Newest Post
1. Tidak bertanggung jawab.
Sikap tidak beretika profesional seperti ini menyebabkan terhambatnya tujuan
perusahaan serta merugikan rekan kerja lainnya karena harus mengerjakan ulang
pekerjaan yang ditangani asal-asalan.
2. Tidak menghargai
pekerjaan ataupun pendapat pekerja lainnya. Hal seperti ini sangat tidak
beretika profesional dalam melakukan pekerjaan. Membangun hubungan yang baik
dengan karyawan atau pekerja lainnya, dengan menghargai setiap pekerjaannya
ataupun pendapatnya seseorang. Hal tersebut apabila tidak dipedulikan akan
membuat suasana kerja tidak nyaman karena adanya rasa persaingan.
3. Tidak jujur. Contohnya adalah
agar mendapatkan keuntungan yang lebih dari hasil kerja tidak mengambil barang
yang merupakan milik perusahaan dan menjualnya keluar.
4. Tidak tepat waktu. Datang
maupun pergi tidak dalam waktu yang tepat. Dalam dunia kerja ketepatan waktu
adalah hal terpenting, sehinga orang yang terbiasa tidak tepat waktu dalam
bekerja akan diperhitungkan dalam penilaiannya dan terancam di PHK karena telah
membuat perusahaan rugi.
5. Menghina dan menghujat hasil
pekerjaan orang lain karena pekerjaan yang dihasilkan tidak sesuai dengan
harapan. Meskipun hasil pekerjaan tersebut mengecewakan, namun kita tidak boleh
menghujat atau menghina hasil pekerjaan tersebut. Sebagai pekerja professional
menghargai pekerjaan orang lain adalah penting, karena dengan menghargai, kita
dapat dihargai.
Etika
secara etimologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu “Ethos” yang memiliki arti
watak kesusilaan atau adat. Para ahli mengatakan bahwa etika adalah aturan
perilaku, adat kebiasaan manusia dalam pergaulan antara sesamanya, serta
menegaskan mana yang benar dan mana yang buruk. Etika sendiri digunakan untuk
menilai apakah tindakan yang telah dikerjakan itu salah atau benar, buruk atau
baik. Tujuan etika sendiri untuk mendapatkan konsep mengenai penilaian baik
buruk manusia sesuai dengan norma-norma yang berlaku. Adapun
bebarapa contoh karakter-karakter tidak ber-etika dalam kehidupan sehari
sebagai berikut:
1. Melakukan
suatu kegaduhan yang mengganggu, seperti suara radio atau TV, atau mengganggu mereka dengan melempari halaman orang lain dengan kotoran, atau menutup jalan orang lain.
2. Mencari-cari kesalahan/kekeliruan orang
lain dan bahagia bila orang lain keliru, bahkan seharusnya
kita tidak memandang kekeliruan dan kealpaan orang lain.
3. Mengunjing (meghibah) dan mengadu domba
orang lain.
4. Memonopoli
pembicaraan, tidak memberikan orang lain kesempatan berbicara.
5. Perkataan kasar,
keras, dan ucapan yang menyakitkan perasaan dan mencari-cari kesalahan pembicaraan orang lain dan kekeliruannya,
karena hal tersebut dapat mengundang kebencian, permusuhan dan pertentangan.
Seorang
sarjana teknik industri menjadikan industri sebagai titik awal dan pusat
pengembangan karirnya. sarjana teknik industri terlibat dalam pengorganisasian,
desain tempat kerja dan laju aliran materi dalam proses produksi di pabrik.
Lapangan kerja bagi sarjana teknik industri di zaman sekarang meluas, tidak
hanya di manufaktur tetapi juga di bidang non-manufaktur seperti rumah sakit,
toko retail, perbankan, dan lain-lain. Dalam buku sumber, profesi teknik
industri memiliki kompetensi-kompetensi berikut:
1. Work Design and Measurement.
2. Plant Location and layout
3.
Engineering Economy
4.
Production Planning and Inventory Control
5.
Statistical Quality
6. Linear
Programming
7. Operations
Research
beberapa
contoh kasus aktivitas yang tidak beretika professional dalam bekerja adalah
sebagai berikut:
1.
Menambah keuntungan bagi dirinya dan melakukan hal-hal yang melanggar kode etik
profesinya misalnya ukuran-ukuran kualitas bangunan dikurangi sehingga hasil
yang dicapai cepat dan murah namun tidak tahan lama, hal ini tentu sangat fatal
akibatnya bagi pengguna bangunan yang dibuat kontraktor tersebut.
2.
Kasus pelanggaran kode etik pada produk berbahaya, produk merupakan salah satu
kebutuhan yang ingin diperoleh masyarakat untuk kelangsungan hidupnya.
Tentunya, dalam membuat suatu produk, produsen bertujuan untuk memuaskan
pelanggan dengan cara produk yang dibuatnya dapat bermanfaat bagi konsumennya.
Di sisi lain, justru banyak produk yang dihasilkan itu merugikan pelanggan
karena memiliki dampak negatif atau berbahaya bagi konsumen. Contohnya adalah kasus
baru-baru ini yaitu susu yang mengandung melamin yang berbahaya bagi konsumen.
Contoh kasus tersebut jelas menyalahi etika profesi. Apabila produsen susu
tersebut memiliki etika profesi, maka produk berbahaya tersebut tidak akan
muncul di pasaran.
3.
Kasus pelanggaran kode etik pada dunia maya, dampak yang ditimbulkan dari kasus
tersebut, diantaranya: virus, spam, penyadapan, carding, melumpuhkan target.
Implikasi dari INTERNET (Interconection Networking), memungkinkan pengguna IT
semakin meluas, tak terpetakan, tak teridentifikasi dalam dunia. Otomatisasi
bisnis dengan internet dan layanannya, mengubah bisnis proses yang telah ada
dari transaksi konvensional kepada yang berbasis teknologi, melahirkan
implikasi negative, bermacam kejahatan, penipuan, hingga kerugian lainnya
akibat penggunaan internet dalam dunia bisnis. Pelanggaran HAKI, yakni masalah
pengakuan hak atas kekayaan intelektual, pembajakan, cracking, software ilegal.
4.
seorang yang bekerja di bagian QC tersebut melakukan hal yang dianggap
tidak baik, yaitu dengan meloloskan suatu produk yang sebenarnya dianggap cacat
atau tidak layak. Hal ini disebut pelanggaran etika karena di dalam diri orang
tersebut tidak ditanamkan norma-norma yang berlaku dalam etika profesi. Dampak
yang ditimbulkan adalah nama baik perusahaan tersebut akan tercoreng karena
tindakan oknum yang melakukan tindakan tersebut.
5.
Seorang insinyur yang merencanakan untuk membuat nuklir dengan tujuan
menghancurkan negara lain. Seharusnya insinyur yang pintar itu, tidak membuat
suatu nuklir yang dapat membunuh banyak orang, tetapi seharusnya dapat membuat
sesuatu yang dapat berguna bagi kehidupan orang banyak.
Pengertian
Etika Profesi
Etika
didefinisikan sebagai “the discpline which can act as the performance index or
reference for our control system”. Dengan demikian, etika akan memberikan
semacam batasan maupun standar yang akan mengatur pergaulanmanusia di dalam
kelompok sosialnya. Dengan demikian etika adalah refleksi dari apa yang disebut
dengan “self control”, karena segala sesuatunya dibuat dan diterapkan dari dan
untuk kepentingan kelompok sosial (profesi) itu sendiri. Menurut De George
profesi adalah pekerjaan yang dilakukan sebagai kegiatan pokok untuk
menghasilkan nafkah hidup dan yang mengandalkan suatu keahlian. Etika Profesi
adalah suatu tindakan refleksi atau self control dalam pekerjaan yang dilakukan
untuk kepentingan sosial atau sendiri dalam suatu bidang keahlain tertentu.
3Etika profesi sangat penting dalam bidang keteknikan dikarenakan suatu profesi
harus mempunyai tanggung jawab, keadilan, dan otonomi. Tanggung jawab terhadap
pelaksanaan pekerjaan itu dan terhadap hasil, serta terhadap dampak dari
profesi tersebut untuk kehidupan orang lain. Keadilan disini menuntut suatu
profesi memberikan kepada siapa saja apa yang menjadi haknya. Otonomi dalam
etika profesi dimaksudkan agar setiap profesional memiliki dan di beri
kebebasan dalam menjalankan profesinya. Apabila profesi keteknikan dilakukan
tanpa etika maka akan berakibat fatal terhadap intuisinya, orang-orang yang
bekerja dalam suatu intuisi tersebut, masyarakat luas, serta akan berakibat
fatal terhadap lingkungan. Profesi dalam bidang keteknikan harus dilakukan
dengan kesadaran penuh terhadap pengabdian kepada masyarakat.
Peranan
Etika Profesi dalam Bidang Teknik Industri
Etika
menjadi atribut pembeda yang membedakan antara manusia dengan mahluk hidup yang
lainnya. Manusia dikatakan sebagai mahluk yang memiliki sebuah derajat yang
tinggi di dunia ini, salah satunya karena adanya etika. Berikut ini adalah
salah satu contoh etika yang telah disepakati oleh suatu organisasi yaitu
tentang kode etik seorang sarjana Teknik Industri dan Manajemen Industri.
Semoga menjadi contoh untuk kita semua. Untuk lebih menghayati Kode Etik
Profesi Sarjana Teknik Industri dan Manajemen Industri Indonesia dalam
operasionalisasi sesuai bidang masing-masing, dan sadar sepenuhnya akan
tanggung jawab sebagai warga negara maupun sebagai sarjana, akan panggilan
pertumbuhan dan pengembangan pembangunan di Indonesia maka kami Sarjana Teknik
Industri dan Manajemen Industri bersepakat untuk lebih mempertinggi pengabdian
kepada Bangsa, Negara dan Masyarakat. Selaras dengan dasar negara yaitu
“PANCASILA” maka disusunlah kode etik profesi berikut ini yang harus dipegang
dengan keyakinan bahwa penyimpangan darinya merupakan pencemaran
kehormatan dan martabat Sarjana Teknik dan Manajemen Industri Indonesia.
PASAL
1: Dalam melaksanakan tugas yang dipercayakan kepadanya Sarjana Teknik
Industri dan Manajemen Industri akan selalu mengerahkan segala kemampuan dan
pengalamannya untuk selalu berupaya mencapai hasil yang terbaik didalam
keluhuran budi dan kemanfaatan masyarakat luas secara bertanggung jawab.
PASAL
2: Dalam melaksanakan tugas yang melibatkan disiplin dan pengetahuan lain,
Sarjana Teknik Industri dan Manajemen Indutstri akan senatiasa menghormati dan
menghargai keterlibatan mereka, dan akan selalu mendayagunakan disiplin Teknik
Indutri dan Manajemen Industri akan dapat lebih dioptimalkan dalam upaya
mencapai hasil terbaik.
PASAL
3: Sarjana Teknik Industri dan Manajemen Industri bertanggung jawab atas
pengembangan keilmuan dan penerapannya dimasyarakat, dan akan selalu berupaya
agar tercapai kondisi yang efisien dan optimal dalam segenap upaya bagi
perbaikan dalam pembangunan dan pemeliharaan sistem.
PASAL
4: Sarjana Teknik Industri dan Manajemen Industri mempunyai rasa tanggung
jawab yang tinggi dan di dalam melaksanakan tugasnya tidak akan melakukan
perbuatan tidak jujur, mencemarkan atau merugikan sesama rekan sekerja.
PASAL
5: Sarjana Teknik Industri dan Manajemen Industri akan selalu bersikap dan
bertindak bijaksana terhadap sesama rekannya dan terutama kepada rekan mudanya;
selalu mengusahakan kemajuan untuk meningkatkan kemampuan dan kecakapan, bagi
dirinya pribadi, bagi masyarakat maupun bagi pengebangan Teknik Industri dan
Manajemen Industri di Indonesia (http://istmi.or.id).
Sumber
: http://restipitasari.blogspot.sg/2016/04/etika-profesi-dalam-bidang-teknik.html
Nugget sayur tentu saja terbuat
dari sayuran yang diolah dengan campuran daging ayam, ikan dan bahan baku
lain. Dengan bahan baku yang murah ini, peluang usaha modal kecil nugget sayur
tentu terbuka lebar. Apalagi pasar yang dibidik produk nugget sayur ini
adalah pasar anak- anak dan balita.
Keunggulan Produk Nugget Sayur
Kebanyakan orang tua akan
kebingungan jika sang anak, ataupun balita mereka tidak mau menyantap
sayur. Hal ini juga pernah dialami oleh Anindita, melihat putranya
tidak suka mengkonsumsi sayur, maka ia pun memutar otak. Ia mencoba membuat
nugget sayuran untuk sang anak. Nugget itu campuran bayam hijau, bayam merah,
brokoli, wortel, dan daging ayam ini ternyata disukai anaknya. Melihat
peluang usaha modal kecil yang ada dihadapannya, Anindita berinisiatif
menawarkan produk nugget sayur olahannya ke tetanga.
Tapi, ketika itu banyak tetangga
belum tertarik, karena berpikir bahwa nugget sayurolahannya sama dengan nugget
olahan yang dijual di supermarket, yakni banyak mengandung
bahan- bahan yang tidak baik untuk kesehatan anak. Sepertiperasa, pengawet, dan
pewarna makanan.
Namun, Anindita bersikeras untuk
memaksimalkan peluang usaha modal kecil nugget yangdirintisnya. Apalagi bahan
baku dan proses pengolahan nugget yang dimilikinya sangat baik untuk
kesehatan anak. Dengan bahan baku sayur organik, dan tanpa pengawet, pewarna
makanan,seta perasa makanan.Dia terus mempromosikan keunggulan nugget sayur
olahannya. Akhirnya banyak tetangga yang tertarik, juga teman- temannya.
Dengan memilih bahan baku sayur
organik, secara tak langsung Anindita telah membidik pasar tepat untuk peluang
usaha modal kecil nugget sayur yang ia rintis. Tren hidup sehat dan kembali
mengkonsumsi semua bahan sayur yang organik membuat masyarakat semakin
mempercayai produk nugget sayur olahannya.
Proses Pembuatan Nugget Sayur
Proses pembuatan nugget sayur
sangat mudah. Menurut Anindita hal yang perlu diperhatikan adalah jangan
sampai mengukus olahan nugget sayur terlalu lama, karena akan menghilangkan kandungan
vitamin, dan antioksidan yang ada di dalam nugget sayur.
Proses pertama untuk membuat nugget
sayur adalah sayur dicincang kemudian dicampur bumbu dapur,
serta daging ayam yang telah digiling. Adonan tersebut kemudian dibentuk
lucu dan menarik agar anak-anak tertarik. Setelah dikukus sebentar,
kemudian ditaburi tepung roti. Lalu nugget sayur dibekukan dan siap dikemas.
Proses pembekuan nugget sayur ini adalah 24 jam.
Mengkonsumsi nugget sayur,
menurut Anindita seperti mengkonsumsi sayuran utuh. Kandungan anti oksidannya
yang tinggi dapat meningkatkan kekebalan tubuh, dan melancarkan sistem
pencernaan. Bahkan penderita penyakit autis dan jantung dapat mengkonsumsi
makanan sehat ini.
Beberapa ibu rumah tangga juga
mengikuti jejak Anindita, seperti Indri Agustina yang juga menagkap peluang
usaha modal kecil ini. Indri mampu mengantongi omset hingga Rp 600 ribu tiap
hari. Sedangkan Anindita meraih penghasilan bersih Rp 25 juta per bulan. Dengan
harga setiap bungus nugget sayur Rp 25 ribu.
Pemasaran Nugget Sayur
Untuk memasarkan nugget sayur
Anindita memasarkan secara reseller, eceran, dan menawarkannya melalui toko
online produk nugget sayur yang dimilikinya. Dengan mendaftarkan produk
olahannya ke Dinas Kesehatan dan Dinas Pertanian Bogor. Pada tahun
2010, Nuggetku juga telah memiliki sertifikat halal. Dengan sertifikasi yang
telah dimiliki, pesanan Nuggetku makin tinggi dan melonjak tajam.
Peluang usaha modal kecil seperti
nugget sayur ini perlu kita manfaatkan sebaik- baiknya, apalagi melihat tren
hidup sehat yang ada di masyarakat dan kebutuhan konsumen anak- anak,
dan balita. Anda pun dapat mencobanya. Dengan modal kecil, tentunya usaha modal
kecil ini akan berkembang. Anda perlu membuat inovasi rasa yang beragam, proses
pembuatan yang sehat, dan image branding yang kuat
Pria kelahiran tahun 1959 ini, mendirikan lembaga bimbingan belajar (LBB) Primagama pada tahun 1982, sehingga pada saat ini merupakan Lembaga Bimbingan Belajar terbesar di Indonesia. Dalam hal pendidikannya ternyata di dalam bangku kuliahnya tidak selesai, namun beliau mempunyai ambisi ingin membangun lembaga-lembaga yang akan menunjang terhadap perkembangan negeri ini.
Visi hidup beliau adalah membangun mega entreupreneur, karena pendapatnya pengusaha menciptakan lapangan kerja itu biasa, tapi kalau menciptakan banyak pengusaha itu jarang.Obsesinya adalah membangun Entrepreneur University(EU) untuk memberikan bimbingan serta pencerahan sehingga diharapkan akan lahir sosok cerdas enterpreneur, cerdas emosional dan spiritual. Dengan kesimpulan analisisnya maju mundurnya sebuah negara, tergantung dari banyaknya pengusaha yang ada.
Hingga cita-cita pria yang aktif di KADIN dan HIPMI ini adalah ingin menciptakan lapangan kerja dan pada saat ini ada sekitar 2.000 pekerja yang hidupnya tergantung pada Primagama group. Rekor lembaganya masuk pada Musieum Rekor Indonesia sebab mempunyai 181 cabang di kota besar Indonesia.
Beliau pernah kuliah pada 4 jurusan yang berbeda tapi semuanya tidak ada yang lulus, karena menurutnya suasana pembelajarannya sangat membosankan. Namun hal tersebut tidak membuatnya surut bahkan mempertajam intuisi bisnisnya, ia melihat banyaknya para remaja lulusan SMA ingin melanjutkan kuliah. Sehingga ia merancang bagaimana cara lulus dalam seleksi masuk perguruan tinggi.
Pengakuannya dengan tidak lulusnya kuliah, ia memacu dirinya untuk menjadi pengusaha dengan awal ia membuka les private / private belajar anak sekolah. Dan disinilah ia mengembangkan usahanya, pada saat ada anak didiknya yang pintar, maka ia jadikan asisten sekaligus untuk diberdayakan menjadi pengajar les. Sistem tersebut merupakan sistem franchise/waralaba yang dikembangkan dan diinovasi terus menerus dengan dukungan manajemen yang baik, maka beliau berhasil mengembangkan dan membuka cabang bimbingan belajar dimana-mana.
Ungkapnya untuk menjadi pengusaha tak perlu pintar dan memiliki embel-embel gelar dan peluang ini yang ditengok beliau. Resep usaha beliau adalah BODOL yaitu, Berani, Optimis, Duit dan Orang Lain.
1. Strength
– Purdi E Chandra merupakan sosok yang ulet dan kreatif dalam mencari peluang.
– Semangat dan tekad yang kuat untuk membantu belajar orang lain sangat tinggi.
– Tetap optimis, dan pantang menyerah sehingga pada saat ini telah mempunyai cabang yang banyak.
2. Weakness
– Dari sudut formalitas, pendidikan rendah
3. Opportunity
– Beliau memperhatikan banyaknya orang yang kurang krearif, sehingga harus dibangun jiwa enterpreneurshipnya.
– Banyaknya lulusan SMA yang berminat masuk perguruan tinggi terkemuka, sehingga beliau mencari cara dan formula bagaimana caranya membantu mereka supaya dapat diterima di perguruan tinggi yang ditargetkan.
– Dalam mengembangkan usaha private-nya beliau menjadikan siswa-siswa yang cerdas untuk mengajar di lembaganya.
4. Threats
– Banyaknya para pengusaha yang bergerak di bidang yang sama, yaitu Bimbingan Belajar (Bimbel).
– Munculnya lembaga-lembaga serupa yang menawarkan kualitas lebih dengan metode yang berdaya saing.
sumber : http://hilfans.staff.telkomuniversity.ac.id/analisis-swot-wirausahawan-indonesia/
Jepang terkenal dengan keadaan lingkungannya yang bersih, bahkan Jepang menyandang gelar sebagai negara dengan tingkat kebersihan terbaik di dunia. Gelar ini tidak serta-merta Jepang dapatkan dengan singkat, mengingat Jepang juga pernah berada pada posisi seperti Indonesia yang kotor dan kumuh di beberapa kotanya.
Warga Jepang sangat menghargai kebersihan sebagaimana yang telah diajarkan salah satu agama mayoritas di Jepang, yaitu Shinto. Ajaran agama Shinto beranggapan bahwa kebersihan adalah cara untuk mendekatkan diri pada Tuhan, sehingga mereka yang menganut agama Shinto berlomba-lomba menjaga kebersihan dan menjadikan hal itu sebagai budaya untuk mendekatkan diri pada Tuhan.
Selain faktor ajaran agama Shinto, kebersihan di Jepang tidak melulu disebabkan oleh kesigapan para petugas kebersihan dalam membersihakan tempat-tempat umum maupun lingkungan sekitar tetapi juga didukung oleh masyarakat Jepang yang dididik sejak kecil untuk berbudaya bersih dan memikirkan kenyamanan orang lain. Orang tua di Jepang mendidik anak-anak mereka sejak kecil untuk selalu mejaga kebersihan dimanapun mereka berada, seperti membuang sampah pada tempatnya, mengelompokkan sampah sesuai jenisnya, mengelap ‘dudukan’ wc dengan tisu sesudah memakainya,dsb. Hal ini lambat laun menjadi kepribadian yang mengakar kuat dan cermin masyarakat Jepang di mata dunia sebagai negara dengan tingkat kebersihan paling baik.
Pada saat hanami (pesta piknik untuk melihat bunga sakura bermekaran) misalnya, kegiatan piknik bersama keluarga ini sudah pasti meninggalkan sampah makanan ataupun minuman yang cukup banyak, tetapi keluarga Jepang yang piknik sudah menyiapkan kantong sampah yang dibawa dari rumah untuk menampung sampah-sampah mereka lalu kantong berisi sampah tersebut mereka bawa pulang ke rumah jika didekat mereka tidak ada tong sampah. Contoh lain juga terjadi pada saat pertandingan sepak bola Jepang melawan Pantai Gading beberapa tahun silam, suporter Jepang yang menyaksikan pertandingan tersebut tidak lupa membersihkan kembali sampah yang berserakan seusai pertandingan berlangsung, seperti pada saat hanami, mereka tidak lupa membawa kantong sampah! Perilaku suporter Jepang yang demikian berhasil membuat masyarakat dunia kagum lewat budaya kebersihan yang dibawa kemanapun masyarakat Jepang pergi bahkan ketika mereka tidak sedang berada di negaranya.
Kekompakkan masyarakat Jepang dalam menjaga kebersihan patut diacungi jempol, sebab budaya kebersihan dalam masyarakat Jepang sudah mendarahdaging sehingga sulit dihilangkan. Jepang berhasil membuat peran petugas kebersihan dan masyarakat dalam menjaga kebersihan seimbang, sehingga tidak ada konflik yang ditemukan berkaitan dengan tanggung jawab kebersihan lingkungan itu sendiri karena masing-masing individu telah menyadari betapa pentingnya kebersihan dalam menjalani kehidupan sehari-hari
Sumber : http://www.denpasar.id.emb-japan.go.jp (Ajeng Endah Adriana)
