RI Tahun 2001 Nomor 109).
v
Hak Merek
Berdasarkan Undang-undang Nomor 15/2001 pasal 1 ayat 1, hak merek adalah
tanda yang berupa gambar, nama, kata, huruf-huruf, angka-angka, susunan warna,
atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut yang memiliki daya pembeda dan
digunakan dalam kegiatan perdagangan barang atau jasa. Merek merupakan tanda
yang digunakan untuk membedakan produk/jasa tertentu dengan produk/jasa yang
sejenis sehingga memiliki nilai jual dari pemberian merek tersebut. Dengan
adanya pembeda dalam setiap produk/jasa sejenis yang ditawarkan, maka para
costumer tentu dapat memilih produk.jasa merek apa yang akan digunakan sesuai
dengan kualitas dari masing-masing produk/jasa tersebut. Merek memiliki
beberapa istilah, antara lain :
·
Merek Dagang
Merek dagang adalah merek yang digunakan pada barang yang diperdagangkan
oleh seseorang atau beberapa orang secara bersama-sama atau badan hukum untuk
membedakan dengan barang-barang sejenis lainnya.
·
Merek Jasa
Merek jasa adalah merek yang digunakan pada jasa yang diperdagangkan oleh
seseorang atau beberapa orang secara bersama-sama atau badan hukum untuk
membedakan dengan jasa-jasa sejenis lainnya.
·
Merek Kolektif
Merek
Kolektif adalah merek yang digunakan pada barang atau jasa dengan karakteristik
yang sama yang diperdagangkan oleh beberapa orang atau badan hukum secara
bersama-sama untuk membedakan dengan barang atau jasa sejenis lainnya.
Selain itu terdapat pula hak atas merek, yaitu hak
khusus yang diberikan negara kepada pemilik merek yang terdaftar dalam Daftar
Umum Merek untuk jangka waktu tertentu, menggunakan sendiri merek tersebut atau
memberi izin kepada seseorang atau beberapa orang secara bersama-sama atau
badan hukum untuk menggunakannya. Dengan terdaftarnya suatu merek, maka sudah
dipatenkan bahwa nama merek yang sama dari produk/jasa lain tidak dapat
digunakan dan harus mengganti nama mereknya. Bagi pelanggaran pasal 1 tersebut,
maka pemilik merek dapat mengajukan gugatan kepada pelanggar melalui Badan
Hukum atas penggunaan nama merek yang memiliki kesamaan tanpa izin, gugatan
dapat berupa ganti rugi dan penghentian pemakaian nama tersebut.
Selain itu pelanggaran juga dapat berujung pada pidana yang
tertuang pada bab V pasal 12, yaitu setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa
hak menggunakan merek yang sama secara keseluruhan dengan merek terdaftar milik
orang lain atau badan hukum lain, untuk barang atau jasa sejenis yang
diproduksi dan diperdagangkan, dipidana penjara paling lama tujuh tahun dan
denda paling banyak Rp100.000.000,-
Oleh karena itu, ada baiknya jika merek suatu barang/jasa
untuk di hak patenkan sehingga pemilik ide atau pemikiran inovasi mengenai
suatu hasil penentuan dan kreatifitas dalam pemberian nama merek suatu
produk/jasa untuk dihargai dengan semestinya dengan memberikan hak merek kepada
pemilik baik individu maupun kelompok organisasi (perusahaan/industri) agar
dapat tetap melaksanakan kegiatan-kegiatan perekonomiannya dengan tanpa ada
rasa was-was terhadap pencurian nama merek dagang/jasa tersebut.
Undang-undang yang mengatur mengenai hak merek antara lain :
·
UU Nomor 19 Tahun 1992 tentang Merek (Lembaran
Negara RI Tahun 1992 Nomor 81)
·
UU Nomor 14 Tahun 1997 tentang Perubahan UU Nomor
19 Tahun 1992 tentang Merek (Lembaran Negara RI Tahun 1997 Nomor 31)
·
UU Nomor 15 Tahun 2001 tentang Merek (Lembaran
Negara RI Tahun 2001 Nomor 110)